Im Your Fans
Officially Created by original Author @Danielatechiato
Don’t copy without adding me as author, no need to permission
if you follow the rules
Happy Reading J
Hai
namaku Choi Ahri aku asli keturunan korea tetapi sudah 6 tahun lalu aku, ayah dan
ibuku tinggal di London. Ya tepatnya sejak aku masuk sekolah menengah
pertamaku. Ayahku di pindah kerja oleh perusahaannya ke London sehingga membuat
kami sekeluarga harus pindah kesini. Dan akhirnya ibuku juga berhenti dari
pekerjaan lamanya dan pindah bekerja di London. Kehidupanku di London tidak
se-enak yang di bayangkan orang orang. Karena kedua orangtua ku bekerja aku
hanya tinggal sendiri dirumah bersama pembantuku yang dibawa pindah saat kami
masih tinggal di korea
Karena
aku adalah anak tunggal di keluarga ini membuat ayah dan ibuku menjadi sangat
khawatir sehingga menjadi overprotektif terhadap ku. Masa mudaku aku habiskan
degan hal-hal yang sangat membosankan. Karena aku tidak memiliki saudara
ataupun teman dekat ya karena aku berbeda ras dengan anak-anak disini, kedua
orang tua ku menyuruhku untuk mengikuti banyak kursus salah satunya adalah
kursus music.
Dari
sinilah aku bertemu dengan pria yang juga keturunan Taiwan-korea yang kursus
dan tinggal di London. Namanya Lucas, dia pria yang baik dan sangat perhatian,
setidaknya dua kali seminggu kita bertemu untuk belajar music bersama. Kami
satu kelas vocal, tetapi berbeda untuk kelas music karena aku ambil piano dan
Lucas mengambil kursus gitar. Karena kami adalah anak bermata sipit yang berada
di kursus itu akhirnya membuat kami menjadi dekat. Mungkin factor Bahasa juga
menjadi alasan kami menjadi dekat
Saat
memasuki sekolah menegah pertama aku dan lucas memutuskan untuk masuk ke
sekolah yang sama. Karena kedekatan kami sejak SMP membuat lucas memiliki
perasaan suka padaku. Awalnya aku biasa saja sampai akhirnya lucas datang
kerumahku saat malam promnight selesai di sekolah. Lucas mengantarku pulang dan
bicara hal yang sedikit serius kepada ibuku. Lucas bilang dia ingin menjadi
pacarku, dia memberikan semacam jaminan kepada ibuku bahwa dia yang akan
bertanggung jawab sepenuhnya terhadapku selama orang tua ku bekerja.
Hati
ibu mana yang tidak luluh ketika ada seorang pria tampan dan memiliki niat
tulus ingin menjaga putri semata wayangnya. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa
aku menyukai lucas, awalnya aku hanya menyukainya sebagai seorang sahabat
tetapi karena sikapnya yang begitu menyanyangiku akhirnya aku juga memiliki
perasaan suka pada lucas.
Sudah
hampir 4 tahun aku berpacaran dengan lucas. Hari-hariku diisi olehnya,
kemanapun aku pergi lucas selalu bersamaku. Lucas seperti bodyguard 24/7
bagiku, bahkan jika tengah malam aku mebutuhkannya dia akan selalu ada. Tapi
kenyataannya hidupku tidak seindah yang dibayangkan, aku tidak pernah bisa
bebas bermain seperti anak seusiaku. Ketika anak seusiaku sedang sibuk membeli
merchandise artis idolanya atau sedang sibuk mengatur jadwal untuk menonton
konser aku hanya dirumah, les, belajar dan bersama lucas. Aku tidak pernah
hangout keluar bersama teman sekolah maupun les-ku, kemanapun aku pergi lucas
selalu bersamaku.
Ketika
pengumuman kelulusan sekolah menengah atas tiba aku memutuskan untuk pindah
kuliah music di korea. Aku ingin bebas dari kehidupanku yang membosankan ini,
aku ingin tinggal bersama nenek
“bu
aku ingin kuliah music dikorea ya” ucapku memecahkan keheningan saat makan
malam, ya hal seperti ini sudah biasa terjadi pada keluargaku, rasanya kami
macam keluarga kerajaan saja hidup seperti ini. 6 tahun tinggal di London
membuat kami sekeluarga mengikuti adat disini mulai dari berbicara, berjalan
bahkan saat makan
“kau
ingin tinggal bersama nenek eohhh?” ibu menjawab dengan sedikit menyindir
“iya
di korea kuliah music lebih bagus dibanding di London, lihat saja korea banyak
menghasilkan artis-artis bagus” aku berbicara sedikit membujuk ibu dan ayah
supaya mereka bisa mengizinkan aku pindah kuliah ke korea
“ahri-ahhh
kau ini kan anak satu-satu nya ayah, sudahlah kau kuliah di London saja, kuliah
manajemen supaya kau bisa seperti ayah” ayah selalu bisa merangkai masa depanku
dengan kata-katanya padahal belum tentu aku bisa sukses seperti ayah jika aku
kuliah dijurusan ynag sama seperti ayah
“ayah
dan ibu tidak bisa menggambarkan masa depanku bahkan diatas sebuah kertas
gambar, karena yang bisa menentukan masa depanku adalah aku sendiri” tiba-tiba
selera makanku hilang seketika dan aku merasa selalu kalah jika berdebat dalam
hal ini. Akupun memutuskan untuk meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar.
Aku benar-benar merasa sedih saat itu ketika semua keinginanku terhalang oleh
keluarga dan juga lucas. Aku juga manusia biasa yang ingin hidup dengan
pilihanku sendiri
Hari
ini aku datang ke sekolah hanya untuk menyelesaikan berkas-berkas kelulusanku,
seperti biasa aku pergi ke sekolah bersama lucas, walaupun kami berbeda kelas
tetap saja lucas selalu bersamaku. Setelah selesai menandatangani beberapa
berkas aku dan lucas bergegas menuju kantin ya hanya sekedar untuk
menghilangkan jenuh dan sedikit haus
“kau
yakin ingin kuliah music di korea?” wajah lucas berubah menjadi murung dan
sedih. Ya dia memang begitu setiap kali aku bilang ingin pergi ke korea dia
selalu memasang wajah seperti ini
“iya
diizinkan atau tidak aku akan tetap berangkat, aku bosan tinggal disini aku
ingin seperti remaja seusiaku yang sedang menikmati masa mudanya. Di sini aku
hanya di kekang dan sama sekali tidak bisa bebas.” Sebenarnya aku merasa sedih
ketika melihat wajah lucas yang semurung ini. Karena aku yakin untuk kali ini
dia akan sulit untuk ikut denganku
“ahri
aku sangat sayang padamu bahkan ketika semua orang disini melihat kita berdua
pasangan yang aneh, aku tetap mencintaimu aku tidak ingin kau pergi ke korea
aku mohon jeballll” lucas berlutut di hadapanku yang membuat seisi kantin
memperhatikan kami. Dan aku hanya terdiam bodoh melihat orang-orang di
sekitarku menatapku aneh
“lucas
bangun ayo kita pulang” aku menarik tangan lucas dan bergegas kehalte busway
untuk segera pulang
“ahri
aku tidak tahu lagi apa yang bisa aku lakukan agar kau tetap disini, kau tau
kan ayahku seperti apa. Ayahku tidak akan mengizinkanku untuk kembali lagi ke
korea” ya itu memang benar lucas adalah anak broken home ayah dan ibunya
bercerai sejak lucas kelas 5 SD. Ibunya berselingkuh dengan atasan ayahnya saat
itu dan membuat ayahnya kecewa lalu membawa lucas pergi sejauh-jauhnya dari
korea dan berakhir di London. Mangkanya ayah lucas sangat melarang jika lucas
sekedar ingin pergi berlibur ke korea apalagi izin tinggal disana. Ayahnya
tidak ingin lucas bertemu dengan ibunya lagi
“oiya
hari ini aku pulang sendiri ya aku ada urusan sebentar dan please untuk sekali
ini saja kau biarkan aku pergi sendiri” semoga lucas tidak mengetahui alasanku
ingin pergi sendiri hari ini
“ttaapiii
aku harus bilang apa sama ibu?” wajahnya bertambah bingung karena ini kali pertamanya
aku pergi ke suatu tempat yang lucas pun tidak tahu aku pergi kemana dan dengan
keadaan sendiri tanpa teman. Mungkin salah satu yang ada difikiran lucas saat
itu hanya lah aku berbuat hal-hal aneh
“stop
lucas stop aku sudah besar umurku sudah hampir 17 tahun, aku tahu mana yang
aman dan mana yang tidak aman untukku. Dan sekali lagi aku bisa jalan pulang
sendiri and please stop worried about me” aku berjalan mundur perlahan menjauhi
lucas dan berbalik badan lalu berlari. Hari ini aku sudah menyusun rencana
untuk pergi ke kedutaan untuk meminta visa dan izin tinggal. Aku akan tetap
berangkat walaupun ayah dan ibuku melarang, hidupku adalah apa yang aku
fikirkan saat ini bukan yang apa orang tua ku fikirkan
Hari
sudah mulai berganti malam aku sudah bisa menebak pasti aku akan di tanya
beribu pertanyaan dari ibu dan ayah seperti mereka sedang melepas anakan panah
ke tepat di dadaku. Ya aku sudah sering sekali mengalami hal ini padahal ini
baru jam 7 sore, belum terlalu malam untuk anak seusiaku pulang. Bagaimana
kalau misalnya aku tinggal di amerika mungkin ketika aku pulang jam 2 pagi pun
mereka akan terlihat biasa saja. Apalagi di tambah aku pulang tidak bersama
lucas. Aku jarang sekali berbohong kepada ibu dan ayahku karena selama ini aku
punya spy di kehidupan nyata yang membuat aku tidak bisa bohong pada mereka
tapi kali ini aku harus beralasan agar mereka tidak curiga dan satu lagi aku
harus memberi tahu lucas untuk misi kebohongan kali ini
Lucas
is my bodyguard : lucas aku mohon jika ibu dan ayah bertanya tentang kemana aku
hari ini bilang saja aku datang ke pameran music yang kau tidak menyukainya
mangkanya aku pergi sendiri, dan jika ibu dan ayah bertanya dengan siapa aku
pergi bilang saja aku pergi dengan olive,
rene, dan hazel :*
Jika
sepasang kekasih saling berlomba menamakan kekasihnya dengan panggilan sayang
dan kata-kata manis tidak denganku dan lucas. Aku menamai kontak lucas di ponsel
ku dengan nama “Lucas is My Bodyguard” sedangkan lucas menamai nomorku di
ponselnya dengan nama “Ahri Si Centil”
Baru
saja aku membuka pintu tarraaaaaaa ayah dan ibu sudah terduduk manis di sofa
tamu, akan aku tebak pasti mereka akan berebutan untuk siapa yang paling cepat
bertanya padaku
“ahri
darimana saja kau kenapa tidak ada lucas?” ibu yang masih berseragam kantor
lengkap bertanya padaku sambal melipat tangannya di dada
“aku
habis menonton pameran music kebetulan lucas tidak suka jadi aku pergi dengan
teman sekolahku” jawabku santai sambil melepas tali sepatu kets ku
“kenapa
lucas tidak ikut saja kalau seperti ini kan ayah dan ibu khawatir, kau ayah
telpon tidak diangkat begitupun lucas kalian sedang tidak berbohong kan pada
ayah” tatapan ayah mulai menajam seakan mengetahui tentang kebohonganku ini
“ayah
tolonglah jangan curigai aku terus aku juga ingin hidup normal seperti
anak-anak seusiaku, aku ingin sesekali pergi tanpa lucas dan hanya bersama
teman-temanku” aku mulai merengek sebagai senjataku agar ayah dan ibu
menghentikan drama ini
“yasudah
sekarang kau mandi dan setelah itu kita makan bersama” tampaknya ibu sudah
lelah dan ingin segera beristirahat
Pagi-pagi
sekali sudah ada orang yang mengetok-ngetok pintu kamarku padahal aku ingat
kalau hari ini aku sudah tidak ada jadwal ke sekolah. Perlahan aku membuka
mataku yang tidak bisa lebih besar dari daun mint. Aku mengejap-ngejapkan
mataku sambal menguceknya agar aku bisa focus melihat siapa yang sudah datang
pagi-pagi begini. Dan tahu kah siapa yang pagi-pagi begini sudah datang yapppp
tepat sekali dia adalah lucas. Entah apa yang membuatnya dating sepagi ini
kutebak pasti ada sesuatu yang sangat penting yang harus dia bertahu aku sampai
sepagi ini
“aigooo
lucas-ahh kenapa kau datang kerumahku sepagi ini, hari ini kita libur apa kau
lupa eoohh?” wajahku cemberut karena kesal waktu tidurku di ganggu oleh lelaki
ini
“ahri
kau harus tau kalau aku boleh kuliah di korea” lucas menggoyang-goyangkan badan
ku yang masih setengah sadar ini agar bisa sadar sepenuhnya
“yyyaaaaakkkkkkkkkkkk
jinjjayeo” aku kaget bukan main ini perasaan antara senang dan sedih. Senang
karena ternyata ayahnya lucas sudah bisa memaafkan masa lalunya dan sedih
karena kenapa lucas ditakdirkan selalu bersama ku sampai aku sebesar ini.
Wajahku masih diam membeku dengan ucapakn lucas tadi. Ya tuhan apa yang harus
aku lakukan aku tidak mungkin bilang kalau lucas tidak boleh kuliah di korea
bersamaku yang ada ayah dan ibu semakin tidak mengizinkanku kuliah di korea
“iya
aku serius semalam aku bilang dan minta izin pada ayah, dengan catatan aku
tidak boleh mencari tahu informasi tentang ibuku dan aku menjawab dengan mudah
IYA” lucas terlihat senang sekali karena dia bisa bersamaku lagi tetapi tidak
denganku yang terbebani akan bayang bayang lucas yang akan mendampingiku terus
selama di korea
“terimakasih
lucas kau membantuku untuk kuliah di korea” aku reflex memeluk lucas ya
bagaimanapun juga aku tetap mencintai lucas dan ini menjadi alasan aku
mempermudah kepindahanku ke korea setidaknya ada jaminan bagi orangtuaku
Tak
butuh waktu lama ketika aku memberi tahu ayah dan ibu kalau lucas mendapat izin
dari ayahnya untuk kuliah di korea. Akupun sama mendapat izin walaupun penuh
keterpaksaan dan kekhawatiran padahal selama aku tinggal di korea aku tinggal
bersama nenekku. Seharusnya mereka tidak perlu khawatir padaku ditambah ada
lucas si manusia menyebalkan itu
Aku
dan lucas memutuskan untuk kuliah di Sunmusic university salah satu kampus
music terbagus di korea selatan. Tetapi kami meilih jurusan yang berbeda,
tujuannya hanya untuk mengindari rasa bosan karena terlalu serig melihat satu
sama lain. Aku mengambil jurusan post modern music sedangkan lucas mengambil
jurusan art. Di hari keberangkatanku ke korea ayah dan ibu terlihat sedih
terlebih ibu yang menangis padahal aku hanya tinggal di korea sementara saja
dan itupun bersama nenek. Mereka sepertinya lupa kalau kita ini warga negara
korea huufftttt
Akhirnya
aku dan lucas sampai di korea, atmosphere yang sangat berbeda jelas aku
rasakan. Senyumku terlukis lebar di wajah mungilku ini, demi tuhan aku sangat
senang bisa kembali ke kota kelahiranku setelah 6 tahun kepindahanku di London.
Sesampainya di korea aku dan lucas langsung bergegas menuju rumah nenek yang
jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara Incheon. Tidak lupa kami membawa oleh
oleh khas London yaitu shortbread. Aku harap nenek menyukainya, nenek tidak
tahu jadwal penerbanganku ke korea karena aku sengaja ingi membuat surprise
Tapi
tunggu pemandangan aneh mengalihkan perhatianku saat berada di bandara Incheon.
Dimana ramai sekali wanita wanita seusiaku lengkap dengan kamera mahal di
tangannya dan tidak lupa mereka juga menaiki bangku kecil agar bisa mengambil
gambar yang sempurna. Entah mereka ingin mengambil gambar apa yang pasti mereka
sangat banyak jumlahnya. Tak lama ada sekumpulan laki laki yang seperti idola
lewat mereka kurang lebih bersebelas dan mereka memakai masker hitam sebagai
penutup mulut dan headset wireless di telinganya.
Dalam
hati aku berfikir apa ini yang dinamakan idol korea mereka miliki banyak sekali
fans dan rata rata fans mereka seusiaku. Aku berfikir aku yang sangat
ketinggalan jaman atau mereka yang berlebihan. Yang pasti suasanya disini
terlihat sangat berbeda dari suasana airport pada biasanya. Jujur aku melihat
mereka sangat iri karena aku juga ingin menikmati hal-hal seperti itu. Tapi
yasudahlah aku akan memulai masa remajaku yang baru di korea
Suasana
rumah nenek masih terlihat sama seperti 6 tahun lalu, rumah tetangga masih
dengan orang yang sama, taman dengan mainan anak-anak yang berjarak 20 langkah
dari rumah nenek. Hahaha dulu saat aku masih sekolah dasar aku senang sekali
bermain di taman ini dan selalu menghitung setiap langkah dari rumah nenek ke
taman. Rasanya aku sangat merindukan masa kecilku disini, sangat indah, sangat
menyenangkan dan sangat berwarna. Aku harap aku bisa mengembalikan rasa itu
semua
Knok,knok,knok
suara ketukan pintu rumah nenek mengawali kedatanganku dan lucas. Terdengar
suara wanita paruh baya yang menjawab tunggu dan tak berapa lama wanita itu pun
membuka pintu. Betapa kagetnya nenek saat melihat aku dan lucas. Nenek memang
belum mengenal lucas nenek hanya tahu cerita tentang lucas dariku mangkanya
nenek sedikit bingung saat melihat ada laki-laki tampan dan tinggi berdiri di
sebelahku.
“Aigoooo
Ahri-ah nenek sangat rindu padamu” nenek langsung memelukku erat layaknya
seorang yang sangat merindukan cucunya. Sejak 6 tahun lalu aku dan keluarga ku
memang jarang sekali pulang ke korea karena alasan tiket pesawat yang cukup
mahal
“nenek
aku juga sangat merindukanmu, mulai hari ini dan seterusnya aku akan tinggal
bersama nenek, dan aku akah kuliah di korea” senyumku melebar saat memberitahu
kabar baik ini
“sebentar
tapi laki-laki ini siapa ahri?” akhirnya pertanyaan ini keluar juga dari mulut
nenek, karena aku juga sudah tidak sabar untuk menjelaskan siapakah lelaki ini
“kenalkan
dia lucas nek, pacar yang selalu aku ceritakan setiap malam itu” aku memang
sering sekali menelepon nenek malam-malam hanya untuk bercerita tentang lucas
tapi aku belum pernah mengirimkan foto lucas jadi selama ini nenek tidak tahu
seperti apa wajahnya. Maklum aku bercerita hanya lewat telepon rumah
“hai
nek namaku lucas, aku keturunan korea-taiwan yang juga tinggal di London,
senang bisa bertemu dengan nenek disini” lucas menjabat tangan nenek dengan
senyum ramah penuh kebahagiaan
“ayo
masuk nenek akan buatkan sup rumput laut kesukaan ahri” nenek mengantar kami
masuk kedalam dan bersiap masak makanan special untukku dan lucas
Saat
masuk kedalam rumah nenek lucas berkeliling sambil melihat koleksi yang ada di
rumah nenek. Nenek hanya memilki satu anak, satu menantu dan tentunya satu
cucu. Beberapa bingkai foto yang menghiasi rumah nenek hanyalah foto kami ber
lima bersama kakek dan aku sekeluarga. Sedangkan aku masih sibuk untuk
membereskan barang-barangku di kamar. Kamar yang dulu aku tinggali jika aku
menginap di rumah nenek. Setelah aku selesai merapihkan barang-barangku dari
koper aku bergegas ke ruang tamu menemani lucas sambil menunggu nenek memasak
aku dan lucas bersenda gurau. Karena memang pada dasarnya lucas adalah lelaki
yang humoris dan selalu bisa membuatku tertawa
Sudah
hampir 1 jam nenek berkutik di dapur dan aku masih bermain batu gunting kertas
bersama lucas. Bukannya aku tidak mau membantu nenek tapi aku yakin jika aku
ikut membantu masakan yang enak akan berubah rasa seketika menjadi buruk
hehehehe. Dan nenek sudah mengetahui itu kalau aku sanagat buruk dalam memasak.
“ahri
lucas ayo ke meja makan makanannya sudah siap” suara nenek terdengar dari ruang
makan dan tanpa fikir panjang aku dan lucas segera menuju ruang makan
“waaahhh
banyak sekali nek, aku jadi merasa bersalah tidak membantu nenek tadi” pout
“tidak
apa kalian kan lelah habis perjalanan jauh dari London-korea jadi sudah
seharusnya nenek menyambut kalian dengan suka cita” nenek mulai menyiapkan
makanan untuk kami di piring. Aaaihhhh aku jadi merasa bersalah pada nenek tapi
aku juga kasihan pada lucas jika dia harus mencicipi masakanku
“terimakasih
ya nek sudah masak sebanyak ini untuk kami” lucas
Hari
ini adalah hari pertama aku dan lucas masuk kuliah. Tak terasa sebulan sudah
kami di korea setidaknya kami sudah mulai terbiasa berbicara Bahasa korea. Akhirnya
aku bisa mewujudkan keinginanku untuk kuliah disini dan di universitas ini.
Keinginanku kuliah di Sunmusic University bukan untuk menjadi idol melainkan
aku ingin menjadi seorang produser lagu. Aku berharap dengan langkah awalku
disini bisa membawaku selangkah lebih dekat dengan mimpiku
Hal
yang sangat berbeda terasa saat aku masuk kelas pertama ku disini. Kalau dulu
sejak SMP aku sekolah tidak menggunakan seragam justru berbanding terbalik saat
aku kuliah. Disini aku memakai seragam rok remple pendek kotak-kotak, kemeja
putih dengan blazer ya layaknya anak sekolah seperti yang ada di drama-drama
korea. Sumpah aku bingung dan kikuk harus memulai perkenalan dari mana karena
aku harus mulai belajar lagi beradaptasi dengan lingkungan disini. Akhirnya aku
putuskan untuk duduk disebelah perempuan yang terlihat sangat lucu dengan
kuncir kuda dan poni menutupi dahinya. Sebenarnya dia sedang sibuk bernyanyi
dengan headset di telinganya
“aku
duduk disini ya” aku duduk disebelah perempuan yang masih belum menyadari
keberadaanku
“yakkkk
haiiii kenalkan namaku choi yena, kau siapa?” astaga aku kaget ketika dia
langsung menyadari keberadaanku dan mengajaku berkenalan, ternyata anak ini
jauh dari yang kubayangkan, dia lebih ceria dan terkesan innocent
“hai
namaku choi Ahri, aku baru saja pindah sekolah dari London jadi masih butuh
waktu untuk beradaptasi tolong bantu aku ya” aku menjabat tangannya sebagai
tanda perkenalan semoga ini awal yang baik untukku
“tapi
kalau aku lihat wajahmu seperti orang asia timur tapi kenapa kau tinggal di
London?” yena memutari bangku ku dan mendekatkan wajahnya tepat di depan
wajahku
“iya
ayahku dipindah tugaskan dari korea ke London jadi kami sekeluarga harus pindah
kesana dan setelah aku lulus SMA aku ingin kuliah disini” aku sedikit
menjauhkan wajahku mudur dari wajah yena
“oke
kalau begitu mulai saat ini kita resmi menjadi teman” yena memelukku erat dan
membuat seisi kelas bingung melihat kami berdua. Dan wajahku hanya diam membeku
dengan kelakuan aneh yena
Yena
adalah anak yang baik baru satu hari kami berkenalan dia sudah sangat aktif
mengajariku banyak hal, dia juga anak yang berbakat dia bercerita kalau dia
pernah mengikuti lomba menari dan menyanyi. Memang sudah tidak usah diragukan
lagi untuk kemampuannya bernyanyi. Dering ponselku terus berbunyi aku sudah
tebak pasti itu pesan masuk dari lucas tapi aku sengaja tidak lihat karena aku
ingin beristirahat bersama yena. Namanya juga satu kampus lucas dengan
telepati-nya bisa menemukan keberadaanku
“ahri”
teriak lucas dari kejauhan kurang lebih 50 meter
“aiisshhhh”
aku menghela nafas menyadari kalau lucas memanggilku
“dia
siapa?” tanya yena padaku
“ahri-ah
kenapa kau tidak membaca pesanku” lucas menghampiriku dan yena
“maaf
tapi aku sedang berkeliling kampus dan dikenalkan lokasi kampus dengan yena,
kenalkan ini teman baruku di kelas namanya choi yena” aku mengenalkan yena dan
lucas
“hai
aku lucas” lucas menjabat tangan mungil yena
“kau
tampan pasti kau orang eropa ya wajahmu tidak seperti orang asia,
ngomong-ngomong kalian sudah saling kenal kah?” yena si curious mulai
menginvestigasi kami
“lucas
ini pacarku di London dia ikut aku kuliah di korea dan satu lagi lucas adalah
keturunan korea-taiwan dan sama sekali tidak ada turunan eropa” wajah lucas
memang terlihat bukan seperti orang asia timur mangkanya ketika di London orang
tidak melihatnya sepertiku
“ahri
kita hampir lupa kalau hari ini perkenalan kelas belum berakhir ayo kita masuk”
yena langsung menarik tanganku dan berlari
“see
u soon baby” teriakku sambil terseret oleh yena
Tidak
terasa aku sudah 5 bulan sekolah di Sunmusic University aku senang bahkan
sangat senang setiap hari aku selalu bersama yena. Yena mengenalkan ku banyak
hal seru selama di korea. Aku selalu antusias saat mendengar cerita seru yena
dan rasanya aku ingin melakukannya. Sampai akhirnya yena mengajakku untuK
pertama kali nya menonton konser music di sebuah acara music korea
“ahri
kau mau ikut denganku tidak nanti malam?’ tanya nya sambIl mengunyah permen
karet lalu sesekali menupnya menjadi balon
“ikut
kemana” aku masih sibuk membaca komik karena sekarang kelas sedang tidak ada
dosen masuk
“aku
ingin pergi menonton acara music, nanti malam wanna one akan tampil, kau mau
ikut?” yena mendekatkan wajahnya seperti biasa, sungguh hal yang paling
menyebalkan
“siapa
wanna one sepertinya kau pernah bercerita tetapi aku lupa” aku menutup komik ku
dan mulai berbicara sedikit serius kepada yena
“aigooo
kau lupa ya ini loh sebelas lelaki tampan jebolan produce 101 season 2” yena
menunjukkan foto wanna one full member yang ada di ponselnya
“ohhh
yang ini, hmmm baiklah aku mau ikut” entah kenapa perasaan ku berkata kalau aku
seperti pernah bertemu mereka tapi aku lupa dimana. Mungkin jika aku melihat
mereka langsung aku akan ingat dimana aku bertemu dengan mereka
Malam
ini aku izin dengan nenek untuk menonton acara music bersama yena. Berbeda
dengan ayah dan ibu kalau nenek tidak terlalu overprotektif terhadapku. Karena
aku juga sudah berusia 17 tahun jadi aku anggap aku sudah cukup besar untuk
pergi sendiri bersama teman. Tapi tetap saja ada yang terlalu khawatir
terhadapku, ya benar itu lucas tapi aku mulai bisa meyakini dia untuk bisa
mengizinkanku pergi sendiri bersama yena dan aku harap untuk seterusnya karena
masa seperti inilah yang aku inginkan saat berada di korea
“kau
kan belum hafal lagu-lagu mereka jadi silahkan dengarkan lagu wanna one supaya
nanti kau tidak hanya diam selama acara berlangsung” yena memberikan kedua
headset nya kepadaku. Lagu pertama yang diputar adalah lagu yang cukup romantis
tentang ke kaguman seorang laki-laki terhadap perempuan
“apa
judul lagu ini?” aku merasa lagu ini sangat-sangat romantis dan menyentuh aku
langsung jatuh hati pada lagu ini sejak pertama aku dengar
“itu
judulnya Beautiful lagu nya enak kan?, memang lagu ini adalah lagu yang bisa
menghipnotis seluruh wanita di korea terlebih jika kau melihat MV-nya” yena
begitu bersemangat menjelaskan teori tentang lagu ini
“kalau
aku juga suka wanna one bagaimana?” tanyaku menggoda yena
“tidak
apa asal kau jangan ambil ong seongwu dari ku ya” goda yena balik padaku. Padahal
aku saja tidak hafal siapa member wanna one
Acara
di mulai jam 3 sore kami datang tepat setengah jam sebelum acara dimulai.
Disini sudah ramai sekali banyak yang membawa hand banner dengan tulisan idola
mereka. Tapi disini bukan hanya wanna one yang perform karena aku melihat ada
beberapa fans grup lain
“yena
kau tidak membawa hand banner seperti mereka?” aku masih memperhatikan
sekelilingku dengan seksama
“tenang
saja aku sudah bawa kok” yena mengeluarkan sejenis hand banner dengan bahan
kain tetapi dengan pose salah satu member wanna one topless. Oh my god apa yena
sudah gila, kalau tahu acaranya akan se-seksi ini aku tidak akan ikut
“yyaaakkkk
apa-apaan ini yena apa kau gila” gerutuku karena melihat hand banner yang yena
keluarkan
“tenang
saja hal seperti ini sudah biasa dan ini namanya slogan, kalau kita membawa
hand banner sama seperti yang lain maka kita tidak ada di notice oleh wanna
one, jadi hari ini kau tinggal ikuti aku saja ya, kaa-jaa” yena menarik
tanganku masuk kedalam venue. Saat masuk kedalam venue aku terlihat seperti
orang bodoh yang kebingungan kenapa aku ada disini. Aku sama sekali tidak tahu
k-pop music walaupun aku orang korea. Mungkin aku hanya akan jadi keledai bodoh
yang berada di tengah ratusan fangirl k-pop yang sedang bernyanyi. Ketika nama
wanna one di panggil oleh MC hampir setengah dari penonton disini berteriak
termasuk yena yang paling berisik. Saat wanna one masuk ke stage aku terus
memperhatikan mereka untuk mengingat apakah benar aku pernah bertemu dengan
mereka, karena aku merasa wajah mereka familiar. Aku dan yena berdiri tepat di
bibir panggung, yena masih dengan slogan sexy-nya itu sambal berteriak histeris
sedangkan hanya aku yang berdiri di dekat panggung tanpa ekspresi senang
Yyaaasshhh
aku ingat sekarang ternyata aku pernah bertemu wanna one ketika aku sampai di
bandara Incheon waktu itu. Pantas saja banyak yang ingin memotret mereka. Dan
nanti akan aku tanya apakah yena ada di tengah-tengah para fangirl tersebut.
Acara music pertama ku aku lewatkan dengan sangat datary a karena aku belum
mengenal idola-idola k-pop jadinya aku kebanyakan diam saja ditengah yang
sedang asyik bernyanyi. Acara music selesai jam 6, setelah selesai yena
mengajakku pergi berburu fankit atau goodies wanna one. Aaaiihhh yena tolonglah
aku tidak mengerti itu apa. Kami datang ke sebuah toko official wanna one yang
terletak di seoul. Disana yena membeli banyak sekali barang seperti photocard,
gantungan kunci, dan lainnya
Tapi
tunggu kenapa aku tertarik pada salah satu photocard kecil dengan foto salah
satu member yang aku tidak tahu namanya yang seakan sedang senyum kearahku.
Lantas aku langsung bertanya kepada yena siapa orang di dalam foto itu
“Yena
kalau yang ini siapa namanya?” aku mengambil photocard itu dan menunjukkan nya
kepada yena yang masih sibuk memilih goodies lain
“oh
yang itu namanya kang Daniel, dia berhasil meraih posisi centre saat eliminasi
terakhir dan sekarang menjadi centre di wanna one dan tentunya korea. Oiya
Daniel juga member yang memiliki paling banyak fans loh terbukti dari bebrapa
acara variety show Daniel selalu dapat vote paling banyak dari penonton, tapi
tetap saja ong yang paling tampan menurut ku hehehe” aku yang hanya
mengharapkan satu jawaban tapi yang keluar dari mulut yena malah berbanding
terbalik dengan apa yang ada di fikiran yena. Yena malah menceritakan tentang
Daniel. Bagus yena tidak bercerita dari awal Daniel masuk produce 101 season 2
huuffffttttt
Dan
pada akhirnya aku putuskan untuk membeli photocard yang membuat aku jatuh hati
pada Daniel. Sesampainya dirumah aku langsung mencari informasi tentang Daniel
sungguh aku sangat penasaran dengannya. Bagaimana bisa dia membuat aku jatuh
cinta hanya dalam sebuah photocard padahal tadi selama menonton aku sama sekali
tidak memperhatikannya. Aku mulai dari mencari profil tentang member wanna one
yang jebolan acara survival produce 101 season 2. Setelah itu aku mulai mencari
tahu variety show apa saja yang Daniel bintangi. Stalking dilanjut dengan
marathon produce 101 season 2 seharian karena besok adalah hari sabtu jadi aku
bebas untuk tidur jam berapapun. Palingan lucas yang akan marah jika besok aku
tidur seharian
Ini
benar-benar gila aku bisa menyelesaikan episode produce 101 sampai habis malam ini.
Aku baru selesai sekitar pukul 6 pagi setelah mulai menonton jam 8 malam.
Mataku sudah seperti zombie karena aku banyak menangis melihat perjuangan
Daniel hingga debut. Aku berfikir mereka para fangirl terlalu berlebihan saat
sedang fangiril-ing dan ternyata sekarang aku merasakannya. Aku sangat ngantuk
kasurku masih berantakan dengan laptop plus charger di sebelahnya beberpa susu
karton dan tissue. Dan aku pun tertidur dengan kondisi Kasur yang sangat-sangat
berantakan
Cahaya
matahari serasa menembus mataku yang sedari tadi tidur terlelap. Apakah aku
mimpi, apakah aku sudah disurga sungguh cahaya ini sanagat silau. Ketika aku
membuka mataku perlahan aku melihat lucas sedang menyingkirkan hordeng kamarku
dan membuka jendela agar aku bisa menghirup udara segar dari luar
“good
morning baby” lucas duduk di tepi ranjang ku yang masih amat sangat berantakan
“morning
too uummhhhh sorry I mean good afternoon” aku yang masih setengah tidur mencoba
duduk dari tidurku
“kau
habis apa semalam kenapa kasurmu sangat berantakan apa kau lembur mengerjakan
tugas, kalopun iya kenapa kau tidak bilang padaku” lucas membereskan beberapa
tisu dan karton susu yang berserakan di lantai
“mianeyeo,
semalam aku menonton acara produce 101 sampai jam 6 pagi dan pagi itu aku baru
tidur” karena aku malu dengan lucas aku pun membereskan laptop beserta tempat
tidurku dan langsung bergegas mandi. Entah kenapa lucas tidak pernah sedikitpun
ilfiel terhadapku melihatku se-messy ini dan se-jorok ini tapi lucas tetap
mencintaiku
Senin
ini aku sangat antusias menceritakan apa yang telah aku tonton kepada yena,
rasanya sangat seru ketika 2 orang fangirl sedang berbincang. Benar saja yena
seperti guru private ku menjadi wannable (sebutan untuk para penggemar wanna
one). Kini hari-hariku terasa seru bersama yena banyak hal yang aku kerjakan
bersama yena. Seperti menonton acara music yang ada wanna one nya, berburu
freebies, goodies, bahkan mengikuti acara fansign. Sampai akhirnya yena
mengajakku untuk menjadi seorang fansite. Awalnya aku tidak tahu apa itu
fansite dan apa keuntungan menjadi fansite. Apakah kuliah ku tidak akan
terganggu jika aku menjadi fansite. Tapi berulang kali yena meyakinkan ku dan mengajakku
menjadi fansite. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mencoba hal baru yaitu
menjadi fansite.
Untuk
menjadi seorang fansite tidak lah mudah yang pertama aku harus memiliki uang
yang sangat cukup. Karena sebagai seorang fansite aku harus memilki kamera yang
bagus agar hasil fotoku juga bagus, kedua aku harus belajar bagaimana cara
mengambil gambar dari angle yang bagus, yang ketiga aku harus memilki uang
untuk mengikuti kemanapun wanna konser ataupun fanmeet tapi ingat fansite bukan
lah seorang sesaeng (orang yang mengikuti kegiatan privacy seorang artis). Aku
awalnya ragu apakah bisa aku menjadi fansite sedangkan untuk membeli kamera
saja aku hanya punya uang setengahnya
Sedangkan
yena adalah mantan fansite yang sekarnag ingin aktif kembali. Dulu yena adalah
fansite girlgroup sistar, yena menjadi fansite Bora tetapi setelah sistar
disband yena memutuskan untuk berhenti dan vakum tapi keinginannya untuk menjadi
fansite ong sebenarnya sudah terbesit. Tetapi yena mengurungkan niatnya karena
yena tidak memilki teman untuk menjadi masternim.
Karena
keinginanku untuk menjadi seorang fansite sangat kuat akupun memutuskan untuk
meminjam uang pada nenek untuk membeli kamera. Awalnya aku ragu tapi aku
beranikan diri untuk meminjam uang dengan alasan untuk kuliah. Oohhh maafkan
aku nek telah berbohong padamu tapi hanya cara ini aku bisa mewujudkan
keinginanku
“nenek”
aku memeluk nenek dan mengeluh manja pada nenek
“ada
apa ahri, pasti kau ada maunya ya” nenek masih melanjutkan menyulam yang sudah
sehari hari ia lakukan. Terkadang nenek mendapat pesanan untuk membuat pajangan
dari hasil menyulam
“nek
aku mau pinjam uang 15 juta boleh” wajahku mendadak berubah menjadi aneh karena
perasaanku campur aduk saat ini
“aiigooo
untuk apa uang sebanyak itu ahri” tiba-tiba nenek terdiam ketika mendengar
nominal yang aku sebutkan
“aku
ingin membeli sebuah kamera nek dan aku hanya punya uang setengah dari harganya
dan sekarang aku ingin pinjam sama nenek, aku tidak mau pinjam atau minta pada
ibu pasti aku habis dimarahi oleh ibu. Padahal ibu dan ayah bekerja dan menghasilkan
uang yang banyak tetapi kenapa mereka sangat perhitungan pada uang” aku jujur
pada nenek kalau aku ingin membeli kamera setidaknya aku tidak akan menyesal
karena membohongi nenek
“mereka
bukan perhitungan padamu tapi mereka tahu yang terbaik untukmu, lihat dari
SMP,SMA hingga Kuliah kau bisa pilih sekolah manapun yang kau mau tidak perduli
seberapa mahal sekolah itu pasti ayah dan ibumu akan menyekolahkanmu disana,
disitulah uang yang mereka kumpulkan teralokasikan selama ini” nenek mengusap
lembut kepalaku sambal memberikan pengertian tentang ayah dan ibuku
“jadi
apakah nenek bisa pinjamkan aku uang 15 juta” aku kembali meluruskan perbincangan
yang sebelumnya sudah agak bergeser ke arah yang lain
“iya
nenek akan pinjamkan selagi itu benar untuk membeli kamera dan Kau tidak
melakukan hal yang aneh-aneh” rasanya nenek akan merasa bersalah jika tidak
memenuhi keinginan cucu semata wayangnya ini
Akhirnya
aku bisa membeli kamera untuk langkah awal ku menjadi seorang fansite. Yena
benar-benar mengajariku dari hal kecil hinggal hal besar untuk menjadi fansite.
Yena juga membuatkan ku akun fansite yaitu @Danielatechiato yang memilki nama
yang sama dengan yena yaitu @Onglatechiato. Kami berdua pun memutuskan untuk
menjadi shipper fansite mulai hari ini. Dan bersiaplah aku menjadi seperti apa
yang aku lihat di bandara kala itu
Hari
ini adalah hari pertamaku menjadi fansite dan mengambil gambar wanna one
especially Daniel. Rasa takut dan deg-degan bercampur menjadi satu, karena aku
belum memliki pengalaman apapun menjadi fotografer ataupun sekedar mengambil
gambar dengan hasil yang bagus. Tapi lagi dan lagi yena mengajariku bagaimana
mengambil gambar untuk pemula. Sungguh yena benar-benar teman yang sangat baik.
Dia sangat memperhatikanku dan aku jadi terharu karena selama di London aku
tidak memiliki teman sedekat yena. Hari ini wanna one tampil di acara penghargaan
Seoul Music Awards. Acara music besar pertama yang aku datangi selama ini.
Karena
ini baru pertama akupun dengan senang dan antusias mengambil gambar Daniel
dengan sebanyak-banyaknya. Oh iya sebelum bisa masuk ke konser aku dan yena
harus menyembunyikan kamera ini agar tidak terlihat oleh petugas karena di
acara konser manapun tidak di perbolehkan penonton membawa kamera professional.
Dan hal yang dilakukan yena benar-benar gila aku rasa apapun yang dilakukan
yena benar-benar di luar akal sehat. Yena menyuruhku menyembunyikan kamera di
bawah rokku. Dan aku baru tahu kalau kenapa yena menyuruhku memakai rok yang
megar sekali agar bisa menyembunyikan kamera. Jadi bisa dibayangkan aku
melingkarkan tali kamera ku di pinggang dan membiarkan kamera tergantung di
tengah kedua kakiku. Bisa dibayangkan betapa susahnya aku berjalan saat itu.
Tapi benar saja cara yang dilakukan ini sangat berhasil
Ketika
acara selesai aku dan yena bisa dengan mudah membawa kamera itu keluar venue.
Huuhh hari yang melelahkan karena ini hari pertama ku menjadi fansite.
Sepulangnya dari acara aku tidak langsung tidur melaikan aku buka laptop dan me
re-view hasil fotoku tadi. Hhmm aku tidak langsung memuji hasil karyaku tetapi
aku bertanya kepada yena, yena bilang lumayan lah untuk seorang pemula. Awalnya
fansite aku dan yena masih sepi followers tapi aku terus mempromosikan akun
twitter ku agar memiliki banyak followers. Tujuannya hanya satu aku ingin
berbagi kebahagiaan kepada seluruh wannable dan tentunya peach (nama fandom
Daniel).
Sudah
satu bulan aku menjadi fansite yang pergi kesana kemari mengikuti wanna one
tampil. Perlahan aku bisa mengumpulkan uang untuk mengganti uang yang aku
pinjam dari nenek. Jumlah followers ku di twitter juga sudah cukup banyak. Aku
mendapatkan uang dari hasil menjual foto hasil jepretanku kepada fansite lain.
Aku dan yena juga aktif membuat design slogan slogan untuk kami jual, lumayan
keuntungannya. Aku dan yena juga sering membuat fankit project. Pokoknya aku
dan yena sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil menjadi fansite
dadakan hahaha.
Sebentar
lagi wanna one akan tour untuk fanmeet pertama mereka yang berjudul “Wanna Be
Loved” selama awal menjadi fansite aku rela tidak jajan demi bisa menonton
mereka. Uang dari hasil jualan slogan dan fankit aku tabung untuk konser
sedangkan hasil jualan foto aku tabung untuk mengganti uang nenek. Memang
tabunganku untuk konser belum banyak tapi lumayan terbantu dari uang jajan
bulananku dari ibu. Aku dan yena juga sudah memiliki rencana untuk menjual slogan,
fankit dan goodies dari fansite kolaborasi kami. Oiya nama fansite kolaborasi
aku dan yena adalah Ongnielatechiato
Selama
sibuk menjadi fansite aku lupa dengan lucas jarang pesan lucas yang aku balas
karena aku sibuk mencari uang untuk menonton fanmeet. Sebenarnya aku merasa
bersalah tapi aku akan merasa lebih bersalah jika aku tidak bisa menonton wanna
one. Karena lucas tau aku sangat sibuk akhir-akhir ini lucas lebih sering datang
ke rumah nenek. Bahkan hari ini lucas sudah ada di rumah nenek sejak pagi tadi,
padahal pagi tadi aku sudah bilang padanya kalau aku ingin pergi ketempat
percetakan untuk mencetak slogan yang akan aku jual
“haiii
kau sudah pulang” lucas berdiri dari duduknya di ruang tamu
“aigooo
kau datang dari jam berapa” aku duduk disamping lucas
“lucas
datang dari tadi pagi 5 menit setelah kau pergi, kau jarang ada di rumah
kasihan lucas setiap ke rumah kau selalu tidak ada” suara nenek menyambar dari
ruang tv
“mianeyo
lucas” aku tiba-tiba memeluk lucas sambal menangis karena aku telah bodoh
menyia-nyiakan lelaki sebaik lucas
“kau
kenapa menagis, uljimayo” lucas menghapus air mata yang jatuh di pipiku. Aku
jadi merasa sangat bersalah kali ini padahal kedatanganku ke korea ya untuk hal
seperti ini dan terbebas dari lucas. Tapi lagi lagi ketulusan hatinya membuatku
luluh
“aku
merasa sangat bersalah telah mengabaikanmu akhir-akhir ini” aku masih memeluk
lucas sambil menangis di pelukannya
“memang
hal seperti ini kan yang kau mau, itu mengapa aku tau kenapa kau ingin sekali
pindah ke korea. Bagaimanapun kamu aku akan selalu mencintaimu, dan apapun
kegiatan mu aku pasti akan selalu mendukungmu, gwenchana sudah jangan menangis
lagi” lucas mengusap kepalaku lembut. Jadi aku putuskan untuk bersama lucas
hari ini seharian ya itung-itung untuk menebus kesalahanku beberapa hari
kemarin. Aku pun tidak lupa memberi tahu yena kalau hari ini aku akan
menghabiskan waktu bersama lucas dan aku batalkan beberapa kegiatanku bersama
yena
Karena
kegiatan kuliah plus menjadi wannable baru menjadikan ku sangat sibuk. Yang
biasanya seminggu aku bisa hampir full dengan lucas berbeda kali ini aku hanya
menghabiskan waktu bersama lucas setiap hari minggu. Hubungan kami menjadi
sedikit renggang dan aku menyadari hal itu, tapi entah kenapa perlakuan lucas
terhadapku sama sekali tidak berubah sejak pertama lucas bilang kepada ibu dia
ingin menjadi pacarku. Aku sama sekali tidak bisa memilih antara lucas atau
hobi baruku menjadi fangirl karena aku sangat sayang pada lucas dan juga
Daniel. Kesibukanku mengikuti bukan hanya fanmeet melainkan konser kemanapun
wanna one konser menjadi alasan kuat mengapa aku jarang bertemu lucas. Teman
teman kuliahku sudah tau bahwa aku dan yena saat ini sudah menjadi fansite yang
terkenal, fansite yang dicintai banyak wannable di seluruh dunia
Hari
ini wanna one akan terbang ke LA untuk konser pertama mereka, tidak lupa aku
dan yena juga ikut eksis menjadi fansite yang memfoto mereka. Karena sudah
biasa mengambil gambar mereka di bandara jadinya aku melakukan hal biasa
membawa kamera, kursi lipat sebagai alat bantu agar aku mengambil gambar dengan
bagus dan juga selimut untuk menutupi kameraku
Ketika
wanna sudah sampai di bandara Incheon para fansite mulai berlarian menuju
pintu depan bandara menunggu wanna one
turun dan mobil van. Tetapi kami para fansite juga sudah meletakkan kursi kami
masing-masing di jalan untuk wanna one lewat. Aku dan yena berlarian menuju
mobil van wanna one dan mengambil foto yang banyak. Tidak lama setelah itu
wanna one berjalan menuju gate pass dan aku pun ikut berlarian dan naik ke atas
kursi tangga milikku. Dan banyak juga fansite yang tidak memakai kursi dan
hanya berlarian kea rah wanna one
Entah
mungkin ini hari sialku disaat teman teman masternim sedang berlarian ada salah
satu masternim lain lari dan tidak sengaja menyenggol kursi tangga ku dan
bbrrrruuuaaakkkkk aku terjatuh dari kursi tangga setinggi 60cm dan sempat
membuat heboh suasana disana. Aku dan yena sempat berpencar saat itu. Yena
tidak tahu kalau aku terjatuh. Karena masternim disini semua ganas mereka hanya
melihatku sesaat lalu segera berlari menuju wanna one untuk mengambil gambar.
Ada yg menginjak kaki ku yang terkilir dan aku hanya terduduk membungkuk
menutupi kameraku agar tidak rusak terinjak oleh masternim lain
Setelah
kerumunan piranha berlari ke arah depan aku masih terduduk kesakitan menahan
kaki kiri ku yang terkilir. Tak lama ada seorang pria yang datang menghampiriku
dan membantuku bangun tapi sayangnya kaki kiri ku yang sudah terkilir akibat
jatuh tidak bisa menahan untuk berdiri karena tadi sempat ada yang menginjak
kaki kiri ku ini. Akhirnya aku di gendong oleh lelaki itu untuk di bawa ke
ruang P3K bandara Incheon
“terimakasih
sudah menolongku kesini kalau tidak, aku tidak tahu jadi apa tadi” senyumku saat
lelaki itu membaringkanku di ruang P3K
“sama-sama
lain kali kau harus berhati-hati wanna one juga ingin kalian memperhatikan
keselamatan kalian, ngomong-ngomong kau suka siapa di wanna one” tanya nya
seakan ingin mengajakku berbicara banyak
“eoohhh
aku suka kang Daniel” jawabku
“baiklah
nanti akan aku beri salam untuk Daniel dari fans nya yang sedang sakit”
jawabannya membuat aku terdiam sejenak, setelah meninggalkan jawaban penuh arti
lelaki berumur sekitar 35 tahun itu pergi meninggalkanku tanpa aku mengetahui
apa jawaban darinya atas pertanyaanku berikutnya. Dering ponsel ku memecahkan
lamunanku ternyata yena menelponku karena aku yakin dia pasti mencari ku
“iya
yena kau dimana” tanyaku
“aaaiissshhh
harusnya aku yang bertanya kau dimana” yena
“aku
diruang P3K, kau kesini biar aku jelaskan” ku tutup telpon ku dari yena supaya
anak itu tidak banyak bicara di telpon. 5 menit setelah yena menelponku datang
wanita mungil itu ke ruang P3K
“aiiggooooo
gwenchana, kau kenapa” yena terlihat panik bukan main melihat perawat yang
sedang membalut kaki kiriku
“aku
tadi jatuh dari kursi tangga dan ada orang yang menginjak kaki ku saat aku
terjatuh” aku menceritakan kembali kejadian 30 menit lalu
“kau
sudah telpon lucas?” tanya yena sambil memegang perban luka ku. Aku sampai lupa
memberitahu lucas tentang kejadian ini. Akhirnya aku pun menelepon lucas.
Karena memang jarak rumah tantenya lucas dari bandara tidak jauh, 20 menit
kemudian lucas datang dengan tergesa-gesa
“are
you okay baby, neo gwencana?” tanya lucas panic sambil memegang dahiku dan melihat
sekeliling tubuhku
“aku
tidak apa-apa lucas hanya saja kaki kiri ku terkilir”aku menjauhkan tangan
lucas di dahiku karena sebenarnya badanku tidak demam
“baiklah
ayo kita kerumah sakit, aku khawatir denganmu” lucas
“aniyo
aniyo aniyo kita pulang saja dan aku mohon jangan beritahu ibu dan ayah ya” aku
menahan tangan lucas yang hendak menggendongku
“aaaiihhh
kau tidak berubah ya di saat kondisimu seperti ini saja kau tidak ingin ayah
dan ibu tahu, kasihan mereka pasti cemas karena perasaan khawatir menghampiri
mereka” lucas menghela nafas dalam karena kecewa denga sikap ku yang tidak
pernah berubah. Justru dengan aku tidak memberi tahu ayah dan ibu itu tidak
akan khawatir padaku
Aku
pun pulang diantar lucas dan yena pulang sendiri. Sesampainya di rumah, nenek
panic bukan kepalang melihat kakiku yang sudah di perban. Dan akhirnya nenek
memanggil dokter kerumah untuk memeriksa ku. Dokter bilang aku tidak ada luka
yang serius hanya saja kaki ku terkilir dan membutuhkan istirahat setidaknya 3
hari agar kaki ku bisa kembali normal lagi.
Selama
3 hari aku tidak kuliah dan lucas datang hanya hari ini padahal ini sudah hari
kedua aku dirumah. Aku sangat bosan karena aku tidak bisa kemana-mana aku
berharap ada lucas yang bisa menemaniku tetapi ternyata sehari kemarin lucas
tidak datang. Aku bingung kenapa lucas sedikit berubah, lucas juga tidak banyak
mengirimku pesan hanya pesan-pesan penting seperti jangan lupa makan dan minum
obat. Lucas tidak memberitahuku tentang kegiatannya hari ini
Aku
sama sekali tidak ingin menaruh curiga pada lucas tapi hatiku terus saja
gelisah. Baru sore lucas datang kerumahku membawakan ku beberapa buah kesukaan
ku. Tanpa banyak basa-basi akupun segera bertanya tentang kegelisahanku pada
lucas
“lucas kenapa kau baru datang hari ini, eohhhh?”
tanyaku manja pada lucas
“kemarin
seharian aku ada latihan band di kampus dan tidak sempat memberitahukanmu, maaf
ya, kau jangan lupa makan dan minum obat agar kau cepat sembuh” lucas mengupas
apel merah untukku
“kau
sepertinya berubah entah perasaanku saja atau memang ini kenyataan” aku
“kalau
ada wanita lain yang lebih perhatian padaku dan aku meninggalkanmu bagaimana?”
lucas mendekatkan wajahnya ke wajahku dan kita hanya berjarak kurang dari 1cm
“uummhhhhhh
itu berarti aku bodoh karena Daniel tidak akan pernah jadi kenyataan untukku”
tanpa aku sadari air mataku jatuh dan aku terhanyut dalam suasana ini
“jawabannya
ada dua ada dan tidak akan pernah” lucas telah selesai megupas apel dan
memakannya sambil menunjukkan smirk evilnya
Setelah
3 hari tidak masuk kuliah akhirnya aku kembali kuliah walau dengan kaki yang
masih tergopoh-gopoh untuk berjalan. Baru saja masuk kelas suara cibiran
teman-teman kelasku sudah memenuhi telingaku. Padahal mereka tau aku baru saja
sembuh dari sakit, apakah ternyata sekolah korea se-jahat ini. Ingin menangis
saja rasanya pagi ini
“sudah
selesai mengejar oppa yang tidak pernah bisa jadi milikmu” seru seseorang dari
kursi paling belakang
“sekalian
saja tidak usah masuk kuliah dan urus idola kalian sampai mereka menjadi kaya
dan kalian berdua menjadi miskin hahahahahaha” hampir setengah kelas
menertawaiku dan yena
“kalian
berhak mencibirku sepuas yang kalian mau kalian boleh mencibir idola ku tapi
aku juga berhak untuk tidak mendengarkan omongan kalian” yena menggebrak meja
kelas dan sukses mebuat seisi kelas terdiam dan akupun ikut kaget dibuatnya
“sudah
yena sudah jangan terpancing emosi” aku mencoba menenangkan yena
“hahahaha
belum saja si cantik bodoh itu diambil pacarnya oleh sejong” tiba-tiba aku terdiam setelah mendengar
kata-kata barusan dari anak paling nakal dikelas, aku langsung teringat
kata-kata lucas yang kemarin dia bilang padaku. Siapa itu sejong apakah aku
terlalu sibuk sampai aku sama sekali tidak tahu siapa saja teman lucas dengan
siapa lucas dekat, aigooo bodohnya diriku selama ini aku hanya focus Daniel yang
hanya ada dalam imajinasiku
Setelah
cukup lama menjadi bucin wanna one terutama Daniel hari ini adalah hari pertama
aku mengikuti fansign wanna one. Rasa senang bercampur deg-degan menjadi satu
karena aku bisa melihat Daniel sedekat nadi. Oh my god apa yang harus aku lakukan
agar aku bisa ternotice oleh Daniel. Tenang saja aku sudah menyiapkan budget
untuk fansign kali ini. Aku akan membeli 100 buah album agar aku bisa mendapatkan
tiket fansign karena ini fansign pertamaku
Berbeda
dengan yang lain aku tidak memberikan kado apapun untuk Daniel melainkan aku
memberikan catatan curhatku tentang hubunganku dan lucas. Karena aku bingung
harus cerita kepada siapa tentang masalahku. Setelah aku membeli 100 album aku
sangat takut jika aku tidak mendapatkan tiket fansign, sampai akhirnya di album
ke 98 aku mendapatkan nomor cantik yang akhirnya mengantarkanku pada fansign
pertama ku. Awalnya aku sudah hopeless karena nomor yang aku dapat tidak ada
yang mendapatkan tiket tapi syukurlah akhirnya aku bisa bertemu dengan Daniel
sedekat nadi
Walaupun
aku menjadi peserta terakhir yang bisa mengikuti fansign tetapi aku sangat
antusias meski wanna one sudah terlihat lelah akibat jadwal mereka yang padat.
Saat ini Daniel berada di tengah tengah, waktu berbicara dengan wanna one hanya
satu menit pada setiap member. Jadi aku harus memanfaatkan waktu ini sebaik
mungkin untuk mendapatkan notice dari Daniel. Fansign pertama dimulai dari
jisung, jinyoung, daehwi, minhyun, ong dan yasshhhhh Daniel. Jujur saat ini aku
hanya focus pada Daniel aku ingin Daniel bisa menjadi penyemangatku disaat aku
sedang gelisah saat ini.
“hai my name is Choi Ahri from London” aku mengawali obrolanku dengan Daniel
“oohhh
hai nice to meet you” Daniel memang salah satu English speaker di wanna one
hahaha rasanya ingin tertawa melihat Daniel berbicara bahasa inggris
“hai
Daniel aku sangat mengidolakanmu, tolong dibaca ya ini, dan tunggu chapter ke
dua di fansign berikutnya” aku memberikan notes kecil yang sudah aku persiapkan
dari rumah. Dan Daniel hanya memasang wajah bingung atas sikap ku tadi hahahaha
Acara
fansign pun selesai aku pulang dengan hati yang sangat senang walaupun dalam
lubuk hati kecilku aku masih memikirkan tentang lucas terlebih sudah satu hari
full ini lucas tidak menghubungiku. Rasanya ingin aku hubungi lucas tetapi aku
merasa gengsi pada diriku sendiri. Tetapi atas saran yena akhirnya aku menelpon
lucas
“yeoboseo
lucas” aku membuka percakapan yang sepertinya sedikit canggung malam ini.
Padahal dulu kita berdua bisa telponan sampai tengah malam bahkan menjelang
pagi
“yeoboseyo
ahri-ah how was your day is it happy or very very happy” tanyanya dari sebrang
telepon
“lucas
aku rindu padamu” entah kenapa tiba-tibak mulutku berucap seperti ini
“simpan
rindumu sampai kau selesai dengan Daniel dan yena ya hahahaha” lucas meledek ku
dengan kata-kata yang sebenarnya akan membut fikiran ku tambah kacau
“aiiggoooo
yasudah nanti aku telpon lagi ya aku sedang di perjalanan pulang bersama yena”
aku menutup telpon ku
Di
perjalanan pulang aku terus memikirkan lucas dan wanita bernama sejong siapa
dia sampai aku bisa menemukan siapa dia baru hatiku bisa lega. Yena menyadari
aku yang terus berjalan dengan tatapan kosong dan sangat berbeda dengan yena
yang sangat ceria bahkan tidak ada hentinya memutar-mutar ulang video fancam
dirinya yang sedang berbicara dengan ong
“yyaakkk
kau kenapa diam saja dan tidak senang hari ini” tanya nya sambil memukul
pundakku untuk menghancurkan lamunanku
“aku
masih kefikiran tentang sejong, apa benar yang di ucap youngmin itu benar bahwa
sekarang lucas sedang dekat dengan sejong” aku menghentikan langkahku yang
sudah benar-benar lemas jika pada faktanya lucas benar-benar sudah jatuh cinta
pada wanita lain
“baiklah
besok senin kita akan cari tahu siapa itu sejong, kajaaa bus nya sudah datang”
yena menarik tanganku seperti biasa
Senin
ini yena janji akan menjadi detektif dadakan untuk membantuku mencari tahu
siapa sejong. Yena bilang aku tidak usah ikut turun lapangan untuk mencari
info, yena bilang biar dia saja yang mencari tahu dan aku tinggal terima beres.
Hhmmm baiklah aku tidak pernah meragukan kemampuan si kecil centil yena.
Hhuuhhhh dia sangat baik sekali padaku sampai mau membantuku menyelesaikan masalahku
“hai
aerin aku butuh bantuan mu sekarang” yena datang ke kelas art 1B yaitu kelasnya
lucas. Aku tidak pernah tahu bahwa yena memiliki teman selain aku dan dia
berada di kelas yang berbeda
“ada
apa yena tumben sekali kau kesini, apa kau ingin menawarkan slogan, atau
fankit?” tanya aerin seraya menghampiri yena yang berdiri di depan pintu
kelasnya
“mari
kita bicara di taman” yena menarik tangan aerin, hal yang biasa ia lakukan
terhadapku
“kau
ada perlu apa denganku” aerin dan yena memulai pembicaraan detektif di taman
belakang kampus yang sepi
“aku
mau tanya apa kau kenal sejong, anak art tapi aku tidak tahu dia di kelas
mana?” yena
“sejong
teman sekelasku, memangnya ada apa dengan sejong” aerin yang mulai bingung dan
bertanya mendalam yena
“eeoohh
tidak, aku hanya ingin tahu dia itu bagaimana di kelas” yena bertanya lebih
dalam lagi seperti polisi yang sedang mewawancarai seorang saksi
“sejong
itu anak pintar yang mendapat beasiswa di Sunmusic University, semua anak di
kelas tahu tentang kehidupannya. Dia anak broken home, ayahnya meninggalkan ibu
dan kedua adiknya begitu saja dan membuat sejong hidup dengan ketertekanan.
Ibunya sangat jahat padanya, dia sering datang ke kampus dengan tubuh ataupun
wajah yang lebam, karena kondisi ekonomi yang sulit membuat ibunya sangat emosional
dan sering memukuli sejong dan adik adiknya” cerita aerin panjang dikali lebar
tentang hidup sejong
“jinjjayeo,
aaiihhh aku jadi merasa kasihan pada sejong” Yena
“kau
pasti mencari informasi tentang sejong untuk ahri ya?, ahri itu terlalu sibuk
dengan wanna one sehingga membuat dia lupa dengan lucas” tukas aerin
“sebenarnya
ini sulit untuk ahri aku kasihan dengan dia, aku tahu betul bagaimana masa lalu
nya” curhat yena kepada aerin
“sejong
itu wanita yang cantik, baik dan pintar banyak laki-laki yang menyukainya, ahri
harus berhati-hati dengan itu bisa saja lucas jatuh hati pada sejong” ucapan
aerin membuat yena merasa ikut panik karena apa yang dibilang aerin itu bisa
jadi benar
“iya
aku tahu, hhuuhhh aku jadi semakin kasihan dengan ahri, sayang jika akhirnya
lucas dan ahri berpisah karena aku” wajah yena terlihat sangat murung
“lucas
juga laki-laki tampan banyak sekali teman sekelas maupun di luar kelas yang suka pada lucas, pasti
ahri tidak tahu kan tentang hal itu, bahkan lucas memiliki secret admirer dari
kelas musical 3B setiap hari lucas mendapatkan surat cinta dari secret admire-nya” tambah aerin
“baiklah
terimakasih ya atas informasinya, dan aku harap jangan beri tahu siapapun
tentang pertemuan ini, bonusnya kau akan aku berikan slogan 2 pcs, byee” yena
melaimbaikan tangannya pada aerin dan bergegas menuju kelas
Di
kelas seperti biasa aku hanya membaca komik sambil mendengarkan music saat jam
istirahat tiba, kebetulan sekali aku sedang mendengarkan lagu always wanna one.
Suaraku tidak buruk jadi terkadang aku mendengarkan sambil menyanyikan kecil
lagu yang sedang aku dengarkan. Tiba-tiba datang yena dengan tergesa-gesa
menuju mejaku
“tidak
usah lari-lari memangnya ada apa sih?” aku mencopot headset di telingaku
“kau
harus tetap bersama lucas apapun yang terjadi jangan sampai ada orang lain yang
masuk di hubungan kalian, aku akan merasa sangat bersalah kalau kalian
berakhir” nafas yena masih tersengal-sengal akibat berlari dari halaman
belakang sampai ke kelas karena jaraknya lumayan jauh
“maksudmu
apa aku tidak mengerti” aku semakin bingung dengan perkataan yena, walaupun aku
tahu ini pasti tentang lucas dan sejong. Akhirnya menceritakan informasi yang
dia dapat dari aerin pagi ini. Aku kaget bukan main belum ada setahun aku
kuliah disini sudah banyak hal terjadi padaku dan lucas, dan bodohnya aku
sampai tidak tahu banyak wanita yang menginginkan ada di posisi diriku saat
ini. Aku terus memaki diriku sendiri perasaan ku kacau, kalut dan tidak tahu
lagi harus berbuat apa. Siang itu aku memutuskan untuk tidak mengikuti kelas
berikutnya aku pergi mengikuti kaki ku melangkah
Aku
terus berjalan dengan tatapan kosong sambil terus meratapi hubunganku dan lucas
kedepannya. Aku sudah pasrah jika nanti pada akhirnya lucas akan jatuh hati
pada wanita lain entah itu sejong ataupun yang lain. Aku tidak memberitahu yena
kalau aku pergi dari kampus, ponsel aku matikan karena saat ini aku hanya ingin
menyendiri. Kaki ku terus berjalan melewati trotoar sepanjang jalan dan
berhenti di pinggir sungai han. Aku duduk di pinggir sungai han sambil sesekali
melempar batu, ingin rasanya aku menangis tapi tidak bisa semua begitu sesak
tertahan di dada. Tidak ada yang kulakukan disini selain hanya terdiam melempar
batu sambil mendengarkan lagu-lagu wanna one
Aku
duduk di tepi sungai han sampai pukul 7 malam. Setelah langit sudah mulai
berubah menjadi gelap akupun pulang. Aku belum makan dari tadi pagi karena
nafsu makan ku seakan hilang begitu saja. Aku lemas sekali aku berjalan pulang
sendirian dengan tubuh yang gemetar. Sesampainya di busway aku nyalakan
ponselku. Dan banyak sekali pesan masuk maupun panggilan tak terjawab dari
yena, nenek dan tentunya lucas. Aku semakin malas mengecek isi pesan mereka
Baru
aku membuka pintu rumah lucas sudah duduk di kursi tamu dan blank tiba tiba
semua pandanganku gelap. Dan saat aku terbangun aku sudah ada di kamar. Aku
melihat wajah lucas, nenek dan yena. Kepalaku sangat pusing sekali dan tubuhku
seakan tidak memiliki tenaga untuk bangun
“ada
apa ini kenapa yena ada disini?’ tanyaku sambil memastikan bahwa itu benar yena
atau hanya halusinasiku saja karena kepala pusing ini
“kau
tadi pingsan, sudah sekarang kau istirahat saja dulu” lucas mengelus kepalaku
sambil tersenyum. Aku bahagia sekali melihat moment ini, moment dimana lucas
sangat perhatian padaku
“ya
ampun ahri seharian aku khawatir mencarimu” yena duduk di tepi ranjangku
“mianhe,
aku tadi hanya pergi sebentar saja kok” senyumku
Karena
ke-egoisanku aku jadi merasa bersalah pada nenek, nenek terlihat sangat
khawatir, lucas juga menasehatiku untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi.
Sepanjang hari menunggu kabarku nenek selalu mondar-mandir di depan pintu
sembari lucas menunggu balasan dari ku. Sebenarnya jika aku ada masalah dengan
lucas aku harusnya menyelesaikan dengan lucas bukan dengan cara seperti ini.
Sampai saat ini aku masih menutupi alasanku kenapa aku pergi begitu saja tanpa
kabar. Aku yakin lucas pasti tahu dari yena tentang keresahanku
Sore
ini aku dan yena ada janji untuk kumpul dengan wannable di seoul. Kami membicarakan
tentang project yang akan kita buat untuk wanna one. Aku dan yena pergi ke
salah satu café di pusat kota seoul. Kami kumpul sampai sekitar jam 8:30 malam.
Aku lewat jalan yang tidak biasanya aku lewat tapi tenang ada yena yang hafal
jalanan ini. Saat melewati taman kecil aku melihat lelaki yang terlihat
sepintas mirip dengan lucas dengan seorang wanita disebelahnya. Awalnya aku
tidak mau berburuk sangka bahwa itu adalah lucas dan sejong. Tapi karena rasa
penasaranku yang tinggi akupun mendekati pasangan itu
Dan
benar saja feeling ku itu adalah lucas dengan sejong. Aku melihat lucas sedang
mengompres sejong di bagian sudut bibir kanan. Aku tidak tahu lagi harus apa
saat itu aku hanya diam di tempat sambil berkata lirih
“lucas”
ucapku dengan sangat lirih
“eeoohhhhh
ahri” lucas terkejut melihat aku berada di belakangnya
Tanpa
bicara lagi aku langsung lari melewati yena sambil menangis. Akhirnya aku
melihat sendiri lucas dengan sejong dan ini pertama kali aku melihat wajah
sejong. Aku sadar kalau lucas jatuh hati pada sejong karena aku tidak ada apa
apanya di banding sejong. Aku mrasa sangat buruk saat itu, aku yang selama ini
merasa lucas tidak akan pernah berpaling dariku ternyata salah besar. Aku
terlalu terbuai dengan kehidupanku sehingga aku lupa bahwa harus ada yang aku
jaga. Karena aku sangat mencintai lucas aku begitu sangat terpukul melihat
kejadian ini.
Beberapa
hari ini aku sengaja tidak ingin bertemu lucas dulu, tujuannya agar
pertengkaran tidak semakin memperkeruh keadaan. Aku mengirim pesan terakhir
pada lucas untuk jangan temui aku dulu sampai aku siap. Ya siap dalam arti kata
aku siap untuk mendengar lucas ingin putus denganku lalu berpacaran dengan
sejong. Sudah 3 hari ini aku terus murung, aku selalu datang ke kelas tepat
waktu tidak seperti dulu setengah jam sebelum kelas dimulai aku sudah ada di
kelas menggosip tentang wanna one dengan yena. Dan setiap pulang aku juga
langsung pulang kerumah. Setiap yena mengajakku jalan aku selalu menolaknya.
Sampai yena bingung karena melihat sikapku yang berubah 360 derajat
Yena
memang paling tahu cara ampuh untuk membuatku tersenyum kembali. Yena
mengajakku datang ke fansign wanna one yang di adakan oleh salah satu makanan
fast food di korea. Yena memberitahu ku tentang rules untuk mendapatkan tiket
fansign. Aku sedikit senang karena aku akan bertemu wanna one walapun dengan
hati yang sedang kalut.
Karena
yena ingin masalahku dengan lucas selesai, yena membantuku untuk mendapatkan
informasi tentang kejadian malam itu pada sejong. Sebelumnya yena sudah meminta
nomor ponsel sejong pada aerin dan mereka berdua pun sudah janjian untuk
bertemu di ruang music.
“hai
aku yena temannya ahri” yena mengajak berjabat tangan dengan sejong
“hai
aku sejong” sejong membalas jabat tangan yena dengan sangat sopan dan pemalu
“sebenarnya
pertemuan ini hanya bermaksud untuk mendapatkan klarifikasi darimu tentang
kejadian malam itu, kau paham kan” yena
“iya
aku sudah tahu cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Sejujurnya malam itu
ibuku sedang kacau, usaha ibuku hampir mengalami kebangkrutan dan malam itu aku
meminta uang untuk membeli alat alat lukis untuk ujian. Tapi karena ibuku yang
temperamental akhirnya aku dipukuli habis-habisan oleh ibuku. Aku hanya bisa
meminta tolong pada adik ku yang kecil untuk menelpon siapapun yang ada di
panggilan terakhir ku. Dan akhirnya adikku menelpon lucas karena saat jam
istirahat aku sempat menelepon lucas untuk datang keruang dosen karena dosenku
ingin bertemu dengan lucas jadi lucas lah yang ada di daftar panggilan terakhir
di ponselku” ujar sejong dengan wajah yang menunduk
“uummhhh
aku minta maaf ya” yena menjadi merasa bersalah pada sejong karena pernyataan
sejong barusan
“terserah
kau dan ahri mau percaya atau tidak, tolong sampaikan maaf ku untuk ahri. Aku
tahu lucas dan ahri sudah berpacaran sejak mereka masih di London. Semua orang
tahu kalau lucas sudah punya pacar dan mereka juga tahu kalau pacarnya adalah
salah satu fansite terkenal di korea. Lucas sangat mencintai ahri jadi sangat
mustahil jika lucas akan berpaling darinya. Aku memang menyukai lucas tapi aku
sadar kalau cinta lucas pada ahri jauh lebih besar daripada cintaku untuk
lucas” sejong
“terimakasih
ya atas waktumu sudah mau memberikan klarifikasi ini padaku, aku tidak bisa
melihat ahri terus-terusan murung jadi aku ingin masalah ini cepat selesai,
sekali lagi aku minta maaf jika perkataan ku tadi menyinggung atau membuatmu
sedih” yena pun meninggalkan sejong dan pergi ke kelas untuk mencari lucas.
Tampaknya usaha yena tidak berhenti sampai disini saja
“aerin
apa kau melihat lucas?” yena menyapa aerin yang sedang berada di depan kelas
sambil bersenda gurau dengan teman kelasnya
“eoohh
yena, ummhhh sepertinya tadi lucas sedang berada di ruang seminar, lucas sedang
latihan untuk ujian besok” jawab aerin
“baiklah
aku segera kesana terimakasih atas informasinya” yena melambaikan tangan dan
berlalu meninggalkan aerin. Setelah mendapat informasi yena langsung pergi
menuju ruang seminar
“hello
permisi, lucas-si aku ingin bicara sebentar padamu” kepala yena mengintip
sedikit dari pintu luar ruang seminar
“eohhh
baiklah, aku keluar sebentar ya” ucap lucas pada teman-teman nya
“kapan
kau akan berbicara dengan ahri sepertinya semakin hari ahri semakin kacau, dia
selalu datang telat dan pulang lebih dulu, aku kasihan melihatnya, dia juga jarang
sekali makan. Sampai ketika aku beritahu tentang fansign wanna one saja ahri
tidak se antusias biasanya” yena mengajak lucas mengobrol di kursi depan ruang
seminar
“sebenarnya
aku ingin sekali berbicara dengan ahri karena aku ingin menjelaskan semuanya,
ahri pasti salah paham dengan ku. Aku tau aku salah tapi setidaknya ahri tau
kebenarannya. Ahri bilang jangan temui dia sampai dia siap bertemu denganku.
Aku percaya padamu tolong buat ahri tersenyum dulu ya, bawa ahri temui Daniel
dengan begitu ahri akan sedikit lebih bahagia” Lucas
“aku
sudah tahu semuanya dari sejong, tujuanku kesini hanya untuk menanyakan hal ini
padamu. Aku harap kalian cepat segera baikan ya. Aku akan merasa bersalah jika
kalian sampai putus” yena menundukkan kepalanya karena sangat merasa bersalah
“iya
terimakasih ya yena kau sudah mau membantu ahri untuk segera menyelesaikan
masalahnya. Bilang padanya kalau aku sangat mencintainya no matter what happen”
lucas tersenyum
Setelah
pertemuan singkat yena dengan lucas dan sejong. Yena mengajakku untuk bertemu
wanna one secara dekat untuk yang kedua kalinya. Perbedaannya adalah aku tidak
se antusias seperti sebelumnya aku tidak berharap lebih kali ini. Karena memang
aku juga masih terus kefikiran tentang masalahku. Tapi yena selalu bilang untuk
aku melupakan sejenak masalahku dan enjoy hari ini. Tidak lupa aku menyiapkan
notes kecil yang berisi curhatanku part 2 untuk Daniel. Entah dibaca atau tidak
yang pasti aku ingin memberikan ini pada Daniel.
Seperti
dewi fortuna hari ini aku beruntung mendapatkan tiket untuk fansign lagi. Aku
cukup senang dan tidak sabar untuk memberikan ini untuk Daniel. Berbeda dengan
sebelumnya kali ini aku menjadi 5 dari urutan pertama. Jadi waktu untuk
berbicara dengan Daniel tidaklah lama. Satu persatu member wanna one aku
datangi. Kali ini aku bukan meminta tanda tangan lagi pada mereka. Melainkan
aku ingin sekali memegang tangan semua member wanna one. Pada saat aku memegang
tangan daehwi tba-tiba aku menangis padahal aku belum sampai di meja Daniel
“uljimaa,
kenapa kau menangis eoh” tanya daehwi lembut padaku
“aniiyoooo
aku hanya sedang ada sedikit masalah entah kenapa ketika aku melihatmu aku jadi
menangis” aku menyeka air mataku sambil tertawa
“jangan
menangis kau pasti bisa melewati semua ini, kami semua wanna one sangat
menyanyangimu” ucap daewi sambil menggenggam erat tanganku. Setelah daehwi aku
pindah ke meja minhyun. Dan ketika aku sampai di depan minhyun aku bertanya
sesuatu padanya
“jika
tidak ada orang lain di dunia ini yang mau menemaniku apakah kau mau
menemaniku?” tanyaku pada minhyun
“saat
kau merasa semua orang menjauhimu ingatlah ada aku dan wanna one yang akan
selalu bersamamu” minhyun tersenyum sambil menatap dalam wajahku. Aku merasa
sangat terharu mendengar jawaban dari minhyun. Setelah melewati beberapa member
wanna one akupun sampai tepat di depan Daniel. Baru saja aku duduk di depan
Daniel, ia langsung mengucap kalimat
“mana
part 2-nya aku sangat menunggu” Daniel tersenyum manis padaku dan seketika membuat
jantung ku terasa ingin copot mendengar Daniel berbicara seperti itu
“aigooo
kau membacanya aku fikir kau terima lalu langsung kau buang hahahaha, ini
kelanjutan dari part 1” aku tertawa seraya memberikan notes yang sudah aku
siapkan. Aku melihat Daniel menulis sesuatu di kertas lalu memberikannya padaku
“aku boleh meminta nomor ponselmu?, tapi berikan aku di fansign ketiga” tulis
Daniel
“aku
mungkin akan pindah ke London, jika aku tidak datang berarti aku sudah di
London, see u when I see u” ucapku lalu meninggalkan Daniel dan pindah ke meja
sungwoon. Di meja sungwoon aku ingin sungwoon berjanji padaku dan sungwoon
sebagai perwakilan dari wanna one
“maukah
kau berjanji sesuatu padaku?” tanyaku
“hhmm
boleh kau ingin aku berjanji apa?” tanya nya sambil kedua tangannya menyangga
wajah kecilnya
“if
you promise to stay I promise to never leave, cukup ucapkan itu saja”
kelingking ku mengajak sungwoon untuk berjanji
“okee
okee if you promise to stay I promise to never leave” sungwoon membalas janji
kelingking ku yang pertanda sudah ada perjanjian antara aku dan wanna one
hahahaha
Hari
ini aku sangat senang aku benar-benar melupakan sejenak tentang masalahku. Aku
masih tidak menyangka Daniel bisa memperhatikanku dan yang paling aneh adalah
Daniel meminta nomor ponselku. Aku belum cerita kejadian yang tadi aku alami
selama fansign terutama tentang Daniel pada yena, aku hanya bercerita tentang
janjiku pada sungwoon dan percakapanku dengan minhyun. Aku tidak mau ada orang
lain yang tahu kalau idol sekelas Daniel sangat penasaran dengan kisah cintaku
si anak wannable yang biasa saja dengan pria idola siswa kampus
Sudah
hampir satu minggu aku tidak mengirim kabar ataupun bertemu dengan lucas. Tapi
rasanya jika seperti ini terus hubunganku dengan lucas semakin tidak jelas.
Akhirnya aku putuskan untuk bertemu dengan lucas. Aku bertemu dengan lucas di
sebuah café fine dining di daerah seoul. Ini sekaligus memperingati hari
anniversary ku dengan lucas yang ke 4 tahun. Sebenarnya yang merencanakan ini
semua adalah yena, aku tidak enak jika harus menolak ini. Aku harap akan ada
hal baik untuk hubunganku dan lucas. Kami janjian pukul 7 malam. Aku sampai
sekitar pukul 6:45 dan ternyata lucas sudah duduk di meja yang sudah di pesan oleh
yena
“sudah
menunggu lama ya” ucapku canggung karena melihat lucas yang begitu tampan malam
ini dengan kemeja putih dan jas hitam membalut tubuh tingginya. Aku merasa
sangat biasa saja saat ini, aku merasa kalah cantik jika aku membayangkan wajah
sejong
“ummhhh
tidak, kau cantik malam ini” puji lucas sambil menatapku tersenyum. Aku tidak
memakai baju yang cukup formal malam ini. Aku hanya menggunakan dress putih
dengan heels berwarna senada. Dan rambutku ku biarkan menjuntai
“gumawo”
lucas menarik satu bangku untuk ku duduk
“maafkan
aku ya soal kejadian malam itu, sebenarnya aku hanya ingin menyelamatkan sejong
dan maaf kalau kau jadi salah paham dengan semuanya. I will love you no matter
what happen ahri” lucas menggenggam kedua tanganku dan menatapku dalam
“iya
lucas aku juga minta maaf sudah seminggu ini aku tidak ada kabar, karena jujur
perasaan ku sangat kacau kemarin. Dan sepertinya aku akan kembali ke London
untuk melanjutkan sekolah disana” ucapku sedih
“apaaahhh
kau ingin kembali ke London setelah apa yang kau dapat disini kau ingin pindah
lagi ke London” terlihat mata lucas yang sudah berkaca-kaca mendengar perkataan
ku
“aku
merasa semakin tidak pantas untukmu, aku melihat kau bahagia dengan sejong. Aku
merasa belum bisa jadi yang terbaik untuk mu lucas. Selama ini aku hanya
menyusahkanmu saja” aku menangis kala itu karena aku benar-benar merasa down
“tidak
ahri aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku janji aku akan menjauhi sejong. Jika
kau pergi ke London lagu bagaimana dengan hubungan kita” lucas semakin terlihat
sedih ketika melihatku menangis
“lupakan
aku, kau bisa bahagia dengan wanita yang lebih bisa menghargaimu” aku tak kuasa
menahan tangis dan pergi meninggalkan lucas begitu saja. Lucas berusaha
mengejarku tapi aku bersembunyi di semak-semak dan menangis di pinggir danau
dekat café
Aku
meluapkan seluruh tangisanku di tepi danau. Saat itu aku hanya berharap lucas
tidak berusaha mencariku karena aku benar-benar ingin menangis sendiri. Aku
sadar selama ini aku bukanlah orang yang tepat untuk lucas. Bahkan aku sangat
tidak ingin jika lucas ikut ke korea, aku selalu egois, dan ketika aku melihat
sejong yang begitu menyayangi lucas aku jadi semakin tidak berarti. Lucas
pantas mendapatkan wanita seperti sejong. Aku masih belum bisa terima kenyataan
bahwa lucas bukan lagi milikku. Perjalanan 4 tahun yang aku lalui dengan lucas
berakhir sia-sia begitu saja
Rasanya
aku harus benar-benar memutuskan apakah aku akan tetap tinggal di korea atau
kembali ke London. Tapi aku malu jika aku harus kembali lagi ke London. Aku
harus kuat aku harus bisa melewati semua ini. Jangan hanya karena masalah ini
aku jadi menyerah, aku harus ingat tujuan ku datang ke korea, yaitu aku ingin
menjadi produser lagu.
Mulai hari ini hariku terasa berbeda, aku rasa seluruh siswa kampus tahu kalau aku sudah tidak ada hubungan dengan lucas. Baru saja masuk kelas suara riuh nak-anak membuatku malas. Tapi tunggu ada sebuah surat dan bunga di meja ku. Dari siapa ini, apa aku punya secrert admirer, atau ini hanya kerjaan yena. Akupun membuka surat itu karena aku ingin tahu dari siapa surat itu
Mulai hari ini hariku terasa berbeda, aku rasa seluruh siswa kampus tahu kalau aku sudah tidak ada hubungan dengan lucas. Baru saja masuk kelas suara riuh nak-anak membuatku malas. Tapi tunggu ada sebuah surat dan bunga di meja ku. Dari siapa ini, apa aku punya secrert admirer, atau ini hanya kerjaan yena. Akupun membuka surat itu karena aku ingin tahu dari siapa surat itu
“Dear
Ahri,
I
love you more than word
Love
Yours
Sepertinya
ini tulisan lucas, aku yakin ini tulisan tangan lucas. Lucas masih belum bisa
terima kenyataan ini sepertinya. Dia tidak berubah sedikitpun, dia masih
memperlakukanku sama seperti dulu. Mengirim surat dan bunga di saat aku sedang
marah besar padanya. Sejak saat itu setiap hari aku selalu mendapat surat dan
Bungan dari lucas. Walaupun lucas tidak mau jujur pada yena saat ditanya tapi
aku sangat yakin bahwa itu semua dari lucas.
Saat
sedang membaca webtoon di ponselku, tiba-tiba ada notification bahwa wanna one
akan menjadi tamu di kyunghee university. Acara ini hanya khusus untuk
mahasiswa kyunghee jadi aku abaikan saja notifikasi tersebut dengan menslide
clear. Tapi ya seperti biasa yena selalu memberitahuku tentang acara ini dan
mengajakku untuk mencari tiketnya. Padahal sudah jelas sekali acara ini ada di
kyunghee dan hanya untuk mahasiswa kyunghee, aku kadang bingung dengan jalan
fikiran yena
“ahri kita harus bertemu wanna one, kau bisa bayangkan hanya ada sekitar 50 orang
mahasiswa yang beruntung yang bisa mengikuti acara ini, acara ini lebih dari
sekedar fansign biasa, kita bisa lebih banyak mengobrol” ucap yena yang sangat
antusias
“sepertinya
kau sangat paham dengan rundown acaranya, ngomong-ngomong kau dapat info dari
siapa?” goda ku sambil mencolek pinggang yena
“aiihhh
jelas, kau tahu kan ayahku dosen di kyunghee hehehe” yena tertawa
“hhmm
pantas saja, oiya sebenarnya ada yang belum aku ceritakan padamu yena. Jadi kemarin
saat fansign ternyata Daniel itu memperhatikanku, kau ingat kan tentang
curhatanku yang aku berikan ke danie?” tanyaku dan yena hanya mengangguk sambil
mengunyah permen karet di mulutnya
“uummhhh
iya” yena mengangguk
“daniel
meminta part ke 2 dari curhatanku itu dan karena aku sudah menyiapkannya ya aku
berikan saja. Dan kau tahu yena Daniel meminta nomor ponselku” aku
“yyaakkkk
jinjayeo, kau serius kau tidak sedang berbohong kan” yena terbelalak kaget
mendengar ceritaku sampai sampai yena bangun dari duduknya
“iya
aku akan memberikan nomor ponselku di fansign berikutnya. Aku sempat bilang
pada Daniel kalau aku akan pindah ke London, jadi jika aku tidak datang maka Daniel menganggap aku sudah berada di London” sebenarnya sedih sih kalau aku
masih harus menunggu fansign berikutnya
“oke
kalau begitu kau harus datang ke acara kyunghee, tenang saja ayahku dapat satu
tiket untuk bisa masuk ke acara itu, dan kau harus pergi kesana ya” senyum yena
sangat tulus yang rela memberikan tiket hanya untukku
“aniyoooo
tidak itu kan milikmu jadi aku tidak mau, biarkan aku menunggu sampai fansign
beikutnya ya” aku menolak tawaran yena yang begitu baik
“tidak
ahri kau harus tetap datang, kalau tidak nanti Daniel mengira kau sudah ada di
London” yena mencoba meyakinkan ku
Setelah
perdebatan yang cukup panjang aku dan yena pergi ke kyunghee university. Tidak
terlalu banyak fansite disini mungkin karena acara nya tertutup. Aku dan yena
bisa dengan mudah masuk ke sini karena yena membawa id card ayahnya yang
seorang dosen sedangkan aku membawa tiket masuknya. Awalnya aku tidak yakin
akan masuk ke ruangan tersebut tapi yena selalu mengatakan dirinya tidak apa
tidak bertemu ong kali ini.
“yena
apa kau yakin ingin memberikan tiket ini padaku” tanyaku dengan wajah yang
murung
“iya
ahri masuklah, jadikan Daniel itu nyata untukmu. Dan berhenti berfikir Daniel
hanyalah imajinasimu. Sekarang one step closer kau bisa dekat dengan Daniel”
yena memegang pundakku dengan ke dua tangannya
“ttaappiii,
sampai kapanpun Daniel itu hanya imajinasiku dan tidak akan pernah menjadi
nyata” aku sedih melihat pengorbanan yena yang begitu besar padaku, padahal
kita baru kenal saat aku masuk kuliah
“sekarang
masuklah acara sudah dimulai, nanti kau terlambat” yena memutar badanku dan
mendorong aku untuk segera masuk ke ruangan
Dengan
bercampur rasa sedih dan bahagia aku pun masuk ke ruang aula tempat dimana
diadakan acara tersebut. Sebenarnya inti dari acara ini adalah untuk sharing
antara wanna one dan mahasiswa kyunghee. Karena kyunghee juga salah satu
univeristas music di korea jadi kyunghee mengundang wanna one sebagai bintang
tamu mereka. Saat aku masuk semua orang sudah duduk rapi di bangku yang telah
di sediakan. Suasana saat itu sedang kondusif dan tenang, ketika aku membuka
pintu 12 orang yang ada di stage, hanya
Daniel yang melihat siapakah orang pertama dari yang terakhir yang masuk.
Karena memang hanya ada sisa dua bangku di paling belakang
Aku
tidak pernah membayangkan Daniel akan tersenyum saat melihatku datang walaupun
dari kejauhan. Senyumnya seakan berbicara padaku dan ingin menagih janji yang
aku ucap saat pertemuan terakhir kita. Dalam hati aku hanya berusah untuk
tenang dan jangan berbesar hati. Selang 15 menit aku masuk aku kaget melihat
yena masuk dan duduk di sebelahku. Aku sempat heboh tapi di tahan oleh yena
karena pasti akan menimbulkan perhatian dari seluruh orang di ruangan ini
Setelah
acara selesai pembawa acara berkata bahwa kita akan mengadakan sesi foto
bersama wanna one. Karena jumlah penonton 50 orang maka akan di bagi 5 kali
sesi foto sesuai urutan duduk. Karena aku duduk di bangku paling terakhir
“yena
bagaimana caranya aku bisa memberikan nomor ponselku pada Daniel” tanyaku
bingung pada yena karena ini bukanlah event fansign dimana kita bisa berhadapan
langsung dengan wanna one
“tulis
nomor mu disini dan berikan pada saat kau berjabat tangan dengannya” yena
memberiku pulpen dan secarik kertas untuk menulis nomor ponselku disana
“waaahhh
terimakasih yena, kau benar-benar ajaib” aku menulis nomor ponselku dan
menggulung kertasnya menjadi kecil. Setelah 40 orang sudah berfoto bersama
wanna one sekarang giliran 10 orang terakhir termasuk aku dan yena. Selesai
foto aku meminta kepada mc untuk bersalaman dengan Daniel guna memudahkan ku
memberikan nomor ponselku pada Daniel
“permisi
pak bolehkah aku bersalaman dengan Daniel, ini pertama kalinya aku bertemu
dengan kang Daniel” tanyaku pada seorang paruh baya yang menjadi pembawa acara
hari ini
“ohiya
jika Daniel mau silahkan” lelaki itu memberika kode kepada Daniel dan dibalas
anggukan kepala oleh Daniel dan mengisyaratkan “IYA”
“it’s
yours Daniel” aku menjabat tangan Daniel sambil memberikan kertas yang berisi
nomor ponselku dan Daniel hanya tersenyum kikuk karena malu dan takut ketahuan
oleh member lain apalagi managernya hahahahahahaha
Aku
tidak tahu apa motif Daniel meminta nomor ponselku, entah hanya untuk iseng
atau sekedar memberikan harapan palsu atau memang benar Daniel ingin
mengenalku. Tapi setidaknya aku senang hari ini, aku selalu menanamkan mindset
aku tidak boleh menunggu pesan atau telpon dari Daniel anggap saja yang kemarin
hanya halusinasiku saja.
Sudah
seminggu tidak ada pesan, ataupun telpon dari nomor yang tidak aku kenal.
Berarti benar dugaanku kalau Daniel meminta nomor ponselku hanya untuk
main-main saja. Dan aku saja yang berharap terlalu tinggi, padahal masih banyak
wanita cantik sesama idol maupun fans Daniel yang lebih cantik dariku masa iya
Daniel lebih memilih aku. Dasar khayalan babu kau ahri, ingat Daniel itu hanya
imajinasimu yang tidak akan pernah menjadi nyata untukmu
Malam
ini seperti biasa aku membaca komik sambil mendengarkan lagu di ponselku, tidak
lupa permen lollipop memenuhi mulutku. Ini adalah hal sederhana yang bisa
membuatku nyaman, tidak perlu keluar rumah untuk shopping untuk membuatku bahagia.
Cukup dengan membaca komik seharian atau marathon film horror seharian. Saat
sedang membaca di pertengahan tiba-tiba ponselku berdering panggilan masuk
video call dari nomor yang tidak aku kenal. Aku fikir ini yena karena yena juga
sesekali menelponku dari nomor ibunya, ayahnya, adiknya bahkan yena pernah
menelpon ku dari nomor tetangganya. Aaiisshhh memang anak itu yang terbaik.
Setelah aku angkat wajah si penelepon tidak langsung terlihat karena masih
menyesuaikan dengan sinyal. Awalnya aku takut karena ketika aku ucap halo belum
terlihat wajah si penelepon
“ummhh
hai” terlihat wajah Daniel yang terlihat seperti bangun tidur dengan
rambut yang messy dan tersenyum kepadku lewat video call
“yyaakkkk”
aku terbelalak kaget dan reflek melempar ponselku kedepan
“ahri
apa kau baik baik saja” suara Daniel masih terdengar karena headset masih
terpasang di telingaku
“ya
aku baik-baik saja”aku mengambil ponselku kembali dan make sure bahwa apa yang
aku lihat itu benar dan bukan hanya mimpi
“aaiisshhh
syukurlah aku fikir kau kenapa sampai melempar ponselmu seperti itu” Daniel
tertawa meledek ku yang barusan kaget mendapat video call masuk darinya
“eeemmmm
ada apa kau menelpon ku malam-malam, memangnya kau tidak takut ketauan member
lain atau manager mu ya” tanyaku gugup karena melihat Daniel yang hanya
menggunakan sleeve less dan bisa dibayangkan otot-otot kekar tanganya terlihat
jelas saat ini
“lihat
sekarang sudah jam berapa kenapa kau masih terbangun, tenang saja teman-teman
ku sudah tidur dan sekarang aku di loteng” setelah Daniel bilang seperti itu
aku langsung melihat jam di ponselku yang sudah menunjukkan pukul 13:45 tengah
malam
“iisshhh
kebiasaan jika aku sudah membaca komik pasti akan lupa waktu” aku memaki diriku
sendiri dan di balas tawaan oleh Daniel, ternyata memang benar kalau Daniei itu
anaknya mudah sekali tertawa karena selera humornya yang sangat bobrok
“aku
sengaja menelponmu tengah malam ingin memastikan bahwa tidak ada orang lain
yang mengetahui kencan butaku malam ini dengan mu“ Daniel mengacak-acak rambutnya yang sudah
sangat berantakan. Oh god ini benar-benar membuatku sulit bernafas
“uummhhh
aku bingung ingin bicara apa yang pasti aku sangat kaget melihatmu menelpon ku
tengah malam seperti ini” sudah beberapa kali bicara aku masih saja gugup
“oiya
perempuan tidak bagus tidur terlalu malam bahkan menjelang pagi seperti ini,
sebenarnya aku ingin mengajamu pergi besok malam, karena besok aku libur”
ucapan Daniel barusan membuat jantungku serasa berhenti sejenak
“aaappppaaaaa?,
are you crazy niel?” tanyaku bingung
“iya
aku serius tenang saja ini aman kok, aku juga manusia biasa seperti dirimu,
kita bertemu di tepi sungai HAN jam 8:30 malam ya, see u” Daniel memberikan
finger heart lalu menutup video call. Sedangkan aku disini masih terdiam sambil
mulutku menganga karena melihat fanservice Daniel barusan. Karena besok aku ada
janji dengan Daniel jadi aku harus pastikan tidur yang cukup agar aku tidak
terlihat seperti zombie saat “kencan buta” pertama ku dengan Daniel. Yaaahhh
anggap saja aku menang satu undian dan di perbolehkan untuk kencan sehari
bersama Daniel besok xixixixixixi
Akan
aku pastikan aku tampil cantik dan menarik hari ini. Aku tidak memakai dress
seperti ingin dinner tapi aku memakai jumpsuit jeans celana pendek dengan
Sabrina top untuk baju dasarnya. Rambut aku biarkan terurai dan aku sedikit
curly di bagian bawah. Sepatu kets berwarna putih menutupi kaki mungilku. Tidak
lupa aku memakai lotion dan parfum terbaikku. Aku dan Daniel janjian di tepi
sungai HAN pukul 8:30 malam. Aku sudah sampai sejak pukul 8 malam. Aku
menunggu Daniel di kursi tepat di dekat bibir sungai HAN. Tak berapa lama
datang seorang laki-laki memakai hoodie lengkap dengan penutup kepalanya,
masker hitam menutupi sebagaian wajahnya menghampiriku
“sudah
menunggu lama” tanya nya lalu duduk di kursi sebelahku
“nugu
ya?” aku menoleh melihat siapa lelaki yang duduk disampingku
“all
I wanna do anyeonghaseyo kang Daniel center imnida” Daniel memperkenalkan
dirinya seperti dia sedang berada di suatu acara di televisi dan membuatku
tertawa
“yyaakkkk
lalu selanjutnya kita mau kemana?, apa kau yakin tidak ada dispatch yang
mengikutimu saat keluar dorm” hal seperti ini adalah hal basic yang harus
ditanyakan saat kita pergi berkencan dengan seorang idol
“tenang
saja kau tidak perlu khawatir, ayo kita pergi” Daniel menarik tanganku dan
mengajaku jalan yang entahlah kemana
“kita
mau kemana, kau harus pastikan tidak ada fans mu yang melihat kejadian ini ya”
sejujurnya aku masih takut dan was was karena jika sampai ada orang lain yang
tahu ini bisa berakibat fatal untuk karir Daniel dan juga untuk ku
“aku
akan membawamu ke sebuah tempat makan yang tidak ada orang yang tau, lokasinya
tidak jauh dari sini, kau harus kuat berjalan ya” Daniel mengajakku berjalanke
tempat yang semakin lama semakin sempit. Bahkan ini terasa asing bagiku. Aku
heran kenapa Daniel yang seorang idol dengan aktifitas yang padat tahu jalanan
sempit dan setapak ini. Sedangkan aku yang kebanyakan hanya di rumah malah
tidak tahu tentang jalanan ini. Aku dan Daniel terus menyusuri jalan yang
benar-benar sempit dan hanya bisa dilalui oleh 2 orang saja. Ini tengah malam
tiba-tiba fikiranku berubah menjadi sangat buruk aku takut di jebak oleh
Daniel. Fikiran itu terus terbayang difikiranku,
seperti pembunuhan, penculikan atau pemerkosaan. Aku takut kalau aku di perkosa
lalu di bunuh dan di mutilasi. Tapi sangat tidak mungkin jika Daniel melakukan
itu padaku
“Daniel
tunggu sebenarnya kita mau kemana?” aku menghentikan langkahku yang otomatis
membuat Daniel ikut berhenti karena Daniel memegang tanganku sedari tadi
“sudah
ikut saja, tenang aku tidak akan berbuat hal aneh padamu, percaya aku ini kan
center korea masa aku tega berbuat hal jahat kepadamu” aiihh Daniel membual
padaku. Aku dan Daniel pun melanjutkan perjalanan kami yang sempat terhenti.
Sekitar 15 menit kami berjalan akhirnya aku dan Daniel sampai di sebuah taman
yang sangat luas, mungkin mirip seperti hutan mini. Disana ada sebuah food
truck dengan mobil vintage yang menjual makanan ringan, minuman dan soju. Aku bingung
bagaimana caranya mobil ini bisa masuk ke tempat seperti ini. Aku rasa mobil
ini sudah ada sebelum kawasan ini menjadi padat karena terlihat dari bentuknya
yang sudah sangat usang
“ahjusi
aku pesan soju satu dan hot coklat satu ya” Daniel memesan minuman pada seorang
lelaki yang berada di balik makanan-makanan yang ia jual
“kau
tau tempat ini dari mana?” aku masih bingung memandangi sekitarku
“dulu
sebelum aku menajdi idol dan saat aku pertama kali ke seoul, aku sering kesini
bersama jisung hyung. Saat itu aku masih menjadi seorang trainee, jisung hyung
yang memberitahuku tentang tempat ini, eoohh terimaksih ahjusi” Daniel memegang
2 gelas yang berisi soju dan hot coklat
“waaahhh
tempat ini menakjubkan” aku masih terus memuja tempat yang sama sekali aku
bingung kenapa ada tempat seperti ini di tengah kota seoul
“sudah
diminum dulu coklatnya nanti keburu dingin” Daniel memberikan hot coklat itu
padaku
“gumawo,
oh iya sebenarnya apa tujuan utama mu meminta nomor ponselku, aku harap kau
berkata jujur ya” aku menyeruput hot coklat yang hampir mau dingin karena cuaca
cukup berangin
“sejak
pertemuan pertama kita kau menarik perhatianku dengan ceritamu itu, sebenarnya aku
ingin tahu tentang kelanjutan hubunganmu dengan pacarmu, lucas, benar kan nama
pacarmu lucas?” Daniel bertanya sambil memandangku dari arah samping
“iya
benar namanya lucas, ternyata kau ingat ya tentang ceritaku, tapi aku sudah
tidak ada hubungan dengannya, entahlah tapi setiap hari lucas selalu
mengirimkan bunga sebagai permintaan maaf padaku” Daniel mengingatkanku pada
kejadian itu lagi padahal aku ingin kita membahas yang lain
“kenapa
kau putus, apa wanita yang kau ceritakan di part 2 itu merebut lucas darimu?”
Daniel terlihat semakin penasaran dengan kisah cintaku yang rumit ini
“mmhhh
bukan tapi aku yang memilih untuk mundur karena merasa tidak pantas untuk
laki-laki sebaik lucas” jawabku dengan lemas karena sedih mengingat lucas
kembali
“ummhh
maafkan aku ya ahri sudah membuatmu sedih, tunggu aku 9 tahun lagi ya” goda
Daniel mencolek pinggang ku dan membuat kami bercanda tawa. Tak terasa jam
sudah menunjukkan pukul 11 malam. Aku yakin pasti nenek akan marah padaku tapi
tak apalah yang penting hari ini aku bahagia bisa melakukan kencan buta dengan
Daniel. Daniel mengantarku sampai ke depan rumah nenek, aku yakin sudah se
larut ini pasti tetangga-tetangga sudah tidur dan tidak ada yang curiga padaku.
Pagi
ini aku datang ke kampus sedikit lebih awal seperti saat pertama kali baru
masuk kuliah aku selalu datang awal bahkan 30 menit sebelum jam pertama mulai.
Seperti biasa jika yena memiliki gossip baru dia pasti akan datang tergesa-gesa
sambil berlari menuju kelas
“yyaaakkkk
ahri jujur padaku, kau semalam pergi dengan siapa, ada salah satu anak di
kampus yang bilang kalau kau semalam sedang kencan buta dengan laki-laki mirip
kang Daniel” yena yang baru datang langsung mengintrogasiku dengan tatapan
tajam
“siapa
yang bilang seperti itu” tanya ku santai untuk mengurangi kecurigaan anak-anak
sekelasku yang mencoba menguping pembicaraanku dengan yena
“kau
lupa ya aerin itu kan rumahnya dekat dengan rumah nenekmu, tentu aerin sangat
hapal dengan postur tubuh member wanna one” astaga aku lupa kalau aku memiliki
tetangga yang juga satu kampus dengan ku yaitu aerin. Ya aerin teman sekelas
lucas yang aku kenal sejak yena mencari informasi tentang lucas pada aerin
“akan
ku ceritakan nanti dan tolong sekarang kau diam jangan bertanya apapun nanti
orang lain akan curiga” aku berbisik pada yena
Pada
jam istirahat aku pun bercerita pada yena tentang kencan buta ku semalam dengan
Daniel. Berkali-kali aku mengehentikan yena yang sangat antusias mendengar
ceritaku. Karena beberapa kali ekspresi yena sempat membuat orang di kantin
menatap kami aneh. Hanya yena yang tau tentang kejadian ini aku harap aerin
tidak akan mencaritahu lebih tentang apa yang dia lihat semalam
Siang
ini Daniel kembali menghubungi ku lewat pesan telepon. Ya aku tahu pasti jika dia
menghubungiku lewat aplikasi pesan online pasti akan mudah di ketahui oleh
orang lain
Daniel : hai ahri doakan aku ya, hari ini wanna one
akan terbang ke singapur untuk hallyu pop fest
Ahri : Daniel take care of your health ya,
aku baca berita kau sedang tidak fit akhir-akhir ini
Daniel : ahhh aku tidak apa kau tidak perlu
khawatir, aku janji sepulang dari sini aku akan bawakanmu coklat, byeee sampai
ketemu nanti
Jujur aku sangat khawatir pada
kondisi Daniel dan member wanna one saat ini. Mereka memiliki jadwal yang
sangat padat sehingga membuat mereka kelelahan bekerja. Aku melihat beberapa
informasi di online membuatku khawatir tentang keadaan mereka. Aku harap mereka
tetap baik baik saja dan mendapat istirahat yang cukup
Saat dekat dengan Daniel aku
sama sekali tidak merasa hal yang special justru aku selalu gelisah saat Daniel
menghubungiku. Karena aku tau Daniel itu milik korea bisa habis dihujat aku
jika ketahuan dekat dengan Daniel. Aku selalu menganggap Daniel bukan kenyataan
untukku. Sebenarnya aku masih mengharapkan lucas untuk bisa kembali padaku,
tapi aku yakin lucas sudah bahagia bersama sejong. Sejak pertemuan terakhirku
dengan lucas aku tidak pernah berkomunikasi lagi, tetapi lucas selalu berusaha
menanyakan kabar ku lewat nenek ataupun yena. Aku tahu itu semua tapi aku
pura-pura tidak mau tahu lagi tentang keadaan lucas
Setidaknya satu minggu dua kali Daniel
selalu mengirimkan ku pesan di tengah-tengah kesibukannya. Setelah Daniel pulang
dari singapur aku mendapat informasi dari salah satu teman fansite ku bahwa
Daniel sakit. Lantas berita tersebut membuatku sangat khawatir di tambah yena
juga cerita kalau ong sedang flu. Aku segera mengirim pesan pada Daniel tapi
tidak di balas. Kelemahan pesan ponsel adalah kita tidak bisa melihat apakah
pesan kita sudah di baca atau belum. 2 hari kemudian aku mendapat pesan dari
Daniel
Daniel : ahri kita bertemu di tempat kemarin ya jam
7 malam aku punya sesuatu untukmu
Ahri : jika kau masih sakit aku tidak ingin
bertemu *emot pout
Daniel : jangan khawatir, ayo kita bertemu
Aku ragu untuk pertemuanku malam
ini dengan Daniel, tapi kalau Daniel benar ke sana aku semakin tidak enak.
Apalagi Daniel bilang dia ingin memberikan sesuatu untukku. Aku harap Daniel
benar-benar sudah sembuh dan setidaknya lebih fit hari ini. Aku hampir lupa
jalan menuju tempat menakjubkan itu, tetapi untungnya aku sampai walaupun
sempat meraba-raba sendirian. Aku yang meminta untuk kita langsung bertemu di
sana ya tujuannya untuk menghindari terlihat oleh orang lain seperti saat
kencan pertama kami
“yakkk Daniel-ahh kau masih
sakit kan” aku marah melihat Daniel berwajah pucat sambil melipat kedua
tangannya karena dingin yang menusuk badan nya yang sedang sakit
“anieyoo aku baik baik saja aku
hanya sedikit kedinginan” Daniel menghampiriku dan membuka penutup hoodie-nya
“kau jangan bohong ini buktinya”
aku memegang dahi Daniel yang demam
“ini aku bawakan coklat singapur
untukmu” Daniel memberikan milk coklat kepadaku. Bukan ini yang aku mau tapi
aku ingin kau sehat, sudahlah niel berhenti memikirkan orang lain fikirkan
kesehatanmu sendiri
“terimakasih, ayo kita pulang
kau harus istirahat” aku mengajak Daniel pulang tapi Daniel memegang tanganku
erat dan memutar badanku sampai aku berhadapan dengan nya. Aku tidak bisa
berkata apa-apa aku hanya terdiam sambil merasakan jantungku berdetak sangat
kencang saat ini. Tubuhku gemetar karena jarak aku dengan Daniel hanyalah tidak
lebih dari 5cm
“bisakah kita seperti ini
terus?, aku senang bisa dekat denganmu, tapi aku sadar dengan ststusku saat
ini. Aku baru saja berhasil menjadi idol, dan aku juga tidak ingin
kehilanganmu. Tapi aku tahu cintamu kepada lucas sangat besar iya kan” Daniel
tersenyum tipis
“kau ngomong apasih, ingat niel
aku hanyalah seorang fangirl dan kau seorang idol yang dicintai banyak orang.
Kau tidak akan pernah menjadi nyata untukku. Aku senang kita bisa sedekat ini,
tapi setiap kali kita bertemu, atau kita saling balas pesan saat itu pula aku
merasa takut. Bukan hanya reputasi mu yang akan hancur tapi hidupku juga.
Tentang lucas memang agak sulit untuk melupakannya, tapi” belum selesai aku
bicara Daniel meletakkan jari tangannya di depan bibirku
“kau mau kan kembali pada lucas,
aku yakin dia pasti sangat merindukanmu, aku juga merasa berdosa telah
mengambil mu darinya hehehehe. Kalau kau tidak berjodoh dengan lucas kau mau
kan bersamaku?” Daniel tertawa
“memangnya harus ya aku kembali
ke lucas?” aku mengernyitkan dahiku keatas
“iya kembalilah ke lucas, mulai
semuanya dari awal, terimakasih atas waktunya selama ini walaupun hanya
sebentar. Setelah lulus dari wanna one aku akan bekerja lebih keras lagi. Dan
kau harus tetap menjadi fansite kang Daniel ya” Daniel mencubit pipku gemas
“aigooo sakit” aku cemberut
karena kesal pipiku di cubit Daniel
“ayo kita pulang, aku antar kau
sampai rumah lagi ya” Daniel kembali menggodaku
“jjjjaaangan nanti kita akan
kepergok lagi, aku bisa pulang sendiri, by the way terimakasih coklatnya.
Coklat ini tidak akan aku makan anggap saja ini kenang-kenangan darimu” aku
tertawa. Mungkin ini adalah kencan buta terakhirku dengan Daniel. Walaupun kami
tidak akan bertemu seperti ini lagi setidaknya aku akan tetap mendukung Daniel
dengan menjadi fansite kang Daniel.
Aku terus memikirkan omongan
Daniel waktu itu tentang kembali kepada lucas. Aku memang masih masih menaruh
perasaan pada lucas. Tapi aku malu jika harus kembali pada-nya. Sekarang aku
hanya duduk di taman kampus sendirian sambil sesekali menenggak soda kaleng.
Tiba-tiba ada seorang lelaki dengan seorang wanita menghampiriku, aku sedang
tidak pakai softlens jadi aku sama sekali tidak bisa melihat siapa itu. Maklum
lah mataku minus parah kalau tidak pakai softlens aku tidak bisa melihat dari
jarak jauh
“nugu-yaaa?” tanyaku sambil
menyipitan kedua mataku
“hai ahri apa kabar” sapa
sesorang yang agak asing suaranya, semakin lama semakin terlihat bahwa itu
sejong
“sejong, lucas” ucapku kaget.
Apa jangan-jangan mereka ingin memberitahuku kalau mereka sudah resmi
berpacaran. Kalau iya berarti dugaan Daniel salah kalau lucas masih mencintaiku
“hai ahri bagaimana kabarmu,
sudah lama sekali kita tidak bertemu atau bertegur sapa” lucas tersenyum manis
padaku. Sesuatu yang sudah lama sekali tidak aku lihat, tiba-tiba dadaku terasa
sakit saat melihat lucas dengan sejong. Tapi aku harus meyakinkan diriku
sendiri bahwa aku kuat aku tidak boleh menangis di depan mereka
“kalian mau apa kesini, kalian
ingin memberi tahu ku kalau kalian sudah resmi berpacaran ya” tanyaku sambil
menahan tangis padahal mataku sudah berkaca-kaca
“tidak ahri aku kesini hanya
ingin meminta maaf soal kejadian waktu itu, dan satu lagi aku tidak berpacaran
dengan lucas. Justru aku kesini ingin mengembalikan hubungan kalian berdua”
sejong
“ahri aku juga ingin meminta maaf
padamu aku yakin kau pasti sudah tahu kejadian yang sebenarnya walaupun itu
tidak terucap dari mulut ku. Aku masih mencintaimu ahri setiap hari aku masih
menunggumu, aku mohon kita mulai lagi dari awal ya” lucas menggenggam tanganku
dan berlutu di depanku dengan wajah penuh harapan
“iya ahri aku memang suka pada
lucas tapi aku sadar kalau lucas sangat mencintaimu dan tidak akan pernah bisa
berpaling darimu. Bagaimanapun caranya aku mencoba merebut hati lucas, dan
sejauh apapun kalian saling melangkah berjauhan, pasti akan tetap kembali satu
sama lain” ini pertama kalinya aku melihat sejong menangis dengan wajah yang
sangat merasakan sakit hati
“sejujurnya aku juga masih mencintaimu
lucas. Kau adalah kenyataan untuk ku sedangkan Daniel hanya imajinasi yang
tidak akan pernah menjadi nyata. Maaf kalau selama ini aku selalu
mengecewakanmu, maaf jika aku lebih perhatian pada Daniel dibanding dirimu”
tak terasa pipiku sudah basah berlinang air mata
“iya ahri aku sudah memaafkan
semua nya mari kita mulai lagi dari awal” mata lucas terlihat berkaca kaca.
Sepertinya ini adalah awal yang baru untuk hubunganku dengan lucas
“aku bahagia melihat kalian
kembali lagi” sejong memeluk aku dan lucas sambil menangis haru
Akhirnya aku dan lucas kembali
membangun semuanya dari awal. Aku tetap menjadi choi ahri si wannable dan kang
Daniel fangirl. Aku juga masih aktif mengikuti kegiatan wanna one, sambil
sesekali Daniel menghubungi menanyakan kabarku dengan lucas. Lucas tahu jika
aku sedang berbalas pesan dengan Daniel, bahkan kita pernah video call bertiga.
Kami bertiga saling tertawa dan bercanda. Pernah sekali sebelum wanna one
kontraknya berakhir aku, lucas dan Daniel bertemu, kami mengobrol banyak saat
itu. Aku merasa bahagia sekarang, aku dan lucas saling transparan. Jika lucas
ada keperluan kuliah dengan sejong lucas bilang begitu pula sebaliknya jika aku
ingin menjadi fangirl
Pada saat timeslip wanna one
yang terakhir di seoul. Lucas menamaniku selama menonton konser. Sepanjang
konser lucas tidak berhenti memegang tanganku dan ikut bernyanyi bersama ku dan
meneriakkan fanchat saat lagu wanna one. Ini adalah kebahagiaan yang paling
murni selama hidupku. Aku bisa bebas dan aku juga bisa merasakan indahnya cinta
bersama lucas
-
THE
END -