Thursday, 11 October 2018


BUTTERFLY


            Hai namaku Ahn Yujin aku siswa SMA kelas 11. Aku bukan siswa yang cantic apalagi berprestasi. Aku hanyalah siswa biasa yang sering sekali tidak masuk karena sakit-sakitan. Walaupun aku seperti ini tetapi aku masih memiliki banyak teman. Di sekolah aku selalu ceria walaupun di rumah aku tidak seceria di sekolah. Ketika aku dirumah aku akan berubah 360 derajat dengan keadaan saat aku disekolah. Keadaan keluarga ku berubah total semenjak ayah mengidap penyakit kanker. Sejak ayah sakit ayah tidak lagi bekerja, kami hanya mengandalkan kakak perempuanku yang bekerja hanya sebagai pelayan restoran. Aku masih sekolah dan membutuhkan biaya besar

            Keadaan ekonomi yang membuat keluarga ku berubah, walaupun ayah sedang sakit tapi setiap hari ayah selalu bisa bercanda denganku. Jujur semenjak ayah sakit aku jarang masuk sekolah, aku hanya ingin menemani ayah setiap hari. Aku ingin menikmati hari-hari bersama ayah. Aku tidak perduli guru sekolahku memarahi ku karena aku jarang masuk sekolah aku rasa tidak ada yang lebih berharga di banding waktu bersama ayah.

            Ketika pertama kali aku mendengar bahwa ayah di vonis kanker hidupku serasa hancur. Aku merasa dunia serasa berhenti. Sekolah bukan lagi menjadi tempat yang menyenangkan untukku. Setiap kali aku masuk sekolah aku selalu merasa gelisah, aku selalu muntah-muntah. Aku merasa sekolah seperti neraka untuk ku. Baru sehari masuk sekolah setelah vonis ayah aku langsung merasa demam badan ku panas dingin, aku menggigil, aku muntah padahal aku tidak makan apapun. Setelah kejadian itu aku tidak mauk sekolah selam 3 hari.

            Semua teman-temanku bertanya kenapa aku jadi seperti ini. Aku jarang masuk sekolah bukan karena ingin menemani ayah karena tubuhku yang menolak jika aku ke sekolah. Aku jarang masuk sekolah bukan lagi karena ingin menemani ayah karena tubuhku yang menolak jika aku ke sekolah. Menurutku ini aneh aku tersiksa tapi ini bukan lah penyakit aneh. Saat aku pergi ke dokter untuk periksa, dokter bilang aku hanya terlalu banyak fikiran sehingga tubuhku mengalami reaksi seperti ini. Ini bukan pertama kalinya tapi sudah beberapa kali.

            Dalam satu bulan aku bisa tidak masuk sekolah hampir 2 minggu bisa jadi karena aku sakit ataupun sekedar untuk menemani ayah di rumah dan check-up ke dokter. Semua guru bahkan kepala sekolah tahu tentang kondisi keluarga ku saat ini. Tapi kakak ku pernah di panggil kepala sekolah karena kelakuanku. Perlahan aku mulai bisa masuk sekolah dengan normal. Sejak sakit aku jadi jarang makan, tapi aku memiliki seorang teman yang sangat baik nama nya joo yuri. Hampir setiap hari dia selalu membawa 2 kotak makan untuk ku dan untuknya. Dia adalah orang yang paling mengerti kondisi aku saat ini. Tidak pernah sekalipun yuri mengeluh karena dia selalu membawakan makanan untuk ku

            Tidak ada teman lain selain yuri yang tau dan paham betul tentang kondisi keluarga ku. Semua teman-teman ku menganggap kondisi keluarga ku baik-baik saja. Karena aku selalu menjadi happy virus di sekolah aku selalu bisa membuat teman-teman ku tertawa. Yujin di sekolah tidak lah sama seperti yujin di rumah.

            Hari ini aku rasanya malas sekali ke sekolah, bukan karena aku takut sakit tetapi perasaan ku tidak enak dan ters-terusan cemas. Sebelum berangkat ke sekolah seperti biasa aku pamit dengan ayah dan ibu. Kanker ayah semakin parah malah kankernya sudah menyebar ke mata sehingga menyebabkan ayah buta. Meskipun ayah tidak bisa lagi melihat wajahku, ayah selalu memberikan energy positif terhadapku
            “yujin hati-hati ya, ingat kau harus rajin belajarnya agar kau bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa” ucap ayah sambil mengelus kepalaku, setiap kali ayah berbicara seperti rasanya seperti hatiku tersyat, aku yang selama ini selalu cuek dengan sekolah merasa menjadi anak yang paling bodoh. Padahal dengan aku menjadi anak pintar itu sudah cukup membanggakan ayah
            “iya ayah aku berangkat ya ayah, ibu” aku mencium kedua orang tua ku, sunguh aku sangat sayang pada mereka

            Di sekolah seperti biasa aku datang dengan wajah yang ceria dan salalu berkumpul dengan teman-teman sekelasku. Kami mengobrol tentang pelajaran, apapun yang sedang tren, bahakn kita suka membicarakan guru yang menyebalkan di saat seperti ini. Aku sama sekali tidak ada beban selama di sekolah terutama setelah aku sembuh dari penyakit aneh itu. Aku seperti merasa punya dua kehidupan yang nyaris berbeda, dan di otak ku ada dua kubu yang bisa aku kendalikan ketika aku sekolah dan ketika aku dirumah.

            Malam ini aku ingin sekali tidur bersama ayah, aku ingin bercerita tentang kegiatan ku di sekolah selama ini. Semenjak ayah tidak bisa melihat ayah tidak tahu kegiatan apa saja yang aku lakukan. Sebenarnya aku sudah sering tidur bersama ayah dan ibu tapi kali ini entah rasanya aku ingin sekali tidur bersama ayah dan ibu
            “ibu malam ini aku tidur dengan kalian ya” aku yang sudah siap dengan perlengkapan tidur seperti  guling dan selimut
            “kenapa tumben sekali kau ingin tidur dengan ayah dan ibu” tanya ibu sambil merapihkan tempat tidur, sedangkan ayah masih duduk di meja rias ibu
            “tidak apa bu, kasihan gadis kecil kita masih ingin dimanja” ayah tertawa
            “iya lagi pula kan aku juga sering seperti ini bu” aku mengerucutkan bibirku
            “baiklah sebentar ya” ibu masih membereskan tempat tidur dan menata bantal serta guling untuk kami tidur bertiga

            Aku selalu merasa senang dan nyaman bila seperti ini, rasanya ingin sekali seperti ini setiap hari bahkan selamanya. Aku berharap ayah dan ibuku tidak akan pernah menua dan meninggalkan ku. Kakak ku jarang sekali bisa seperti ini, dia sibuk mencari uang demi kesembuhan ayah dan untuk kebutuhan sehari. Kalau kakak tidak seperti ini akan semakin banyak barang-barang ayah dan ibu yang di jual untuk pengobatan ayah

            “ayah aku ingin kita bisa seperti ini terus selamanya, bersama ayah, ibu dan yooju” posisiku berada di tengah antara ayah dan ibu
            “nanti kita bertemu di surga ya” ucap ayah
            “ayah kok bicara seperti itu sih, kita akan seperti ini selamanya” aku tidak ingin waktu mala mini berlalu dengan cepat
            “maksud ayah nanti kita juga akan bahagia di surga iya kan yah” timpal ibu
            “iya nanti kalian yang susul ayah, ayah ingin yujin jadi anak yang pintar dan tidak menyusahkan yooju, biarkan yooju bekerja untuk kebutuhan kalian, dan ibu aku titip yujin dan yooju ya rawat dan jaga mereka baik-baik” ayah tersenyum tipis
            “iya ayah semua akan baik-baik saja setelah ini” aku melihat wajah ibu yang sudah sedih dan matanya berkaca-kaca
            “ayah pasti akan sembuh, ayah harus yakin, karena aku yooju dan ibu selalu mendoakan dan berusaha untuk kesembuhan ayah” aku memeluk atyah dengan sangat erat, aku rasakan pelukan hangat ayah sambil menikmati aroma tubuhnya
           
            Malam itu terasa sangat hangat, dan waktu terasa sangat cepat. Aku seperti melihat ayah sedang berdiri di sebuah gerbang, aku mencoba untuk mendekati ayah tetapi aku tidak bisa menyusul ayah, aku bahkan sampai lari untuk sekedar menyusul ayah, tetapi kenapa aku tidak sampai juga padahal ayah hanya berjarak 50 meter dari posisiku saat ini. Aku tidak bisa melihat wajah ayah karena ayah membelakangi ku. Tak lama sinar matahari meyorot kedua mataku. Dan ketika aku membuka mata ternyata semua itu hanya lah mimpi.

            Aku harap mimpi semalam bukan lah pertanda yang buruk. Seperti biasa aku berangkat ke sekolah menggunakan subway. Transportasi yang paling terjangkau di kantong ku. Aku berangkat ke sekolah dengan headset yang terpasang di telingaku sambil mendengarkan lagu-lagu kesukaan aku dan ayah. Begitu masuk gerbang sekolah aku yang sedang tidak focus hampir di tabrak oleh lelaki yang paling aneh di sekolah
            “yakkkkkk kau tidak lihat kah ada orang” aku yang kesal karena hampir tertabrak, karena tidak mungkin masih pagi begini aku sudah dapat kejadian buruk
            “maaf” ucapnya membuka kaca helm nya dan langsung bergegas pergi

            Sepulang sekolah aku buru-buru datang ke kamar ayah. Baru juga masuk pintu rumah ibu dan yooju sudah ada di kamar aya sambil menangis, aku yang baru datang langsung panic melihat mereka. Aku melihat ayah sedang tertidur di ranjang lengkap dengan selimut dan syal di lehernya. Aku berusaha unutk membuang fikiran buruk tentang kepergian ayah. Ku lepas tas ku dan langsung aku menghampiri ayah sambil memeluknya dalam tangis
            “kita harus iklhas ya” ucap ibu sambil menangisi ayah
            “yujin kau harus merelakan ayah ya” yooju mengelus kepalaku yang masih memeluk ayah
            “tidak ayah masih hidup ayah tidak akan pergi meninggalkan ku” tangisanku semakin pecah ketika mendengar kata kata-kata ibu dan yooju
            “tadi pagi ayah pingsan dan tidak ada yang tahu, aku ingin membawa ayah ke rumah sakit tetapi aku tidak punya uang” yooju, aku pun langsung pergi ke kamar ku dan mengambil tabungan yang aku punya. Selama ini sejak ayah sakit uang jajan yang yooju berikan tidak pernah aku pakai kecuali untuk naik subway. Semua uang itu aku tabung untuk keadaan mendesak seperti ini
            “pakai uang ini ka, ayo kita kerumah sakit sekarang” aku memberikan beberapa uang lembar yang sekiranya cukup untuk membawa ayah ke dokter

            Akhirnya kami putuskan untuk pergi ke rumah sakit demi kesembuhan ayah. Dokter bilang kanker ayah semakin parah dan sudah menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi jantung ayah juga sangat lemah. Kemungkinan ayah untuk bertahan sangat sedikit, selama berada di rumah sakit hanya tangisan ibu dan yooju yang aku dengar. Tak luput aku terus berucap doa demi kesembuhan ayah. Aku selalu berfikiran positif di saat seperti ini. Besok paginya ayah di perbolehkan pulang, karena malam harinya ayah sudah sadar. Syukur uang tabungan ku cukup untuk membayar biaya rumah sakit selama satu malam

            Pagi ini aku tetap pergi ke sekolah karena aku ingat pesan-pesan ayah agar aku bisa menjadi anak yang pintar di sekolah. Aku tidak pernah mau lagi untuk bolos sekolah, jika aku bolos sekolah sama aja aku tidak sayang pada ayah. Seharian di sekolah aku seperti biasa tidak ada tanda-tanda bahwa aku sedang memiliki masalah. Aku tetap menjadi yujin yang sangat ceria, bahkan yuri tidak tahu kalau kondisi ayah saat ini sedang drop

            Sepulang sekolah di rumah tidak ada orang, tak lama sepupu ku datang dan memberi tahu kalau ibu dan yooju sedang ada di rumah sakit. Sepupu ku tidak memberitahu kalau kondisi ayah semakin melemah siang tadi, dia melarang ku untuk menyusul ke rumah sakit padahal aku ingi bertemu ayah saat itu. Aku hanya bisa menangis di ruang tamu sambil menunggu kabar dari yooju tentang kondisi ayah. Ku telpon yooju tapi nomor ponselnya tidak aktif, aku semakin khawatir dan cemas dengan keadaan mereka bertiga. Aku menangis di ruang tamu sampai tertidur, tiba-tiba dering ponsel ku membangunka ku dari tidur itu, ada telepon masuk dari nomor kantor
            “hallo” ucapku
            “yujin ini aku yooju, sekarang aku dan ibu di rumah sakit, maaf aku membuatmu khawatir karena aku terpaksa harus menjual ponselku untuk biaya ayah, kau jangan kemana-mana ya tunggu kami di rumah” belum sempat aku bicara yooju sudah menutup telponnya

            Hati ku semakin kacau sambil meunggu kehadiran mereka bertiga, aku hanya mondar-mandir di ruang tamu sambil terus berdoa dan berharap yang baik. Hampir satu jam aku menunggu mereka, aku ingat jam 5:30 aku mendengar suara ambulance aku harap ayah pulang dengan keadaan yang membaik. Mendengar suara ambulance yang semakin dekat rumahku aku pun keluar rumah dan melihat yooju dan ibu yang keluar dari mobil ambulance, tapi dimana ayah, kenapa ayah tidak ikut turun bersama ibu dan yooju. Tak lama beberpaa perawat membawa ayah keluar dari ambulance menggunakan peti mati.

            Aku yang melihat langsung mengahmpiri peti itu dan memastikan apakah yang di dalam itu adalah ayah atau bukan, ibu dan yooju hanya terus menangis dan mangabaikan pertanyaan ku tentang ayah. Aku sampai bingung harus bertanya pada siapa, selang 15 menit beberapa kerabat ibu dan sauda-saudara pun datang. Dan pada akhirnya yooju bilang kalau ayah sudah meninggalkan kami selamanya. Aku terdiam membeku aku sama sekali tidak bisa menangis saat ini. Rasanya air mata ini sudah membeku dan tidak bisa aku ungkapkan lagi. Hanya ada kata penyesalan dalam diriku, kenapa aku mengikuti kata sepupuku untuk tidak menyusul ke rumah sakit. Padahal itu adalah kesempatan terakhirku melihat ayah.

            Satu minggu berlalu semenjak kepergian ayah. Aku hanya tidak masuk sekolah selama 3 hari dengan surat keterangan kematian ayah. Teman-teman terdekatku datang ke pemakaman ayah, mereka juga memberikanku dukungan untuk tidak terlalu larut dalam kesedihanku
            “yujin ayo kita makan” ajak yuri yang seperti biasa membawakan ku bekal makan siang
            “Iya” jawabku
            “itu tanganmu kenapa” tanya yuri yang meilhat luka di tangan kiri ku
            “eohhh semalam aku sedang buat prakarya dan tidak sengaja tanganku kena cutter, ayo kita makan” aku mengalihkan pembicaraan dan langsung mengajak yuri makan
           
            Aku dan yuri biasa makan di taman sekolah karena di kantin biasnya sudh penuh dengah anak-anak yang membeli makanan di kantin. Ketika sedang makan sambil bersenda gurau aku merasa ada laki-laki yang memperhatikanku dari sebrang taman. Laki-laki yang biasa di pandang aneh oleh orang satu sekolah, yang waktu itu pernah hampir ingin menabrak ku. Aku tidak pernah berbicara atau bercanda denganya, walaupun kami satu angkatan aku sma seklai tidak mengenal dia, aku hanya tau namanya saja.

            Dia terus memperhatikanku dan sesekali membuang pandangannya jika aku memergoki dia sedang melihatku. Sampai akhirnya aku merasa rishi dan langsung mengajak yuri kembali ke kelas. di kelas ketika waktu istirahat masih ada aku biasa bercanda dengan teman sekelasku. Aku termasuk siswa yang popular karena aku gampang berteman dengan siapa saja. Tetapi dulu ketika aku sakit-sakitan dan jarang masuk sekolah mereka perlhan menjauhiku, tapi itu dulu sekarang mereka kembali lagi berteman denganku

            Di rumah setelah selesai sekolah aku langsung masuk ke kamar tanpa bicara apapun pada ibu. Jika di sekolah aku menjadi anak yang sangat ceria itu sangat bertolak belakang ketika aku berada di rumah. Di rumah aku menjadi anak yang introvert, hal itu di rasakan ibu dan yooju, aku berubah seperti ini setelah ayah meninggal. Aku merasa kecewa dengan ibu dan yooju yang selalu merahasiakan tentang kesehatan ayah. Itu mengapa aku sekarang jadi seperti ini. Aku jadi jarang sekali mengobrol dengan ibu bahkan bisa seharian penuh aku tidak bicara dengan ibu. Sepulang sekolah aku hanya berdiam diri di kamar sampai ke esok kan harinya.

            Aku melihat rumah seperti aku melihat neraka. Kondisi finansial yang sulit, ayah yang sudah pergi, yooju yang selalu pulang malam. Semuanya terasa hitam tidak ada lagi waran di rumah. Tak jarang aku sering melakukan self-harm pada diriku sendiri, ketika aku merasa depresi dan tertekan maka aku akan melukai diriku sendiri. Aku sering memukul kepalaku dengan hairspray sampai memar. Atau menyayat tanganku sampai berdarah, intinya aku sering sekali melukai diriku sendiri.

            Jika semalam aku melakukan self-harm maka paginya aku akan menggunakan blazer sekolah ku selama seharian. Aku tidak ingin ada orang lain yang tahu jika aku suka sekali self-harm. Yuri pun tidak tahu tentang kebiasaan buruk ku ini, aku harap hanya aku dan tuhan saja yang tahu. Semalam aku melakukannya lagi aku menyayat tangan kiri ku, ada beberapa luka goresan. Untuk mencegah hal buruk terjadi aku menempelkan plester luka sebanyak dua tumpuk di pergelangan urat nadi ku. Karena pada titik itu aku sering sekali menyayat nya. Terkadang jika aku ingin melakukan yang lebih buruk dari yang biasa aku lakukan aku selalu ingat senyuman ayah terakhir untukku

            Setiap hari rutinitasku hanyalah seperti itu. Pergi sekolah-pulang-dikamar seharian dan repeat. Aku merasa aku sakit jiwa aku seakan memiliki 2 kepribadian ganda tetapi aku mencoba untuk tidak mendiagnosa diriku sendiri. Keadaan semakin buruk ketika ibu sakit. Sudah beberapa hari ibu sakit. Yooju berusaha mengumpulkan uang untuk biaya berobat ibu. Sampai dia rela tidak jajan di luar demi ibu. Sebenarnya aku sedih dan aku merasa sama sekali tidak bersimpati kepada ibu. Tapi aku masih sakit hati dengan kejadian ayah
            Awal bulan ketika gaji yooju turun, yooju langsung membawa ibu ke rumah sakit, karena yooju merasa sakit ibu semakin parah. Dan sudah sampai ada benjolan sebesar kelengkeng di sekitar ketiak ibu. Aku tahu mereka ingin pergi ke rumah sakit, bahkan ibu pamit dan minta doa dariku agar diagnosis ibu tidak parah tapi aku pura-pura tidak mau tahu. Sepulangnya dari rumah sakit ibu terlihat tenang dan tidak menujukkan hal yang buruk terjadi, tapi yooju menghampiriku di kamar yang sedang bermain dengan cutter
            “yujinnn, apa yang kau lakukan” yooju menaikkan nada bicaranya saat melihat aku sedang memotong-motong kertas menggunakan cutter
            “aku hanya sedang memotong kertas” jawabku santai
            “syukurlah aku fikir kau melakukan hal yang aneh” yooju menghampiriku yang masih memotong kertas tanpa melihat ke arahnya
            “ada apa” ucapku melihat yooju
            “yujin kenapa semenjak kepergian ayah kau semakin menjauh dengan ku dan ibu?, apa kami ada salah padamu, kau tidak pernah berbicara dengan kami” tanya yooju, sebenarnya yooju adalah sosok kakak yang baik, dia selalu memikirkan ku dia benar-benar berjuang untuk keluarga semenjak ayah sakit
            “tidak apa” aku masih malas menjawb pertanyaan yooju mala mini
            “kau harus berubah yujin, ibu sakit kau harus berubah sayang pada ibu. Ibu butuh perhatian kita saat ini” aku melihat yooju yang memangis seperti ini mengingatkanku pada kejadian saat ayah meninggal
            “ibu sakit apa” tanyaku lemas setelah mendengar cerita yooju
            “ibu sakit kanker payudara stadium 3, aku akan berjuang mati-matian untuk kesembuhan ibu, dan aku minta tolong padamu untuk bisa memberikan perhatian lagi untuk ibu” yooju memohon padaku sambil berlutut di depanku. Aku tidak tega melihat yooju sampai seperti ini demi aku bisa menjadi yujin yang dulu
           
            Aku hanya terdiam sambil menangis, kenapa hidupku terus-terusan seperti ini. Kenapa aku tidak pernah bahagia. Hidupku rasanya sudah sangat pahit dan sengsara. Berkali-kali aku mencoba bersyukur dengan hidupku saat ini tetapi berkali-kali pula aku menolak fikiran positif itu. Entah bagaimana jika orang lain menjadi aku mungkin mereka tidak akan sanggup. Ayah sakit hingga membuat kondisi ekonomi kami memburuk bahakn yooju harus rela pulang malam setiap hari demi memnuhi kebutuhan kami, lalu ayah hanya bisa bertahan 2 tahun dan pergi meninggalkan kami selamanya. Sekarang ibu sedang berjuang melawan penyakit yang telah merebut ayah dari kami

            Sejak aku tahu kalau ibu sakit aku semakin kasar pada diriku bahkan hampir setiap malam aku melakukan self-harm. Jika dulu aku hanya sesekali melakukan self harm beda dengan sekarang yang hampir setiap malam aku melukai diriku sendiri. Aku tidak pernah melepas blazer ku selama di sekolah, aku juga tidak pernah lagi menguncir rambutku, karena itu semua untuk menutupi luka yang aku ciptakan sendiri. Aku tetaplah yujin yang sama jika di sekolah. Ternyata pandangan saat di taman tempo hari membuat lelaki it uterus memperhatikan gerak-gerikku.

            Aku sungguh tidak mengerti apa motivasi dia yang setiap hari memperhatikanku. Padahal untuk sekedar bertegur sapa saja aku tidak pernah. Aku hanya kenal dia anak IPA kelas 12B namnya Bae Jinyoung. Banyak anak-anak memanggilnya baejin aneh. Karena dia anaknya sangat introvert. Bahkan jika ada tugas kelompok baejin tidak mau mengerjakannya berkelompok dan memilih untuk mengerjakannya sendiri. Jarak kelas kami hanya bersebelahan tapi jujur aku jarang sekali melihat dia keluar pada saat istirahat. Tampilan dia seperti L dalam film death note.

            Setiap hari baejin selalu menggunakan sweater berhoodie warna hitam dan memakai kupluk untuk menutupi wajahnya yang kecil. Tidak pernah aku melihat baejin mengobrol dengan orang lain. Dia benar-benar aneh dan sangat sangat introvert. Aku tidak pernah menyangka bahwa baejin akan diam-diam memperhatikanku. Dimanapun aku berada selalu ada baejin yang sedang melihat ke arah ku. Sampai pada akhirnya aku berpapasan dengan baejin di lorong belakang sekolah
            “yujin” baejin menarik tanganku yang berpapasan langsung dengannya
            “aawwwwww” aku teriak karena baejin menarik tanganku yang luka akibat aku sayat semalam
            “kau melakukan nya lagi eohhh” tanyanya datar
            “melakukan apa?” tanyaku bingung
            “ini apa” baejin menggulung blazerku dan dia dengan santai melihat banyaknya luka sayatan di tanagn kiri ku
            “kau ini apa-apaan sih” aku kesal dan merapihkan kembali blazerku
            “berhenti melukai dirimu sendiri, jika kau ada masalah ceritakan pada orang lain, jika kau bingung ingin cerita pada siapa datang lah padaku” ucap baejin lalu pergi meninggalkanku

            Aku bingung kenapa tiba-tiba baejin bisa melakukan itu padaku. Dan kenapa juga aku bisa berpapasana dengan baejin siang itu. Dari banyak jalan menuju perpustakaan kenapa aku harus melewati lorong belakang dan bertemu baejin. Dan kenapa juga baejin bisa tahu tentang penyakitku saat ini. Ini kali pertama aku berbicara dengan baejin. Selama satu tahun aku bersekolah disini baru kali ini aku berbicara dan mendengar suara baejin

            Keadaan semakin buruk ketika kanker ibu semakin parah. Ibu harus segera di operasi karena kankernya sudah menyebar keseluruh tubuhnya. Tapi yooju belum mempunyai uang, setiap malam aku selalu melihat yooju menangis di kamarnya sambil terus berdoa untuk kesembuhan ibu. Aku tidak membantu apa-apa, setiap kali ada masalah baru maka akan aada satu luka di tubuhku. Ibu dan yooju tidak pernah tahu tentang ini. Aku tidak ingin menambah beban mereka. Sesekali aku mencoba mencari tahu tentang kebiasaan buruk ku di internet.
            Aku merasa seperti aku memiliki depresi tetapi aku tidak mau jika benar aku mengidap depresi saat ini. Aku sama sekali tidak bisa mengontrol diriku ketika aku merasa tertekan atau ada masalah baru. Pasti dengan mudah aku akan melukai diriku sendiri. Semenjak ibu sakit aku tidak pernah lagi bercerita dengan teman-teman ku atau yuri. Aku tidak ingin mereka menjadi sedih dan menganggapku ini seperti orang yang sedang membutuhkan bantuan. Yujin di sekolah tetaplah yujin yang ceria. Mungkin hal ini menjadi salah satu factor aku jadi seperti ini. Tidak ada orang yang aku percaya untuk mendengarkanku bercerita.

            Sebenarnya aku sedikit memikirkan tentang perkataan baejin yang rela menjadi tempat curhatku. Tapi rasanya aneh jika aku tidak pernah kenal dia secara tiba-tiba bercerita tentang semua masalahku. Aku takut baejin memiliki niatan buruk padaku. Karena sebagian orang bukannya dengan tulus ingin membantuku tetapi mereka hanya penasaran dengan ceritaku.

            “yujin kau sudah pulang” ucap ibu dari ruang makan yang sedang menjahit
            “iya” jawabku lalu langsung pergi ke kamar. Sebenarnya aku ingin mengobrol dengan ibu seperti dulu tapi rasanya semua rasa itu tidak pernah muncul kembali. Ibu tidak pernah memberitahuku tentang penyakitnya, mungkin ibu tahu dengan kepergian ayah saja sudah membuatku seperti ini apalagi ditambah dengan keadaan ibu sekarang
           
            Dari pulang sekolah hingga malam, seperti biasa aku tetap di kamar, hari ini jadwal check-up ibu. Yooju izin pulang cepat agar bisa menemani ibu, selama ibu sakit aku tidak pernah menemani ibu sekalipun untuk check-up. Aku lebih memilih berdiam di kamar seharian di banding menemani ibu karena aku pasti tidak akan kuat menerima kenyataan bahwa hidupku akan benar-benar hancur sebentar lagi

            Sepulang dari check-up yooju masuk ke kamar ku yang sangat berantakan. Dan yooju memberitahu tentang keadaan terkini kondisi ibu
            “yujin mau sampai kapan kau seperti ini, kondisi ibu semakin memburuk. Biu selalu sedih setiap kali kau menghindar darinya, ibu memiliki 2 orang putri jadi ibu membutuhkan dukungan dari 2 orang putri nya. Jangan sampai kita kehilangan ibu, aku tahu kau sangat sayang pada ibu maka dari itu tolong tunjukkan rasa sayang itu pada ibu” yooju mengelus kepalaku
            “lebih baik kau keluar sekarang kaka, aku tidak ingin di ganggu” ucapku seraya menghempas tangan yooju dari kepalaku

            Yooju pun keluar dari kamar ku dan aku langsung menutup pintu kamarku dengan keras dan mengunci pintu. Ibu yang mendengar hentakan itu pun kaget. Saat ini aku benar benar tidak bisa lagi mengendalikan tubuh dan fikiranku. Aku ambil cutter dari meja belajarku, aku menangis histeris dan teriak. Aku benar-benar kacau saat itu, yang ada di fikiran ku saat itu adalah aku ingin memotong urat nadi di tangan kiri ku. Rasanya ingin ku copot plester luka yang menutupi nadi ku. Ku gores berkali kali tangan kiri ku sampai darah berceceran di lantai. Berkali-kali pula aku menangis teriak karena sakit

            Ibu yang mendengar suara tangisanku menghampiri ku dikamar, ibu mencoba membuka pintu kamar ku yang terkunci. Aku lihat gagang pintu ku yang terus bergerak pertanda orang dari luar yang ingin mencoba masuk
            “yujin-ahhhh buka pintunya nak” ibu terus mencoba membuka pintu kamarku yang terkunci
            “yujin buka pintunya sayang, ibu akan dobrak jika kau tidak mau buka ya” dengan kekuatan paruh ibu, ibu pun mendobrak pintu kamarku dan akhirnya terbuka. Ibu kaget bukan kepalang melihat aku yang sudah berantakan. Kamarku penuh dengan bercak darah yang mengalir dari tanganku. Ibu yang melihat kejadian itu langsung memeluk ku erat sambil menangis
            “yujin ibu mohon jangan lakukan itu, ibu dan yooju sangat sayang padamu nak” ibu tak henti-henti memeluk ku sambil menangis dan menghapus darah yang ada di tangan ku
            “aku ingin menyusul ayah bu” aku terus menangis di dalam pelukan ibu
            “tidak, kita akan disini, ayah sudah bahagia disana” ibu

            Pagi ini aku tidak masuk sekolah ibu membawaku ke rumah sakit untuk mengobati luka dan membawaku ke psikiater. Ibu merasa aku memiliki depresi sehingga ibu ingin aku di periksa oleh ahlinya. Setelah selesai mengobati luka di tangan aku, aku segera pindah ke ruang psikiater. Di dalam ruangan hanya ada aku dan seorang dokter cantic, sedangkan ibu diminta untuk menunggu di luar.
            “hai coba perkenalkan namamu” tanya dokter yang tepat berada di depan ku
            “namaku Ahn Yujin aku siswa SMA kelas 12” jawabku singkat sesuai permintaan dokter
            “lalu itu tanganmu kenapa?” tanya nya
            “aku melakukan self-harm” aku menunduk malu menjawab pertanyaan dokter barusan
            “coba tuliskan semua keluh kesah mu, semua yang kau rasakan di dalam buku ini. Anggap buku ini menjadi tempat curhat mu” dokter itu memberikan sebuah buku diary dan pulpen kepadaku. Aku mencoba menulis seuatu di buku tetapi tidak bisa yang ada aku hanya lah menggambar sesuatu yang kulihat saat itu dan sampai akhirnya aku menyerah
            “aku tidak bisa dok, ketika aku ada masalah aku hanya bisa melukai diriku sendiri, ini aku rasakan ketika aku memiliki masalah atau sedang merasakan tertekan” ucap ku
            “baiklah aku tidak memaksamu, aku akan memberikan diagnosis tentang kondisi mu saat ini dan aku akan buat kan resep obatuntuk bisa mengontrol dirimu sendiri” dokter menuliskan beberapa resep obat dan menuliskan diagnosis tentang diriku. Setelah menunggu sekitar 20 menit dokter bicara pada ibuku dan giliran ku menunggu di luar karena aku tidak suka dengan pemandangan di dalam
            “hallo ibu saya sudah membuat resep obat untuk yujin, sebenarnya ini adalah obat depresi jika yujin sedang merasa tertekan atau berada dalam situasi yang sulit yujin harus meminum obat ini, gunanya untuk mencegah dirinya melakukan self-harm lagi. Dan saat ini yujin sudah masuk dalam kategori depresi dan stereotypic self injury. Diamana ketika dia meras tertekan atau ada masalah dia akan otomatis melukai dirinya sendiri, Karena tidak ada orang lain yang bisa menajdi tempat dia bercerita. Yang dibutuhkan yujin saat ini adalah dukungan dan kasih sayang yang cukup dari orang terdekat” dokter memberikan surat diagnosa itu kepada ibu
            “baik terimakasih dok, jika yujin masih seperti ini terus saya akan kembali kesini” ucap ibu

            Mulai saat ini setiap kali aku merasa tertekan aku akan meminum obat anti depresi tetapi aku bosan karena setiap kali aku berada dirumah maka aku akan terus meminum obat itu. Yang ada aku akan mati overdosis karena terlalu banyak mengkonsumsi obat. Aku pun sedikit demi sedikit mulai melupakan obat tersebut dan menaruhnya di laci lemari baju ku yang paling dalam

            Ternyata setelah aku melepas obat itu, penyakit self injury yang aku derita kembali lagi. Setiap aku mendengar ibu merasa kesakitan aku akan otomatis menggoreskan cutter di tangan kiri ku. Ketika aku emndengar bahwa yooju mengalami kesulitan di pekerjaannya maka akan ada luka baru di bagian tubuh lainnya

            Kejadian seperti ini pun terus di perhatikan oleh baejin. Sampai akhirnya dia mengirimkan surat di meja ku untuk mengajaku bertemu dengan nya sepulang sekolah di pinggir sungai han. Karena aku penasaran dengan maksud dan tujuan baejin mengajak ku bertemu, aku pun menyusulnya kesana. Aku telat 15 menit dari waktu janjian. Tapi tak apalah toh ini bukan keinginann ku untuk bertemu dengannya
            “aku fikir kau tak datang” baejin membuka kupluk hoodie nya
            “ada apa kau mengajak ku kesini” tanya ku jutek
            “kau pasti masih melakukannya ya” ucap baejin yang sangat sangat dingin. Pantas saja tidak ada orang yang mau berteman dengannya
            “iya aku positif depresi, aku sudah pernah minum obat tetapi sekarang aku sudah melepaskannya. Aku takut mati konyol karena overdosis “ pandanganku kosong melihat tenang nya air danau yang mengalir
            “coba kau buka blazermu” Baejin
            “tidak mau” aku merekatkan blazer ku agar tidak di buka oleh baejin
            “pasti di tangan kiri mu banyak sekali luka, aku sudah pernah bilang padamu jika kau ada masalah ceritakan semuanya padaku, berhenti untuk menyakiti dirimu, kasihan kulitmu jadi rusak, lalu rambut mu jadi habis karena kau sering menjambaknya hingga rontok”baejin tersenyum padaku, baru kali ini aku melihat anak yang paling introvert bisa selembut ini padaku
            “kau adalah orang yang paling introvert di sekolah, bahkan banyak yang tidak ingin berteman dengan mu karena kau aneh. Tapi kenapa kau bisa memperhatikanku sampai seperti ini. Bahkan kau adalah orang yang tahu jika aku sering melakukan self-injury” akhirnya aku bisa mengobrol dengan baejin secara lepas
            “aku diam bukan berarti aku tidak perduli dengan keadaan sekitar. Aku tau kau suka sekali menyakiti dirimu sendiri, aku tahu yuri adalah anak yang kurang kasih sayang karena kedua orang tua nya bekerja, aku tahu chaewon yang pendiam karena orang tuanya yang kasar padanya, aku tahu semua tentang anak-anak di sekolah tetapi aku lebih memilih diam” tidak ku sangka baejin akan bercerita sepanjang ini dengan ku
            “kau tau itu semua, padahal kau tidak pernah berbicara dengan mereka sekali pun. Apa kau seorang cenayang?” tanya ku polos
            “bukan aku bukan cenayang tapi aku ini hantu hihihihi” baejin menakut-nakuti ku dan berakhir dengan senda gurau

            Aku menghabiskan sore ku bersama baejin di tepi sungai han. Aku sama sekali tidak melihat ponsel, sudah banyak pesan dan panggilan tidak terjawab dari ibu. Aku tahu ibu pasti khawatir padaku saat ini, terlebih ibu sudah tahu kondisi ku yang sebenarnya. Aku sedikit merasa lega ketika bercerita semuanya pada baejin. Ternyata dokter bilang benar jika salah satu obat untuk menyembuhkan sakit ku adalah dengan terbiasa terbuka dengan orang lain

            Baejin yang sudah tahu tentang hidupku mencoba untuk berusaha menyembuhkanku dengan berbagi cerita kepada yuri, chaewon dan beberapa teman kelasku
            “hai teman aku boleh bergabung” ucap baejin kaku yang menghampiri kerumunan teman-teman ku yang sedang istirahat latihan paduan suara
            “heiii anak aneh ingin apa kau kemari” ucap salah satu anak dari kerumunan itu
            “iya mau apa kau, bukannya kau bisa hidup tanpa teman-teman ya hahahaha” semua anak menertawakan baejin kecuali yuri dan chaewon
            “ada apa baejin kau kemari” tanya yuri
            “aku tau kalian semua teman baik nya yujin kan?, kalian sayang pada yujin?” baejin mencoba mengakrabkan diri dengan orang yang tidak pernah mengobrol dengannya
            “kita semua sayang pada yujin dia anak yang ceria, dia anak yang bisa membuat kami tertawa, tidak sepertimu yang aneh” cacian demi cacian terus menghampiri baejin
            “kalau kalian sayang pada yujin, tolong kita sama-sama bantu yujin, yujin sedang membutuhkan bantuan kita saat ini” baejin
            “bantuan apa? Selama ini yujin biasa saja dan tidak pernanh meminta apapun dari kami, iya kan” ucap juwon
            “jangan percaya kata anak aneh itu bisa saja dia bohong karena ingin menipu kita” semua anak tidak ada yang percaya dengan kata kata baejin, karena baejin di anggap aneh oleh mereka
            “aku serius yujin sedang sakit dia sering melukai dirinya sendiri, jika kalian tidak percaya buktikan sendiri, kalau kalian melihat ada luka di kanan kiri yujin berarti semua ucapan ku benar” ucap baejin lalu pergi meninggalkan mereka

            Chaewon dan yuri yang mendengar langsung bingung. Mereka antara percaya atau tidak dengan ucapan baejin. Karena chaewon dan yuri termasuk teman dekat yujin, mereka mumutuskan untuk segera mencari tahu tentang kebenaran ucapan baejin barusan. Yuri yang memiliki tubuh lebih kecil di banding aku, meminta tolong aku untuk mengambilkan buku di perpustakaan yang berada di paling atas rak. Ketika aku sedang mengambil buku, blazer aku sedikit turun ke bawah dan betapa terkejutnya yuri ketika melihat pembulu nadi ku yang di tutupi plester luka bertuliskan “Fvck” dan beberapa goresan luka juga menghiasi tangan ku

            “ini yuri” aku memberikan buku buku sains untuk yuri
            “eoohhh iya” yuri masih dengan ekspresi kagetnya menerima buku sambil terdiam
            “kau kenapa yuri” tanyaku bingung karena melihat yuri tiba-tiba terdiam
            “eeoohhhh yaaa, aku tidak apa, terimakasih ya yujin aku langsung ke kelas byeee” jawab nya kaget lalu pergi meninggalkan ku
           
            Yuri aneh kenapa dia tiba-tiba seperti itu, apa ada yang aneh dengan ku, atau aku ada salah dengan dia?. Padahal baru kemarin aku pergi ke toko buku bersama dia dan chaewon. Atau jangan-jangan yuri melihat plester luka ini, aku harap ini hanya perasaan ku saja. Selepas dari perpustakaan yuri langsung menhampiri teman-teman paduan suara

            “teman-teman ternyata benar apa kata baejin kalau yujin suka melukai dirinya sendiri” yuri yang tergesa-gesa dari perpustakaan, sedangkan nafasnya masih tersengal akibat dia lari
            “kau tahu dari mana yuri?” tanya chaewon
            “aku tadi melihatnya sendiri, aku lihat di tangan kiri yujin penuh dengan goresan seperti pisau atau cutter dan di urat nadinya terdapat plester luca dengan tulisan fvck” yuri
            “oke kalau begitu kita harus bantu yujin sekarang” ucap junwo

            Mereka teman-teman baik ku yang sudah tahu tentang kondisi ku pun akhirnya mendatangi baejin dan meminta maaf pada baejin karena mereka telah jahat pada baejin. Mereka menganggap omongan baejin hanyalah omong kosong, tapi kenyataannya baejin benar
            “baejin” teriak junwo dan baejin hanya sekali menoleh lalu kembali lagi pada aktifitasnya
            “baejin maafkan kami yang telah jahat padamu, sekarang kami percaya bahwa yujin benar-benar membutuhkan bantuan kami. Ayo kita sembuhkan yujin bersama” junwo
            “sekarang kalian baru percaya kan pada ku. Aku ingin kita semua membuat butterfly project” baejin
            “butterfly project, apa itu” Tanya yuri
            “project untuk orang seperti yujin. Dimana kita harus menggambar kupu-kupu di pergelangan kiri dan masing-masing kupu-kupu harus di beri nama. Tolong gambar seperti ini” baejin menunjukkan pergelangan tangan kirinya yang sudah hampir penuh dengan gambar kupu-kupu dengan namanya. Dan disalah satu kupu-kupu itu terdapat nama yujin
            “lalu fungsinya apa” chaewon menambahkan
            “ketika yujin ingin melakukan self-harm maka dia akan melukai si kupu-kupu yang berarti yujin telah melukai orang yang namanya ada di gambar kupu-kupu tersebut. Jika yujin sayang dengan orang tersebut maka yujin tidak akan melukai dirinya sendiri. Karena maksud dari project ini adalah saat yujin melukai dirinya = yujin melukai satu orang yang dia sayang” mereka semua kaget mendengar penjelasan baejin. Bagaimana mungkin orang se-introvert baejin bisa memiliki pemikiran seperti ini. Dari mana dia tahu tentang semua ini padahal dia saja tidak pernah bertukar informasi dengan orang lain
            “waaaawww kau hebat baejin, darimana kau bisa tau tentang project ini” junwo yang sebelumnya sering mencaci baejin sekarang berbalik memuji baejin
            “kita lakukan ini besok, tunjukkan pada yujin agar dia bisa berhenti melukai dirinya sendiri dan sembuh” baejin tersenyum yang membuat semua anak-anak heran

            Butterfly project dilakukan semua teman-teman ku sudah menggambar kupu-kupu yang sudah di beri nama orang tersayang mereka, termasuk keluarga dan teman sekolah. Aku yang saat itu sedang menggambar di taman sekolah tiba-tiba di kejutkan oleh teman-teman ku yang datang sambil menunjukkan tangan kiri mereka yang cantic. Aku bingung apa maksud mereka
            “yujin stop self-harm, love yourself” ucap yuri seraya mengeluarkan air mata
            “gambar kupu-kupu di tangan mu dan beri nama mereka dengan orang tersayang mu” chaewon tersenyum manis
            “ketika kau ingin melukai dirimu sendiri = kau melukai satu orang yang kau sayang” junwo
            “kita semua sayang padamu yujin, jika ada masalah ceritakan semuanya pada kami” yuri masih terisak
            “tuhan menciptakan seseorang tidak pernah sia-sia, termasuk kau” baejin senyum hangat
            “kalian” aku hanya bisa terdiam sambil menangis haru. Ternyata semua orang di sekitar ku sangat perduli padaku. Aku tidak menyangka mereka akan seperti ini. Tak lama yuri, chaewon dan yain memeluk ku dan kami menangis haru bersama mereka ternyata sangat sayang padaku

            Satu hal yang tidak pernah aku syukuri adalah aku memiliki teman-teman yang sangat berharga. Aku selalu mengeluh hidupku buruk, berantakan dan tidak pernah berwarna. Sampai aku lupa kalau aku memiliki orang-orang yang tulus mencintaiku. Baejin, orang yang kita anggap paling aneh ternyata bisa mengubah hidup ku  yang kelam. Sekarang aku mulai bisa menerima keadaan ku, aku mulai kembali lagi sayang pada ibu dan yooju. Ibu menjadi lebih survive dengan kanker payudaranya. Semakin hari kondisi ibu semakin membaik setelah di operasi. Yooju mendapatkan pinjaman uang dari tempat dia bekerja dan uang nya di gunakan untuk biaya operasi ibu.
            Teman-teman ku selalu aktif menanyakan keadan ibu dan yooju, mereka selalu sigap memberikan bantuan jika aku memiliki kesulitan. Baejin yang tadinya sangat pendiam sekarang mulai bisa bersosialisasi dan baejin menjadi lebih sering berkumpul dengan teman-teman ku. Aku menjadi lebih senang dengan hidupku saat ini. Semuanya terasa indah, kini saat nya akau mewujudkan mimpi ayah untuk menjadi anak yang pintar. Kata-kata yang selalu aku ingat adalah “tuhan tidak pernah menciptakan seseorang dengan sia-sia” itu menjadi alasan ku untuk terus semangat hidup bersama dengan kupu-kupu cantik ini


-        The end -

Monday, 8 October 2018


Superior Gen

            Kenalin ini Maura Queen Khoveeya gadis geulis bandung yang baru aja pindah sama ayah nya ke Jakarta. Maura bukan anak popular di bandung, dia anak yang biasa aja. Maura dan ayahnya pindah ke Jakarta karena ayahnya yang di pindah tugaskan kerja ke Jakarta, dan moment ini pas banget maura masuk SMA. Nanti dijakarta maura bakal sekolah di SMA Gaudi, sekolah swasta dengan segudang prestasi gak kalah deh pokoknya sama SMA Negri. Soal biaya gak usah di tanya disini itu mahal banget karena sekolah memberikan fasilitas yang oke buat siswa nya

            Yuk kenal sedikit sama SMA Gaudi yang bakal jadi tempat belajar maura. Sekolah ini terletak di Jakarta selatan. Sekolah dengan gerbang yang super tinggi menghiasi pemandangan awal ketika masuk sekolah ini. Setiap kelas di lengkapi dengan fasilitas 2 buah AC, infocus, dan bebrapa alat pendukung belajar lainnya. Soal kantin gak usah heran disini semuanya menggunakan cashless alias kita harus punya kartu dan harus diisi saldo tiap kali mau jajan. Di setiap sudut koridor terdapat loker untuk para siswanya. Kalo soal seragam SMA Gaudi punya seragam mirip-mirip sama sekolah di korea karena memang konsep mereka mengadaptasi dari sekolah disana

            Kalo mau sekolah disini tapi gak punya uang bisa kok lewat jalur beasiswa eeiittsss tapi gak segampang itu ya banyak yang harus di lewatin loh. By the way maura bisa sekolah disini bukan karena dia anak orang kaya ataupun karena beasiswa tapi karena kerja keras ayah tercintanya. Setelah pindah ke Jakarta maura tinggal disebuah perumahan yang gak jauh dari SMA Gaudi. Rumah tinggal maura dan ayah nya juga gak besar Cuma rumah tipe 21 perumahan dengan 2 kamar, 1 kamar mandi, ruang tamu dan dapur. Karena mereka Cuma tinggal berdua jadi gak perlu rumah yang besar

            Ayah maura adalah seorang karyawan swasta yang sangat berprestasi. Ayah nya udah jadi kepercayaan bos di perusahaannya mangkanya ayah mauran pindah tugas dijakarta dan baru aja naik jabatan menjadi supervisor. Hari pertama pinda rumah maura merasa biasa saja mungkin karena suasana Jakarta yang berbeda dengan bandung
            “maura kamu harus semangat dong kan kita mau mulai hidup baru disini” ayah yang masih beresin barang-barang pindahan
            “aku kangen bandung yah, aku gak mau jauh dari mamah” wajah maura langsung berubah jadi sedih
            “kita masih bisa sering negokin mamah kok, kamu gak usah sedih lagi pula besok itu hari pertama kamu sekolah di Jakarta jadi kamu the harus semangat” ayah mengusap lembut rambut anak semata wayangnya
            “lagian ayah kenapa sih masukin maura ke SMA Gaudi, itu kan SMA mahal yah, sayang uangnya mending ayah masukin maura ke SMA Negri aja” maura kesal dan cemberut pas dia tahu kalo dia masuk ke sekolah elit di Jakarta
            “gak ada yang sayang kok karena ayah lebih sayang sama maura, ini semua berkat kerja keras ayah, ayah dapat best employee dan kantor kasih benefit ke ayah. Tadinya ayah mau di kasih liburan ke paris pulang pergi sama kamu plus penginapan selama 4 hari disana tapi ayah tolak” ayah maura memang pekerja keras mungkin karena sudah 5 tahun ini mereka hanya hidup berdua dengan anak perempuannya
            “kenapa ayah tolak sih mending kita jalan-jalan ke paris trus tetep tinggal di bandung” mauran masih kekeuh gak mau pindah dari bandung
            “total liburan ayah yang ayah dapat dari benefit kantor itu setara dengan biaya sekolah kamu di SMA Gaudi ya paling ayah tinggal tambahin sedikit lah pas kamu kelas 3 nanti” ayah maura emng jago banget dalam hal hitung-menghitung seperti ini
            “jadi maura masuk SMA Gaudi itu dibiyayain kantor ayah?, maura gak mau ah yah maura malu pasti maura kalah banget sama anak-anak disana” namanya juga anak satu-satunya jadi manjanya gak ketulungan
            “maura harus inget maura ke sekolah itu untuk cari ilmu bukan untuk yang lain, maura gak perlu jadi anak yang pintar jadi juara kelas atau juara umum. Maura cukup jadi anak yang baik buat ayah, kenapa ayah pilih sekolah itu buat maura karena ayah tau gimana baiknya untuk masa depan kamu. Apalagi sejak mama gak ada ayah berjuang semuanya sendiri. Maura harus bisa gantiin ayah nantinya kalo ayah udah tua dan gak bisa kerja” terlihat ayah yang menahan tangis karena ngebahas hal yang sedikit sensitive
            “maafin maura ya yah, maura janji bakal jadi apa yang ayah mau, maura sayang ayah” maura pun memeluk ayah sambil menangis

            Hari ini hari pertama maura sekolah. Dia sama sekali buta banget sama peta Jakarta, maura pun bingung harus pergi naik apa, karena sekarang jaman udah canggih akhirnya maura pergi ke sekolah naik ok-jek alias ojek online. Maura berusaha nulis alamat rumahnya dengan lengkap supaya si abang ojek nya gak nanya mulu karena dia juga bingung kalo si abang nanya posisi dia dimana dan ending nya pasti bakal di jawab ikutin maps aja pak. Maura nunggu ok-jek di depan pager supaya memudahkan dia juga buat nyari si abang ojeknya
            “misi ka maura ya?” tanya seorang abang berseragam oranye yang mirip sama the jak
            “iya mas maulana ya” maura jawab sambil make sure kalo itu bener ojek yang ambil orderannya
            “ke SMA Gaudi kan ka, serius nih naik ojek online” tanya abangnya sambil siap siap mau jalan
            “iya emangnya kenapa mas nya gak tau ya, soalnya saya orang baru di Jakarta jadi ikutin maps aja ya” balas maura sambil benerin helm yang dia pake
            “bukan kalo alamatnya sih saya tau Cuma aneh aja anak SMA Gaudi naik ojek, biasanya banter-banter juga naik ok-car atau taxi gitu” ya ampun ini abangnya ngmong Bahasa betawi banget dan maura Cuma cengo dengerinnya
            “ahhh biasa aja mas, saya juga gak tau sekolah kek gimana” maura nyantai aja jawabnya dan sok sokan down to earth. Setelah perjalanan 30 menit karena melewati kemacetan Jakarta akhirnya maura sampe lah ke SMA Gaudi yang akan jadi tempat sekolahnya selama 3 tahun

            Awal liat sekolah dari gerbang depan maura Cuma terpelongo ngeliat anak-anak yang masuk pada sliweran pake mobil-mobil atau gak motor-motor ninja. Dia ngeliat dirinya dari atas sampe bawah dan mandangin kalo dirinya abis turun dari ojek itu beda banget sama anak-anak sekolah ini
            “ka helm nya belon dicopot, saya mo narik lagi inih” suara si abang ojek buat lamunan maura pecah
            “oh iya iya mas maaf ya” maura segera mencopot helm yang masih nempel di kepalanya
            “kaga usah kaget ka disini emang murid nya pada sans dan gans semua trus mereka juga pada berduit semua” si abang ojek terus ngoceh dengan logat betawi aslinya

            Cuma bermodal WA penyemangat dari ayah maura beraniin diri buat masuk ke sekolah sendiri tanpa di damping atau di antar orang tuanya. Karena hari ini adlah masa ospek maura dan murid lainnya berdiri di tengah lapangan dan menunggu aba-aba dari kaka osis yang sudah pada berdiri di panggung depan. Pas lagi baris tiba-tiba ada seorang cewe yang visualnya udah gak perlu di ragukan lagi. Dia cantic bahkan pas pertama maura liat dia maura bisa bisa jadi lesbi gara-gara cewe ini. Namanya juga murid baru mulai lah beberapa anak sksd dengan teman sebelahnya termasuk maura dengan cewe cantic itu
            “hai boleh kenalan gak” tanyaya sambil menghadap maura yang masih canggung dengan suasana sekolah ini
            “iya boleh nama gue maura queen khoveeya, panggil aja maura” maura menjabat tangan
            “nama gue ellen triatmodjo” ellen membalas jabatan tangan maura, seperti namanya yang cantik yaitu ellen
            Kenalin ini namanya Ellen Sagitarius cewe super cantik yang bakal jadi primadona pada masa angakatan maura nanti. Anakny lugu, polos dan yang pasti tajir melintir karena ellen itu anak kepala TNI , setiap hari ellen selalu di antar jemput pake supir pribadi. Pokoknya kalo dari segi visualisasi ellen itu terbaik deh
           
            Saat suasana berisik dari siswa baru yang sedang kenalan tiba-tiba terdengar sura laki-laki dengan mikrofon berbicara dari panggung
            “selamat pagi semuanya nama gue bobby, gue ketua osis disini, kalian akan di temenin sama gue dan team gue selama kalian ospek beberapa hari kedepan” kenalin cowo keren ini namanya Bobby Yudisthira Pranata. Cowo gaul yang keren abis stylenya. Ka bobby ini suka banget sama rap dan beat box. Doi itu baru jadi ketua osis di SMA Gaudi, pesonanya membuat dia banyak dipilih sama cewek cewek disini
            “dan cewe cantik di sebelah gue ini namanya sierra” nah kalo cewe dengan image sexy ini namanya sierra. Sierra itu pacarnya ketua basket disini, gak usah sok belaga sexy di depan dia karena pasti kita udah kalah. Da akum ah apa atuh sama ellen Cuma cewek polos yang gampang di tipu wkwkwkwkwkwk

            Oke hari pertama ospek dimulai, hari pertama kita gak dikerjain suruh dandan aneh-aneh kayak SMA pada umumnya, Karen SMA Gaudi itu punya reputasi yang tinggi, Cuma cara ospek disini ya sama aja kayak di SMA lain. Pagi ini kita disuruh perkenalan diri, karena siswa yang cukup banyak ini sangat memakan waktu sampe jam makan siang. Untuk mempermudah kaka osis mengenali kita jadi kita di kasih nametag dari karton yang selalu dikalungin dan di tulis nama siswa nya
            Abis capek dengerin orang perkenalin diri mereka drama ospek berlanjut ke makan siang bersama. Yang ada difikiran maura dan ellen saat itu adalah mereka bisa makan enak di kantin yang super duper bersih. Semua murid baru diajak keliling area kantin yang bagus banget, disana banyak stall makanan mulai dari asia, western, arab sampe indian food ada. Maura dan ellen yang masih ngegosip dan mikirin mereka bakal pilih menu apa nanti. Ternyata apa yang ada di fikiran maura dan ellen itu salah besar, mereka emang disuruh makan siang di kantin itu tapi dengan makanan yang udah disiapin sama tim osis

            Rasa laper yang tadinya udah bikin perut maura disko berubah jadi engga karena maura ngeliat makanan yang muali dibagiin ke siswa. Dan you know apa aja isi makanannya, Cuma nasi tempe goreng, sambel dan lalapan. Whhaattt ini sih lalapan sunda namanya, kalo maura masih bisa makan, tapi jangan harap ellen mau makan makanan begini. Karena secara dia aja udah biasa hidup serba ada dan yang pastinya makan makanan enak terus
            “ra serius kita makan ini?” ellen menatap bingung makanan yang ada di depan dia
            “lo gak suka ya len, mau gimana lagi kita harus makan” maura Cuma bisa kasih semangat ke ellen supaya dia mau makan
            “kalian harus habiskan makanan yang ada di depan kalian, gak boleh ngeluh, gak boleh gak dimakan” suara seorang cowok dengan gaya yang sok cool tapi ternyata emang beneran cool
Kenalin ini namanya Abian Prasta Pranata a.k.a ka bian. Cowok super cool ini adalah kapten basket di SMA Gaudi. Dia adalah pacarnya sierra si waketos, kebayang kan cowok nya cool trus ceweknya hot pasti nanti anaknya dispenser
            “gue gabisa makan makanan ini ra gimana dong” ellen udah keliatan berkaca-kaca dan nagis, maklum lah anak manja ini mah keliatannya
            “udah abisin aja yang biasa makan enak bukan Cuma lo doang kok, gue juga gak biasa makan makanan ginian” seru seorang cowok ganteng yang main nyamber aja ketika ellen lagi ngeluh sama maura
            Kenalin ini namanya Chandra Malvin Pranata biasa di panggil chan. Anaknya tinggi banget kayak tiang tapi muka cute dan ganteng abis. Kelakuan agak-agak dingin mungkin dia itu adiknya abian karena kelakuannya mirip banget kalo diliat dari gaya bicaranya
            “tapi gue gak bii…..” ellen langsung terdiam pas noleh kesamping karena cowok ini udah bikin ellen salah focus. Maura yang ada di sisi kanannya Cuma bisa nepok-nepok pundak ellen sambil nyadarin dia dari lamunannya karena liat muka chan
            “gak usah rewel nikmatin aja gak selamanya lo itu bakal diatas” chan yang masih asik mainin makanan nya sambil di aduk-aduk gak jelas dan sesekali dia makan sesuap kecil
            “len ellen udah ayo makan cepetan ntar kita diomelin ka bobby loh” serum aura karena mulai panic soalnya Cuma makanan ellen yang masih banyak, yang lainnya udah menuju habis

            Setelah makan siang ospek berlanjut ke bersih-bersih sekolah, semua siswa baru di bagi menjadi beberapa kelompok. Bayangin semua siswa baru berseragam kemeja putih plus celana hitam dan semua siswa di suruh bersih-bersih sekolah fix banget ini mirip cleaning service baru. Maura dan ellen menjadi satu kelompok karena mereka dari tadi nempel terus kayak perangko sama surat. Kebetulan kelompok dibagi menjadi 5 orang per/team jadi hampir semua sekolah yang terdiri dari 5 lantai ini bisa di bersihin semua
            Ellen dan maura satu kelompok sama chan dan dua orang lain yang gak kalah ganteng dari chan. Kayaknya ini bukan sekolah biasa deh tapi sekolah artis soalnya smeua muridnya itu kalo gak cantic banget ya ganteng banget. Cowo yang berdiri di sebelah chan namanya Arjune

Kenalin cowok satu ini namanya Arjune Abiputra Pranata alis june, namanya udah bagus-bagus arjune tapi dipanggilny cem anal alay aja june. June ini hoby banget nyanyi suara bagus buanget cocoklah kalo june ikut kompetisi Indonesian idol. Gue yakin dia bakal menang karena gak Cuma suara aja yang bagus tapi muka juga mendukung. Oke selanjutnya kit akenalan sama cowok terakhir di team ellen dan maura

Kenalin dia namanya Deva Ksatria Pranata wuuiihh keren banget ya namanya sekeren orang nya deva ini kalo dipanggil biasa nya dev atau DK singkatan dari nama pertama dan keduanya. Deva ini anak yang pendiam dan paling smart diantara chan dan june keliatan sih dari wajahnya, deva selalu pake kacamata oval yang nunjukkin kalo dia itu emang beneran pinter. Rumornya si deva ini masuk SMA Gaudi bukan karena dia anak orang kaya yang tajir melintir melainkan usaha dia yang ngedapetin beasiswa super susah dari SMA Gaudi. Hebat yah si deva

            Line up team ellen dan maura udah lengkap yaitu ada ellen, maura, chan, june dan deva. Mereka dapet tugas berisihin toilet guru. Siyal banget kan mereka berlima, dan lebih sial lagi adalah toilet guru itu jauh leih besar daripada toilet siswa. Ini mungkin mimpi buruk buat ellen
            “whhaatttt the ini toilet gede amat sih” oceh june yang paling atraktif diantara kita berlima padahal kita B aja semuanya
            “ini sih sama aja mereka ngerjain kita” timpal chan yang juga kesel liat kalo dia harus bersihin toilet sebesar ini
            “udah deh daripada kita kebanyakan ngomong mending kita bersihin sekarang, daripada kita kena sidak sama kakak osis” kayaknya maura udah mulai kesel dengan ocehan-ocehan laki-laki itu
            “ra seriusan kita mau bersihin ini semua, pake apa gue gak mau ah geli, mending disuruh nyapu koridor deh kita” ellen si manja gak bakal mau nih bersihin ginian
            “yuk mulai kerjanya biar cepet selesai” deva mengambil sapu dan bagiin bebrpa alat ke maura, ellen, chan dan juga june
            “gue gak mau ah bersihin lantai gue maunya bersihin kaca aja” june nuker pelan yang dikasih deva dan ngambil pembersih kaca yang chan
            “iihh kalian berisik deh malah pada rebut yaudah ayok kita bersihin sekarang” sura lengking maura bikin mereka akhirnya gerak buat bersihin toilet guru

            Namanya juga laki-laki kalo di suruh bersih-bersih pasti ujung nya becanda iya banget ini kayak june dan chan yang dari bercandaan mulu. Kalo deva sih still calm palingan kalo diisengin aja deva ngebales dan balik focus ke pekerjaannya. Idaman banget lah si deva ini udah ganteng trus pinter pula. Tanpa mereka sadari ternyata dari tadi sierra udah erhatiin mereka yang terus bercandaan
            “kalian ya berlima bukannya bersihin malah bercandaan aja dari tadi” sierra yang dengan muka sinis berdiri di depan mereka sambil melipat tangannya di dada
            “kalian tuh harus bisa focus apa yang kita suruh, tujuannya buat kalian kok, jangan jadi manja kalian itu masih muda harus bisa ngelakuin semuanya sendiri” cowok ganteng sebelah sierra ngebuat maura yang tadinya lagi nyikatin lantai sambil jongkok jadi terdiam plongo
Kenalin cowok ganteng satu lagi yang ada di SMA Gaudi. Namanya Deriyo Langit Pranata alias yoyo. Ini adalah ke dua kalinya ada cowok ganteng dengan nama yang bagus tapi di panggil cem anak alay. Tapi gak apalah cowok ganteng mah bebas. Yoyo ini cowok yang cukup calm hampir mirip lah sama deva Cuma bedanya yoyo ini ganteng yang underated karena kalah pamor sama bobby dan abian. Fakta yang mengejutkan adalah yoyo ini kakak kabdubg dari Chandra alias chan. Emang sih muka mereka mirip Cuma chan lebih tinggi aja di banding yoyo padahal yoyo kakaknya azzzzzzzzz
           
            Oke balik ke scene dimana mereka berlima tercyduk sama kakak osis yang galak
            “iya maaf ka ini juga lagi di bersihin sama maura” june dengan santai nunjuk maura yang udah kayak gembel jongkok sambil natap cengo yoyo
            “eehhh iya kak ini lagi aku bersihin kok” maura nyengir kuda
            “yang bener ya nanti kita balik dan kita check lagi” sierra itu galak banget Cuma aura sexy nya gak bisa ilang heran deh. Setelah sierra dan yoyo pergi mereka berlima jadi main salah-salahan dan bukannya malah balik kerja

            Akhirnya jam 5 tiba dan waktunya siswa baru pulang tapi jangan seneng dulu karena masih ada dua hari lagi yang mereka harus lalui bersama kakak-kakak ospek yang sedikit nyebelin itu. Ternyata grup berlima itu bakal jadi team seterusnya sampe mereka selesai ospek. Gak lupa team yang mereka namain team-lo itu tukeran nama Instagram. Aneh sih mereka bukannya tukeran nomor handphone tapi malah tukeran nama IG, jadilah mereka bikin multichat di IG

            Hari kedua siswa baru disuruh bawa makanan yang aneh-aneh. Makanan yang dibawa berlaku satu team jadi kalo ada salah satu anggota team yang gak bawa maka satu team akan di hukum. Jadi team-lo ini mendapat musibah ada satu jenis makanan yang mereka gak bawa alasannya karena mereka gak ada yang bisa meahin kode yang dikasih. Pas giliran disuruh kumpulin, panik lah mereka berlima
            “ehhh gimana nih ada satu makanan kita gak bawa” ellen mulai panic , tapi tetep aja mukanya cantic
            “lagian clue nya susah banget sih air keringet dingin, apaan coba ini” june yang orangnya emosian kesel karena tau mereka bakalkena hukum
            “lu kenapa gak minta tolong aja sih sama ka yoyo buat minta kasih tau” deva yang pinter ini juga bisa licik juga ya ternyata
            “sorry men jangan gunakan kekuasaan ini buat menyelamatkan kita, kalo emang kita harus dihukum karena kesalahan kita ya udah terima aja sih” chan kalo ngomong emang suka gak jelas kayak gini nih contohnya
            “yaudah mau gimana lagi kita pasrah aja lah” maura yang udah nyerah karena semaleman dia nyari kunci jawaban dari clue itu dan gak ketemu
            “coba jujur kelompok mana yang barangnya gak lengkap?” suara boby teriak dari depan aula yang luasnya 2x ruangan kelas

            Gak pake fikir panjang chan orang yang paling tinggi di team-lo langsung acung tangannya yang tinggi. Dan ngebuat bobby beserta sekretarisnya sierra nyamperin team-lo yang ada di belakang
            “haduh kalian lagi kalian lagi, bisa gak sih kalian itu nurut gitu sama kita selama ospek” kayaknya sierra udah kesel banget sama team yang dia liat berulah lagi
            “jangan marah kak nanti sexy nya ilang” june yang coba godain sierra dan berakhir chan dan deva yang menahan tawa
            “emangnya dia kenapa ra kemarin, bikin ulah” tanya bobby dengan nada yang agak tinggi serasa kayak mau mangsa di antara kita berlima yang Cuma bocah kentang
            “ya gitu deh tanya aja sama yoyo, jadi mau dihukum apa nih bocah-bocah batu ini” wajah sierra yang judes sukses ngebuat kami berlima ciut
            “suruh aja lari keliling lapangan setengah jam” ucap yoyo dari sela sela siswi baru
            “aaaiihhh seriusan kita disuruh lari keliling lapang pas matahari lagi di tas banget” june mukanya udah panik pas denger omongan yoyo
            Yaudah kalian cepet ke lapangan sekarang, buat yang gak jujur seperti mereka hukumannya bakal lebih berat jadi coba tolong acung lagi siapa team nya yang gak lengkap” seru bobby sambil make sure apa ada kelompok yang batu seperti team-lo

            Hari ospek kedua bukannya labih baik malah lebih buruk, itu lah yang ada di fikiran maura, udah mana panas trus di suruh lari dan lebih gak enaknya lagi mereka itu disuruh lari siang hari bolong pake baju kemeja. Dengan terpaksa mereka berlima menjalani hukuman dari kakak osis yaitu lari keliling lapangan selama setengah jam. Setelah capek abis lari-larian mereke berlima pun duduk di pinggir lapangan
            “chan lo jangan deket-deket gue badan lo bau” celetuk maura yang duduk di sebelah chan
            “ihhh sialan lo ra, badan orang ganteng mah kaga bau” chan mencium badnnya yang di rasa Cuma bau asem aja
            “udah jangan pada ribut minum nih” deva kasih minuman isotonic ke 4 temannya
            “hadeuuhhhh ospek hari kedua bukannya malah asik malah tambah sengsara” june dengan hobi nya yang ngeluh mulu capek deh
            “mending kita balik ke aula yuk disini panas banget” kayaknya ellen udah gak kuat dengan Cuma disuruh lari keliling lapangan selama setengah jam
            “len lo gpp kan?” tanya chan ke ellen dan langsung ngebuat ellen terbayang melayang dan buat ellen sampe lupa kalo dia pengen cepet-cepet ke aula
            “gue gpp kok chan, yuk kita ke aula” ellen pun bangun dari duduknya sambil terus lihat wajah dengan senyum-senyum gaje
           
            Dengan badan penuh keringet mereka berlima pun sampe di aula dan langsung duduk ambil posisi di barisan paling belakang. Bisa bayangin kan mereka berlima itu bau matahari banget termasuk ellen yang tiap masuk sekolah wangi badannya kayak abis numpahin parfum satu botol. Gak mungkin mereka ambil barisan duduk paling depan. Menu makan siang kali ini hampir sama Cuma bedanya hari ini tahu goreng doang. Seperti kemarin ellen masih gak mau makan makanan yang ada di depan dia, dan alasannya pun masih sma. June yang keliatan mukanya masih laper rasanya udah pengen makan aja tuh makannnya si ellen

            Dengan penuh keterpaksaan akhirnya ellen coba buat makan walaupun gak habis setidaknya ini lebih mending daripada kemarin yang sama sekali dia gak mau makan. Mungkin ini juga berkat chan yang udah ngebujuk ellen buat makan. Karena kayaknya ellen Cuma luluh sama chan doang deh. Setelah makan siang ospek berlanjut dengan main games ala-ala master key gitu. Masing-masing team harus bisa sampe duluan ke stoping point dan dapetin clue-clue yang ada di setiap pos dan team yang duluan sampe dia yang menang.

Team-lo memulai permainan ini dengan semangat mereka berharap kali ini bisa menang biar gak di omelin mulu sama kakak osis. Mereka berlima pun jalan mencari pos pertama buat dapetin clue setelah nemu mereka dikasih tantangan. Tantangan yang pertama adalah mereka harus berdiri di atas kertas hvs F4. Dan kaki mereka berlima harus masuk dan gak boleh nyentuh lantai. Karena emang itu kertas kecil banget akhirnya deva gendong maura, chan gendong ellen. Karena deva dan chan gendong ellen dan maura terpaksa june Cuma bisa naro satu kaki sambil mereka bertiga pelukan. Dan itu bener-bener hiburan buat kakak osis yang jaga di pos yang mereka datengin

Dengan penuh susah payah akhirnya mereka berhasil mendapatkan satu clue yang Cuma bertuliskan “kucuran air”. Lanjut ke pos kedua, di pos ke dua ini yang jag aka bobby dan satu kakak osis lainnya. Kita berlima disuruh streching tapi tiap orang harus beda-beda. Chan milih buat push up, deva milih squat jump, june milih lari di tempat gak sekalian aja itu anak lari dari kenyataan. Ellen pilih stretching ala ballerina yang koprol depan trus kaki satu nya diangkat sama split. Sedangkan maura bingung mau apa dan endingnya dia pilih sit up aja yang paling gampang. Mereka ngelakuin stretching selama 5 menit dan itu sukses ngebuat mereka keringetan dan capek. Masih ada 3 pos yang harus mereka cari. Di pos ke 2 mereka mendapat clue “diam tidak bergerak”

Pencarian pos ke 3 berlanjut, team-lo yang udah kelelahan karena jalan sekeliling sekolah tapi gak nemu juga pos 3 pun memutuskan untuk istirahat di pinggir kelas
“ya ampun tuhan gue capek banget di kerjain bobby” chan yang langsung duduk di bawah sambil selonjoran
“hadeuh mana kita harus cari 3 pos lagi” deva yang keliatannya juga udah capek banget
“yaudah yuk kita lanjut lagi biar cepet selesai kita kan mau menang” ajak ellen sambil berdiri dan siap-siap jalan

Tanpa istirahat lama-lama mereka pun melanjutkan pencarian misi ke pos 3. Di pos 3 mereka ketemu sama abian dan sierra. Di pos 3 abian nyuruh team-lo buat bikin koreo dance selama 1 menit. Team-lo di bolehin buat discuss mereka mau dance apa, akhirnya setelah diskusi singkat mereka memutuskan untuk menarikan lagu baby shark. Kebayng kan chan, june dan deva yang mukanya ganteng semua dance baby shark dengan unyu-nya. Mungkin kalo maura dan ellen masih lucu-lucu gemes. Dengan menahan rasa malu dan di ketawain abis sama abian dan sierra team-lo berhasil dance baby shark untuk ngedapetin clue ke 3 yang isinya Cuma “pusat kota”

Lanjut ke pos 4 yang letaknya ada di lantai 4 mereka pun harus naikin tangga karena lift di sekolah di matiin selama ospek. Kalo mereka bisa milih buat manjat pager sekolah biar bisa kabur, mungkin mereka akan lakuin itu
“gue pengen pura-pura pingsan aja rasanya biar bisa pulang” june yang rasa kakinya mau copot naikin tangga sambil gelendotan pegangan tangga
“yukkk kalo gak kita pura-pura kesurupan aja” chan mulai dengan omongannya yang tidak berbobot
“ya kali SMA Gaudi yang populernya sampe seantero Jakarta ada muridnya yang kesurupan” timpal maura
“iya kan gak lucu jene tiba-tiba ada berita ‘telah terjadi kesurupan masal di SMA Gaudi saat masa ospek’ “ deva yang udah mulai bisa ngelucu, karena dari hari pertama ospek deva kebanyakan diem aja
“lo aja ah gue mah gak mau, mending pura-pura sakit mens” ellen cemberut karena dia paling takut kalo ngomongin hal mistis kayak gini

Naik tangga sambil ngobrol gak berasa akhirnya mereka sampe di lantai 4. Di pos 4 mereka ketemu sama yoyo dan satu lelaki kecil mungil menggemaskan
Kalo cowok yang satu ini namanya Adji Nanda Pranata biasa di panggil jinan yaitu singkatan dari adJINanda. Heran deh ya ada lagi ternyata makhluk yang ganteng trus namanya juga seganteng orangnya tapi nama panggilannya aneh. Biasanya kalo orang manggil jinan trus dia gak nengok pasti yang manggil bakal manggil jinan dengan nama lengkapnya sambil teriak
Di pos 4 mereka gak disuruh ngelakuin hal yang aneh-aneh kok. Dua orang dari team-lo harus nyanyi buat yoyo dan jinan
“udah ini mah june aja yang nyanyi” ucap chan dengan penuh percaya diri
“tapikan harus dua orang, trus satu lagi siapa antara ellen atau maura” june
“gue gak bisa nyanyi kasian nanti ka yoyo kalo denger suara gue” ellen langsung siap sedia buat nolak tawaran nyanyi. Jadi pilihan terakhirnya tinggal maura jadi mau gak mau maura dan june lah yang nyanyi. Mereka bedua milih buat nyanyi lagu ed Sheeran – photograph. Maura gak perduli suara dia bagus atau engga yang penting team-lo bisa cepet selesain ini semua

Di pos 4 mereka dapet clue terakhir dengan kata “tinggi”. Akhirnya mereka dapet clue lengkap dan langsung jalan menuju pos 5 yang ada di rooftop sekolah. Mereka ke atas melewati tangga extend yang ada di pinggir bangunan sekolah. Pas mereka sampe belom ada satu team yang datang kemungkinan Cuma ada dua mereka yang datang paling awal atau jadi yang paling akhir. Di perjalanan k epos 5 mereka udah berdebat tentang jawaban dari 4 clue yaitu
-          Kucuran air
-          Diam tidak bergerak
-          Pusat kota
-          Tinggi

“kayaknya jawabannya itu benda mati deh” june mulai menebak dari clue tersebut
“iya ini pasti benda mati, mungkin semacam patung karena patung gak bergerak dan pasti tinggi” ellen mencoba membantu memecahkan kode
“engga juga patung anak kecil kaga pake celana pendek, trus patung kurcaci juga pendek” sahut chan yang bukannya bantuin tapi malah gerecokin
“patung yang ada di pusat kota apa aja deh” tanya deva si pintar yang akhirnya buka suara
“gue tau jawabannya patung pancoran pasti” maura tiba-tiba ngagetin dengan jawban dia yang belum tentu benar

“kita tau kak jawabannya” june dengan PD nya acungin tangan untuk ngejawab clue yang mereka dapet
“emangnya apa jawabannya” kaka osis
“patung pancoran” teriak chan yang sambil nguap trus matanya kemana-mana. Padahal june udah siap-siap buka mulut buat jawab
“coba jelasin teorinya dari mana kalo itu patung pancoran” tanya seorang kaka osis lainnya
“jadi kita dapat 4 clue yang pertama adalah kucuran air itu berari sebuah pancuran = pancoran, yang ke dua diam tidak bergerak = benda mati, lalu yang terakhir pusat kota dan tinggi = patung yang berada dipusat kota, jika di gabungkan semua clue dapat kita simpulkan kalau itu adalah patung pancoran” deva coba buat jelasin teori yang mungkin bisa nyambung sama jawaban maura. Deva emang yang terbaik
“kalian benar dan selamat kalian jadi team yang pertama buat sampe ke pos 5” seru salah seorang kakak osis
“yyeeaaayyyy kita menang, biarin biar si sierra tau kalo kita kerjanya gak Cuma bisa hahahihi doang” june yang spontan teriak kesenengan karena team-lo jadi team yang pertama sampe
“finally yah kita bisa juga selesein permainan ini” ellen seneng dan reflex peluk maura
“maura aja yang di peluk kitanya engga” june becandain ellen dan berakhir ketawaan dari yang lainnya

Hari ini adalah hari terakhir ospek. Maura berharap hari ini gak akan jadi hari yang melelahkan seperti dua hari kemarin. Badan rasanya kayak mau copot semua karena ospek bikin super duper capek. Seperti biasa semua siswa baru di kumpulkan di ruang aula yang emang bisa nampung hampir seluruh siswa satu angkatan
“kalian hari ini gak akan kita bikin capek tapi kalian akan kita suruh untuk tulis secret admire letter buat kakak osis yang paling bikin kalian gemes, dan coklat yang udah kalian bawa akan kalian kasih ke orang yang kalian tulis namanya. 3 surat akan di bacakan secara acak nanti sore. Waktu menulis dimulai dari sekarang” bobby memberi aba-aba buat tugas baru untuk siswa baru
“waktu kalian Cuma 15 menit ya” sierra nambahin lagi nih segala pake waktu
“len lo mau tulis surat buat siapa?” tanya maura berbisik ke kuping ellen, biar orang gak tau namanya
“gk tau nih gak ada kaka kelas yang gue suka, adanya satu angkatan hihihi” ellen tertawa kecil
“gue tulis surat buat yoyo aja ahhhh dia kayaknya gak banyak yang suka” maura dengan pd nya nulis surat buat yoyo
“yaudah lah gue tulis buat adji nanda aja alias jinan” ellen dan maura pun menulis surat cinta dengan hasil copy paste semua padahal kaka osis nyuruh mereka buat nulis itu tanpa copy paste dari internet, yah namanya juga anak keras kepala

Finally 3 hari berlalu dengan penuh kesan. Maura, ellen dan 3 lelaki itu menyelesaikan masa ospeknya. Dan hari ini adalah hari pertama mereka masuk sekolah Gaudi menggunakan seragam ala-ala drama korea. Seperti biasa hari ini maura berangkat sekolah menggunakan ojek online. Mungkin setiap abang ojek yang ambil orderan maura ke sekolah pasti bakalan nanya hal yang sama setiap harinya. Karena aneh aja ada salah satu siswa SMA Gaudi yang berangkat ke sekolah pake ojek online. Mending kalo ojek online nya pake mobil atau taxi kalo maura Cuma pake ojek motor hahaha

Bagusnya maura dan ellen dapet kelas yang sama, mereka berdua dapet kelas yang sama dengan deva, kalo june dan chan mereka berbeda kelas. ya gak masalah sih mereka juga kenal Cuma sebatas satu team pas ospek. Hari pertama sekolah maura antusias mungkin karena dia udah punya temen yaitu ellen. Istirahat pertama mereka di SMA Gaudi yang penuh dengan modernisasi membuat maura semangat banget. Sebelum mereka berdua pergi ke kantin, maura dan ellen harus isi saldo di dalam kartu untuk mereka gunakan setiap hari
“sebenernya gue gak pantes masuk SMA Gaudi” maura sedikit murung
“kenapa? Emangnya sekolah ini special banget kah” tanya ellen balik
“gue bisa masuk sekolah ini bukan karena gue tajir atau gue pinter, tapi Karena prestasi bokap gue yang bisa bikin gue masuk ke SMA Gaudi. Gue malah pengennya masuk SMA Negri biasa aja di Jakarta” maura asyik curhat sambil berjalan ke kantin
“yaudah sih ra justru karena prestasi bokap lo, lo itu harus bisa bikin dia bangga” ellen
“hhmmm baiklah, by the way kita mau makan apa ya” maura clingak clinguk ngeliat dia mau makan apa siang ini
“gue mau makan sandwich aja ya ra” ellen berlalu menuju ke stand sandwich

Sambil sesekali melihat kanan kiri maura jalan menyusuri kantin. Karena pandangan yang gak focus ke jalanan, maura nabrak seorang cowok yang sempet ngalihin pendangan maura pas ospek, yappp maura tabrakan sama yoyo
“sorry” ucapnya sambil mengambil minuman kalengnya yang terjatuh tanpa melihat ke maura dan langsung berlalu gitu aja
“siyyaalll gitu doang” maura bingung karena ternyata yoyo itu orangnya sombong banget
Setelah keliling keliling akhirnya maura nemu makanan yang cocok di lidah dan juga kantongnya, mereka berdua pun makan di kursi yang agak mojok, karena skeolah ini cukup besar jadi kalo pas jam makan siang kita gk buru buru bakalan kehabisan tempat
“lo tau gak len tadi gue di tabrak sama yoyo” obrolan pertama di awali dari maura
“bagus dong bukannya lo suka yang ngeliat dia” ellen yang masih asyik ngunyah sandwich nya
“bagus apanya dia itu sombong banget ciihhh muka doang ganteng tapi gak ada sopan santunnya” maura terus ngegerutu sambil menyantap bakso

Kejadian siang itu ngebuat maura jadi ilfiel sama yoyo. Maura ngeras di bandung orangnya gak se buruk di Jakarta, ya itu awal stereotype maura sama orang Jakarta. Rasnya maura pengen balik aja ke bandung kalo semua orang di Jakarta itu kayak yoyo. Emang sih selama ospek yoyo adalah kaka osis yang paling sedikit ngomong beda banget sama chan yang ngomong mulu dan kadang omongannya suka gak jelas dan gak berfaedah. Tapi maura juga bingung kenapa chan dan yoyo itu beda jauh banget kelakuannya

Udah hampir 6 bulan maura sekolah di SMA Gaudi yang awalnya ngerasa gak nyaman sekolah disini karena gaya hidupnya lama-lama maura nyaman juga karena maura yng gak ngikutin tren anak-anak disini, dia tetep apa adanya ke sekolah naik ojek online bahkan maura udah sampe punya ojek online langganan yang hapir setiap hari dapet orderan dari maura namanya bang aip. Maura dan ellen jadi lengket banget karena kemana-mana berdua, ellen sering curhat ke maura begitupun sebaliknya. Ellen selalu curhat kalo dia itu suka banget sama chan, padahal menurut maura chan itu orangnya weird banget dan kalo dibandingin 3 musketeers itu maura lebih pilih deva. Secara deva itu paket lengkap banget walopun pendiem anaknya

Kalo soal cowok maura jarang banget curhat ke ellen karena ya emang gak ada cowok yang maura taksir di sekolah. Maura itu masih suka kebayang-bayang cowok yang dia taksir pas masih di bandung. Walaupun maura dan ellen itu berbeda banget kastanya tapi mereka saling sayang, ellen selalu mau ngertiin maura disaat maura gak bisa ikutin gaya hidupnya ellen yang serba ada, kadang ellen juga suka anter maura pulang ke rumahnya. Karena ellen itu setiap hari di anter jemput pake supir pribadi. Kalo dilihat-lihat maura sama ellen itu persis kayak film Barbie biru dan pink, si ellen itu Barbie pink yang orang kaya dan maura Barbie biru yang sederhana

Saat perekrutan osis baru maura dan ellen nyoba buat ikut jadi anggota osis. Kalo maura karena pingin ikut aktif di kegiatan kemahasiswaan tapi kalo ellen Cuma ikut-ikut aja biar tenar di sekolah padahal chan gak ikut jadi osis, Cuma deva aja yang ikut jadi osis. Untuk jadi osis di SMA Gaudi itu gak pake ospek kayak baru masuk sekolah, disini Cuma harus ikut pelatihan character building aja selama 5 hari yang biasanya bisa sampe sore selesainya, karena character building dilakukan abis jam pulang sekolah

Setelah ellen dan maura mengikuti character building selama 5 hari resmi lah mereka jadi anggota osis. Tugas baru dimulai dan tentunya pengalaman baru. Sebenernya maura agak canggung karena bakalan banyak kerjasama sama yoyo, karena sampe sekarang maura masih berasa keselnya sama perlakuan yoyo tempo hari. Tapi maura coba untuk lupain kejadian itu semoga yoyo itu gak seperti yang maura bayangkan. Rapat pertama osis di lakukan di ruang osis, semua osis dari kelas 10 sampe kelas 12 kumpul. Ini sekaligus buat persispan pergantian ketua osis di periode berikutnya

Rapat dimulai jam 4 dan selesai jam 6. Semenjak jadi anggota osis maura emang sering pulang malam. Untungnya rapat osis hari ini itu hari jumat jadinya agak santai dan gak terburu-buru pulang. Seperti biasa maura duduk di pinggir pagar sekolah di luar buat nunggu abang ojek datang. Tapi gak seperti biasa hari ini maura susah banget dapeting abang ojek yang pick up dia, padahal jarak dari sekolah ke rumah itu gak jauh
“lagi nunggu siapa” tanya seorang dari sisi kiri maura. Dan betapa kagetnya maura pas lihat orang yang ada di sebelahnya adalah yoyo. Kaka kelas yang selama ini dia anggap kaka yang paling sombong padahal yoyo itu bukan ketua osis kayak bobby atau ketua team basket kayak abian
“eeoohhh nunggu ok-jek tapi belum dapet dapet dari tadi” jawab maura kikuk
“kalo duduk jangan sembarangan” ucap yoyo sambil nyeruput kopi
“maksudnya?” maura makin bingung sama pertanyaan yoyo, apa jangan jangan yoyo juga sama kayak chan yang kalo ngomong suka gak jelas. Tapi kayaknya sih gak mungkin
“itu di rok kamu ada permen karet banyak banget nempel” yoyo ngomong gini sambil natap kedepan tanpa ngeliat kea rah rok maura mungkin takutnya maura jadi salah paham nantinya
“aiihhh shitttt, gimana ini pulangnya” maura panic pas liat rok belakangnya yang banyak banget sisa permen karet orang. Ini akibat suka duduk sembarangan dang k liat-liat dulu
“pegang ini” tiba-tiba yoyo nyuruh maura pegangin kopinya dan yoyo nge buka blazer dia. Dengan polosnya maura pegangin kopi yoyo sambil masang muka cengo
“eehhhh mau ngapain ka” tanya maura panic
“nih pake iket aja buat nutupin rok kamu yang kena permen karet itu, senin jangan lupa balikin tapi” yoyo ngasih blazernya ke maura dan ngambil kopi nya yang masih di pegang maura
“gak usah ka, gpp nanti blazernya malah ikutan rusak gara-gara kena permen karet” maura nolak secara halus tawaran yoyo
“udah pake aja daripada kamu malu” yoyo tetep maksa buat maura pake blazer dia buat nutupin roknya yang udah kotor
“makasih ya ka” jawab maura dengan senyum tipis, gak sadar ternyata maura udah dapet ok-jek dan abangnya udah ada di samping maura
“ojeknya udah dateng tuh” yoyo
“yaudah aku pulang dan makasih banyak ya ka, nanti senin aku balikin blazernya dengan kondisi wangi dan bersih” maura

Sepanjang perjalanan maura kebanyakan senyum-senyum sendiri karena masih ngebayangin apa yang terjadi tadi sore. Maura mash gak nyangka aja kalo yoyo bakal se-soft itu sama dia, tapi jangan gr dulu mungkin aja yoyo kayak gitu karena emang doi orang nya baik sama semua orang. Pas sampe rumah maura langsung deh curhat sama ellen. Dan curhatan berlanjut di hari senin

Pagi-pagi bener maura udah dateng ke sekolah dengan lengkap dia udah bawa blazer yoyo yang udah special dia laundry biar wangi banget dan bersih. Maura juga bawa blazer yoyo plus hangernya. Ketauan banget kan kalo maura laundry di tempat yang mahal. Maura sengaja gak langsung ke kelas karena nunggu yoyo di parkiran. Sebenrnya dia malu tapi ya mau gimana lagi daripada yoyo masuk kelas tanpa pake blazer. Sekitar jam 7:45 mobil yoyo dateng. Maura lupa kalo yoyo itu serumah sama chan dan pasti mereka berangkat bareng
“makasih ya ka ini blazernya” mau kasih blazer yoyo dan langsung buru-buru berbalik badan
“makasih doang” teriak yoyo dari belakang maura. Maura sempat terdiam dan akhirnya noleh sebentar lalu jalan lagi
“lo ada apa sama maura kok blazer lo bisa sama dia” tanya chan yang muali kepo
“gak ada apa-apa, udah gak usah kepo” yoyo berlalu dari chan sambil memakai blazernya

Baru juga masuk kelas ellen langsung nyerbu maura dengan banyak pertanyaan
“gimana gimana ceritain lagi dong kok bisa lo ada interaksi sama yoyo?” tanya ellen super duper kepo
“sama kok kayak yang gue ceritain malam sabtu” baru juga duduk dan belom lepas tas ellen udah nyambut kayak petasan tahun baru
“yaelah gue kan pengen denger dari lo langsung ra” ellen langsung berubah murung karena liat maura yang ogah-ogahan cerita
“tadi pas gue balikin blazer gue ketauan sama chan, bego nya gue lupa kalo mereka itu adik kakak, dan udah pasti kan mereka berangkat bareng” maura nepok wajahnya sendiri
“trus trus gimana reaksi chan” kalo udah ngomongin chan ellen langsung antusias banget kayaknya ini orang udah bucin banget sama chan
“ya gue sih gak tau karena yoyo turun dari mobil tepat di depan gue dan chan harus parker dulu, mangkanya gue langsung buru-buru kasih trus pergi” maura
“gak asik banget sih lo kenapa gak lo ajak ngobrol dulu si yoyo” ellen kayaknya semangat banget jodohin yoyo sama maura
“tapi yoyo bilang makasih doang gitu coba ke gue, dan seketika gue langsung akward banget kan” maura nutupin wajahnya karena malu
“selamat lo udah suka sama pranata family” senyum ellen
“maksud nya?” maura bingung dengan perkataan ellen barusan
“iya masa lo gak tau sih tentang pranata family” ellen
“gue gak tau, emang mereka siapa sih sampe gue harus tau banget” dengan wajah nyeleneh maura bales omongan ellen
“lo tau ka jinan kan, jadi ka jinan itu sepupuan sama yoyo, bobby, abain, chan, deva dan june” ellen makin antusias aja nih nyeritain keluarga ningrat pranata family
“whattt serius lo” maura terbelalak kaget denger cerita ellen
“iya mangkanya jadi orang tuh jangan kebanyakan di kelas aja, masa sih cerita pranata family aja lo gak tau” ellen makin jadi-jadi nge hujat maura
“lagian apa pentingnya sih buat gue tau mereka itu siapa, lagian lo tau darimana kalo mereka sepupuan” tanya maura skak ellen
“nih lo liat buku catetan gue” ellen nyodorin buku catetan miliknya

Pranata Family
1.      Adji Nanda Pranata a.k.a Jinan lahir 7 february 1998, hoby nyanyi sama tebar pesona apalagi sama adek kelas. Banyak yang naksir jinan karena pesonanya
2.      Deriyo Langit Pranata a.k.a Yoyo lahir 8 february 1999, hoby masak, main music. Yoyo itu ganteng tapi gak banyak cewek yang suka kayak underated gitu hehe
3.      Abian Prasta Pranata a.k.a Bian lahir 22 october 1999, hoby basket, gayanya sok cool, bisa rap walopun gak sebagus bobby. Pacarnya Sierra Mahardika
4.      Bobby Yudisthira Pranata a.k.a Bobby lahir 21 desember 1999, hoby nge-rap, ikut organisasi terobsesi banget sama bule. Mangkanya ceweknya doi bule Australia
5.      Deva Ksatria Pranata a.k.a Deva/DK lahir 3 january 2000, cowok paling pinter di antara Pranata Family yang masuk Gaudi, mirip banget sama abian apalagi kalo sama-sama pake kacamata
6.      Arjune Abiputra Pranata a.k.a June lahir 31 march 2000, anak yang kalo nyanyi bisa bikin cewek melting, sok cool tapi emang ganteng
7.      Chandra Malvin Pranata a.k.a Chan lahir 26 january 2001, adik kandung yoyo yang kelakuannya berbanding terbalik, pokoknya diantara ke-7 boiben itu chan yang terbaiklah

“lo udah gila ya sampe bikin kayak gini” maura auto ngehujat ellen balik karena maura gak habis fikir ellen sampe sebegininya sama keluarga ningrat itu
“ihhh biasa aja kali ra” ellen ngebela diri
“haduh ellen sagitarius temennya saturnus plis deh ya mereka itu Cuma sekumpulan sepupu yang emang sih mukanya ganteng tapi gak lebih dari itu” maura nyerocos udah kayak gendang topeng monyet
“iya tapi mereka itu hebat loh satu keluarga cakep semua hehehe” ellen makin ngeselin aja sama jawabannya

Lupakan tentang keluarga ningrat sejenak. Pulang sekolah maura ada schedule buat latihan music, di SMA Gaudi semua siswa wajib mengikuti ekstrakulikuler yang ada disekolah. Ekskul di SMA Gaudi cukup banyak seperti : berenang, music, tari, tennis, basket, seni, panahan, berkuda dan gymnastic. Gak usah di tanya berapa biaya buat masuk ekskul di sini, ya bisalah buat beli tiket konser yang paling depan. Tapi prestasi siswa disini itu gak kalah sama atlet dan seniman. Banyak dari siswa SMA Gaudi yang setelah lulus berhasil jadi atlet nasional karena ikut ekskul. Karena semua pelatih ekskul disini itu professional semua
Awalnya maura bingung dia harus masuk ekskul apa karena dia ngerti banget kondisi keuangan ayahnya yang gak sama dengan murid-murid disini. Dan akhirnya maura memutuskan masuk ekskul music yang paling terjangkau dan juga maura bisa nyanyi dan main alat music walaupun gak sehebat anak-anak di SMA Gaudi ini. Biasanya maura itu latihan bareng deva, jinan dan june. Tapi kalo june kebanyakan mangkirnya, ya tau sendiri lah ya itu anak paling sering break the rules dan susah di atur
“wuuiihhh anak paling cans kita udah dateng” seru june ketika maura baru aja buka pintu ruang music
“ihhh apaan sih baru juga dateng” maura yang baru dateng udah dibikin BT
“guys kita dapet challenge nih dari coach Andrew” jinan duduk diantara maura dan deva. Yang ikut kelas music ini sedikit karena mereka rata-rata pengennya jadi atlet jadi peminatnya sedikit dan kalo mau seni mereka langsung kelas seni karena itu udah mencakup semua. Jadinya yang ikut music Cuma jinan, deva, june dan maura. Nanti kalo jinan lulus tinggal mereka bertiga dan berharap ada siswa baru yang ikut
“challenge apaan qiqi challenge” june ketawa sendirian dengan ucapannya sendiri dan ngebuat kita bertiga saling menatap bingung
“serius serius serius june, jadi kita itu harus bisa kumpulin donasi sebanyak-banyaknya buat gempa Lombok, jadi semua ekskul juga ngelakuin hal yang sama” jinan keliatan mulai serius banget
“oke fix kita harus menang kita harus jadi pengumpul donasi yang pertama” june spontan berdiri dari duduknya dengan meragain gaya yang sombong
“kok yang pertama sih, jadi yang terbanyak kali” sindir deva dengan santai
“nah iya itu maksud gue” june ngebela diri banget padahal tadi udah salah omong
“trus kita mau bikin apa kak” tanya maura
“gimana kalo kita bikin cover in public, jadi nanti kita nyanyi akustikan gitu di bunderan HI pas hari minggu lagi rame CFD sekalian kita minta donasi disana” jinan
“kita ngamen dong” june kaget
“iya namanya juga nyari donasi jangan sembarangan minta lah kita kan bukan pengemis jadi harus ada take and give nya arjune abiputra pranata” deva yang terus nimpalin omongan june sambil ngotak-ngatik senar gitar
“oke gue setuju minggu besok ya kita mulai cari donasinya” maura
“kita di kasih waktu seminggu dari minggu besok jadi senin depannya lagi baru kita kumpulin hasil donasi kita ke coach Andrew” ide dari jinan pun di terima sama semuanya ya palingan june yang agak-agak ngebangkang

Setiap team ekskul saling berlomba untuk mencari donasi sebanyak-banyaknya buat korban gempa Lombok. Tanpa tau kalo team nya ellen buat apa, maura tetep focus sama keberhasilan teamnya kali ini. Walaupun berasal dari ekskul yang kecil bukan berarti mereka bakalan dapet hasil yang sedikit. Oke pencarian donasi di mulai hari ini, jam 6 pagi mereka udah janjian kumpul di depan hotel all season buat bikin cover in public. Maura udah siap bawa gitar di punggungnya, june, deva dan jinan yang berangkat satu mobil bawa drum akustik dan perlengkapan seperti mic, dan sound system kecil

Mereka bertiga nyari posisi yang sekiranya bagus buat di jadiin tempat nyari donasi, eiittss jangan salah loh bukan Cuma mereka yang lagi galang dana buat korban gempa Lombok, tapi dari universitas atau sekolah lain juga banyak. Jadi mereka berempat harus bisa nampilin yang terbaik supaya orang tertarik dan mau donasi.

Lagu pertama yang di bawain adalah lagu “you’re the reason” mereka bawain itu secara akustik dengan sangat smooth, maura main gitar, jinan main drum akustik, dan deva sebagai sie dokumentasi sementara. Penampilan jue dengan suara husky nya mampu ngebuat orang berhenti sejenak dan menikmati penampilan mereka. Jumlah donasi dari lagu pertama juga lumayan. Lagu ke dua di bawain sama jinan dengan nyanyiin lagu “treasure” dengan sedikit dibikin upbeat jinan juga jago banget narik perhatian orang yang lagi olahraga, uang demi uang yang masuk ke kotak bekas kardus air mineral itu terus berdatangan, di lagu ketiga maura duet sama deva dengan menyanyikan lagu akad versi akustik. Bagaikan klimaks dari penampilan mereka pas deva dan maura nyanyi lagu akad banyak banget orang yang dateng untuk menyaksikan penampilan mereka

Maklum lah yang perform ganteng dan suaranya juga bagus, heran ada aja gitu yang minta foto sama 3 lelaki itu. Mereka menyangka kalo 3 lelaki itu adalah seorang youtuber padahal mah bukan. Kalo lagi kayak gini june jadi makin sok ganteng, jinan juga sama Cuma bedanya kalo jinan itu gk terlalu nunjukin kayak june. Sedangkan deva dia Cuma diem dan sibuk utak-atik gitarnya maura. Mereka ber empat sempat break dulu buat cari sarapan sebentar
“wahhh lumayan juga ternyata hasilnya” june keliatan seneng banget liat antusiasme orang yang nonton mereka
“tapi jangan seneng dulu kalo hasil segini mah belom ada apa-apanya” jinan yang lagi ngitungin uang hasil donasi dari orang-orang
“iya kayaknya kalo gue ngamen gini lumayan deh buat nambah uang jajan iye gak” sambil makan lontong sayur june terus aja nyerocos
“ngomong mulu sia teh, cicing atuh” maura yang kayaknya udah capek liat kelakuan june pun mengeluarkan Bahasa andalannya
“ngomong naon sia teh” june balikin omongan maura dengan bahasa sunda sambil meragain orang sunda kalo lagi kesel dan di sambut tawa dari jinan dan deva

Setelah selesai sarapan mereka lanjut nyanyi lagi, tapi biar lebih asik mereka nyanyi lagu jaran goyang dengan koplo. Siapa yang nyanyi gak usah di tanya maura pastinya, june asik goyang sambil nemenin biduan maura, jinan main drum akustik yang di rubah aransemennya jadi koplo, deva main gitar ala-ala koplo juga. Semakin siang justru semakin asik apalagi mereka ngajak yang lagi pada olahraga buat ikutan jogged bareng mereka. Di lagu terakhir ini mereka cukup dapet antusias penonton yang banyak

Selesai nyanyi mereka numpang ngadem di mall deket bunderan HI sekaligus mereka makan siang. Gak perduli badan kucel, bau asem mereka cuek aja jalan ke mall branded. Mereka makan siang sambil itung pendapatan mereka hari ini. Lumayan sih mereka dapet uang 350 ribu. Kalo lagi kayak gini mereka jauh banget dari keseharian mereka pas lagi di sekolah yang demennya buang-buang duit.
“kita baru dapet 350 nih ji, kita mau cari gimana lagi uangnya?” tanya june yang mulutnya masih penuh sama pancake coklat
“kita lanjut ngamen aja, nanti malem” ucap jinan santai
“ngamen dimana?” maura sedikit keselek denger perkataan jinan barusan
“di senayan, yang banyak sate taichan nya” jinan
“gilakkk itu rame banget ka” deva agak gak yakin dengan misi selanjutnya
“santuy aja sih, namanya juga usaha lagian ya kalian itu kan pas ospek udah di ajarin buat mandiri, masa begini aja takut” sebagai yang paling tua jinan berusaha jadi penyemangat buat june, deva dan maura
“gue penasaran deh team ekskul yang lain gimana ya cara minta donasinya” june
“kita focus aja sama diri kita sendiri” deva

Senin ini para siswa pada heboh ngomongin tentang donasi itu. Tak terkecuali maura dan ellen, tapi kalo maura lebih sedikit omong karena gak mau pamer sama ellen. Ellen dan teamnya berhasil ngejuarain salah satu lomba gymnastic dan hasilnya di sumbangin untuk donasi. Ya walaupun hadiahnya gak besart-besar banget setidaknya lumayan lah. Senin ini beberapa coach ekskul me-review hasil dari masing-masing ekskul dan ekskul music lah yang paling sedikit jumlah uangnya

Sudah 4 hari ekskul music belum menambah uang untuk donasi padahal mereka hampir setiap malam mereka pergi ngamen dan selalu pindah-pindah tempat. Tapi uang yang dihasilkan gak sebanyak waktu mereka pertama kali ngamen di CFD sedangkan waktu tinggal beberapa hari lagi. Jinan, june, deva dan maura mulai panic. Mereka gak mau sampe team mereka jadi team yang paling sedikit kumpulin donasi

Mereka ber-3 pun masih mikirin mau nyari donasi gimana lagi, tiba-tiba jinan masuk ke ruangan music sambil tergesa-gesa
“lo kenapa sih ji dateng-dateng kayak abis di kejar kamptib” ucap june
“liat deh teman bokap mau nikahin anaknya dan dia lagi nyari wedding singer, gimana kalo june sama maura yang maju” jinan kasih tau chat dia sama ayahnya
“hmmm boleh boleh lumayan kan jadi wedding singer” june
“gue gak yakin gue bisa jadi wedding singer secara suara gue pas-pas an sedangkan suara june bagus banget” maura sedikit minder dengan tawaran job ini
“soalnya pengantinnya itu pengen wedding singernya laki-laki dan perempuan yaudah pas banget kan lo sama june ra” jinan
“tau ra coba dulu sih, lagipula ini kan demi team kita juga, waktu udah mepet dan kita belum menghasilkan uang yang cukup” deva memberikan semangat buat maura yang udah nge-down duluan
“by the way itu buat kapan ya ka” maura
“buat malam mingu besok jam 7 malam di hotel colloseum” jinan
“whhaattt seriusan ka buat malam minggu besok trus kapan gue latihannya” maura kaget banget begitu denger job itu buat malam minggu yang tinggal sehari lagi
“ya iyalah maura cantik buat malem minggu besok, kan kita aja butuh buat sampe hari senin uangnya gak mungkin adji nanda pranata kasih job ini ke kita kalo bukan buat kumpulin donasi, secara kita kan penyanyi amatiran heheheh” june emang demen banget ngeledekin maura sampe kadang bikin maura kesel sendiri dan suka menghela nafas dengan kelakuan june yang super duper nyebelin
“kita latihan sekarang” deva yang udah beranjak dari bangkunya dan ngambil gitar buat latihan

Tanpa fikir panjang akhirnya maura coba ambil tawaran job jadi wedding singer. Selain buat nambah uang donasi, pengalaman jadi wedding singer juga bisa jadi pengalaman yang berharga buat maura. Dan ini pertama kalinya maura tampil di depan umum sebagai seorang professional. waktu mereka latihan Cuma 1 malam, untungnya jinan di kasih tau kalo untuk lagu-lagu yang bakal di bawain apa aja, jadi setidaknya maura dan june tinggal bangun chemistry aja

Malam ini maura dan june untuk pertama kalinya nyanyi sebagai wedding singer. Sementara deva dan jinan ikut buat support mereka, ya sekalian juga buat makan gratis lumayan lah. Maura dan june nyanyi selama kurang lebih 2 jam. Yang ada di otaknya june saat itu Cuma “siapa tau nanti ada yang suka dengan perform dia dan bisa calling dia buat jadi wedding singer lagi” sedangkan yang ada di otaknya maura itu Cuma “cepetan kelar wooeeyy”. Emang dasar bocah gak mau rugi jinan minta tolong sama bokapnya buat langsung minta uang bayarannya. Untungnya si bapak yang punya hajat gak keberatan

Karena job dadakan itu ngebuat mereka ber-4 dapet tambahan uang 5 juta. Itu uang buat june dan maura, jadi satu orang dapat masing-masing 2,5 juta. Mereka Cuma ambil 500 ribu buat makan dan happy-happy sisanya buat tambahin donasi

Akhirnya senin yang di tunggu-tunggu datang semua coach dari masing-masing team mengumpulkan hasil donasi yang di dapat dari teamnya. Gak disangka-sangka ekskul music jadi penyumbang donasi terbanyak yang di susul ekskul panahan. Ekskul yang paling di hindarin sama siswa SMA Gaudi ternyata bisa menghasilkan uang yang banyak juga.

Siang ini ellen makan di kantin sendirian karena maura masih sibuk dengan urusannya. Kalo gak ada maura ellen palingan duduk di paling pinggir kantin, tiba-tiba chan dateng dengan semangkuk bakso
“tumben lo sendirian len” tanya chan yang langsung duduk di depan ellen
“eummhh ehhh loh kok lo juga tumben sendirian june sama deva mana?” tanya ellen kikuk karena kaget liat chan duduk de depannya. Maklum lah dari awal masuk ellen itu udah suka banget sama chan, kata dia chan itu ganteng tapi kalo kata maura chan itu planga plongo orangnya hihihi
“tau tuh masih sibuk katanya mah, yaudah gue makan sendiri aja” chan yang masih ayik dengan bakso nya
“chan kok lo beda banget sama kak yoyo” ellen
“emang iya yah, ya jelas beda lah gue lebih ganteng dari yoyo pastinya” chan
“bukan itu tapi kelakuan lo beda banget sama yoyo, malahan lo itu mirip abian” ellen senyam-senyum sendiri
“iya gue itu emang mirip sama abian, selera cewek gue juga sama kayak abian, pokoknya y ague itu mau punya pacar yang mirip kayak sierra gitu, sexy, body goals pokoknya ahhhhhh begitu lah” chan yang menggambarkan sosok idealnya di depan ellen yang selama ini nyimpen perasaan ke dia
“ohh gitu yahhh” ellen yang seneng karena dapet kode dari chan tentang tipe idealnya
“lo itu kalo sekolah selalu di anter jemput ya len” chan
“iyah tau sendiri kan bokap gue gimana, gue anak satu-satunya dan di jaga banget lah sampe mau sekolah aja gak boleh sendiri” ellen
“sekali sekali coba ke sekolah sendiri, gue yang jemput nanti pulang gue juga yang anter” entah chan lagi modusin ellen atau Cuma bercandaan doang
“serius lo mau jemput gue” tanya ellen bingung
“iya besok yah gue jemput lo, oiya gue minta nomor lo masa iya kita janjian lewat DM Instagram, lagian lo sama maura kenapa deh aneh masa nomor handphine gak mau dikasih tau ke temen sekelas” modusan chan berlanjut ke minta nomor telepon
“iya abis takutnya kalian bertiga takut spam, nanti gue kasih lewat DM ya, sampai ketemu besok” ellen melambaikan tangannya dan meninggalkan chan di kantin. Ellen makin seneng banget ketika chan mulai ngedeketin dia, secara ellen itu cewek cantic gak mungkin ada cowok yang nolak dia

Sesuai janji chan buat jemput ellen pagi ini terlaksana. Chan bukan Cuma nunggu ellen di depan gerbang rumah, tapi chan juga masuk ke rumah ellen dan minta izin sama bokapnya yang panglima tentara. Gimana ellen makin gk klepek-klepek coba sama chan kalo sikap nya chan begini ke ellen. Bokapnya ellen juga jadi gak ragu buat izinin ellen berangkat bareng chan

Karena chan hari ini ada janji buat jemput ellen, terpaksa lah si kakak yoyo ngalah dan milih naik transportasi umum. Agak aneh sih ngeliat anak SMA Gaudi lagi nunggu busway di halte buat berangkat ke sekolah. Siapa sih orang yang gk tau anak SMA Gaudi, dari seragamnya yang ala-ala drakor aja udah nyiriin banget kalo itu anak SMA Gaudi. Karena yoyo orangnya itu tipe yang gk perduliin sekitar mau mandang dia apa jadinya ya dia cuek aja. Abis dari naik busway yoyo mesti jalan dari halt eke sekolah sekitar 1km. dengan headset dan sambil dengerin lagu yoyo jalan menyusuri trotoar Jakarta menuju sekolah

Sementara seperti biasa maura selalu berangkat ke sekolah naik ojek online. Karena maura liat yoyo yang lagi jalan di pinggiran maura pun minta ojek nya berenti dan milih jalan bareng yoyo. Maura sengaja berenti bukan karena pingin deket-deket sama yoyo tapi lebih ke kepo kenapa hari ini yoyo ke sekolah jalan kaki
“kak yoyo” maura melambaikan tangan dari jarak 20 meter
“maura, kamu kok disitu” tanya yoyo yang mempercepat langkahnya
“kak yoyo kok tumben jalan kaki biasanya naik mobil sama chan” maura perlahan mendekati yoyo
“iya chan hari ini ada janji buat jemput ellen jadi aku naik busway hari ini” yoyo melepas headset nya
“lohhh kok ellen gak cerita ya sama aku. Oiya kok kakak mau sih naik busway kenapa gak pilih naik taxi atau ojek online mobil aja” maura
“kamu juga kenapa mau naik ojek online setiap hari” tanya yoyo balik
“hehehe kalo aku mah beda cerita kak” maura nyengir kuda
“kenapa kamu berenti disini kan sekolah masih di depan sana” yoyo
“aku tadi liat kakak jalan daripada jalan sendirian mending aku temenin aja, eeuummhhh gak apa kan kak” tanya maura canggung karena kesannya maura ganjen banget disini
“gpp kok makasih ya, by the way congrat kemarin ekskul music bisa jadi pendonasi terbanyak” yoyo senyum manis dan langsung ngebuat maura cengo liat senyum manis nya yoyo
“mmmaaakasih ya ka” tiba-tiba aja maura langsung deg-degan gitu abis liat senyumnya yoyo. Karena dari awal masuk sekolah sampe sekarang maura gak pernah liat yoyo senyum kayak gini

Udah pasti ellen sampe duluan ke kelas karena dia hari ini bareng sama chan. Baru juga mau duduk ellen udah heboh banget pengen ceritain apa yang dia alamin pagi ini
“ra lo tau gak” ellen udah sumringah banget mau cerita ke maura
“gue udah tau lo pagi ini di jemput sama chan” maura dengan santai jawab sambil buka tas dan keluarin buku pelajaran pertama
“kok lo tau sih ra” muka ellen langsung berubah
“iya tadi pagi gue ketemu sama yoyo di jalan, gara-gara chan jemput lo si yoyo jadi naik busway ke sekolah” maura
“wahhh serius lo tadi pagi jalan sama yoyo berdua” ellen
“iya udah ah jangan di bahas” maura menutup percakapan pagi itu

Sejak saat itu ellen jadi mulai deket sama chan, mereka sering pergi sekolah bareng, makan di kantin bareng bahkan mereka juga sering pergi nge-date bareng. Beda sama maura yang gitu-gitu aja, karena emang pada dasarnya maura itu gak suka sama siapapun jadinya kalo maura deket sama yoyo ya Cuma sekedar dekat sebagai teman aja

Penasaran kan keluarga pranata ngapain aja kalo lagi kumpul. Jadi keluarga pranata itu terdiri dari kakek meraka yang namanya Sucipto Pranata yang menikah dengan gadis keturunan belanda bernama Ellizabeth. Dari hasil pernikahan ini lahir lah 6 orang anak yang adalah orang tua dari pranata’s family. Setidaknya sebulan 2x keluarga besar pranata kumpul di rumah kakek nya. Kebayang kan kalo semua pranata family kumpul disini. Liat mereka disekolah aja udah engap pada ganteng semua, belom lagi liat adik perempuan abian yang lucuk banget bernama Hanna Grace Pranata. Trus si bobby juga punya kakak laki-laki yang gak kalah ganteng namayan Brian Adipati Pranata. Bobby sama kakak nya itu sama-sama swag lah pokoknya

Nah lanjut ke june yang juga punya kaka cewek yang super cantic dan udah jadi model namanya Diandra Embun Pranata. Namanya udah malang melintang di dunia modeling, beda banget sama june yang bakatnya nyayi kalo kakak nya bakatnya di modeling dan acting. Kalo Adji Nanda Pranata itu adalah anak tunggal, Sama kayak jinan deva juga merupakan anak tunggal. Nah yang terakhir ada si adik kakak yoyo dan chan, karena kegagalan sang ayah dan ibu yang kepingin anak laki-laki kembar menjadikan yoyo dan chan Cuma beda setahun

Udah kebayang lah yah kumpul di rumah kakek nya yang mirip istana gitu dan semua cucu yang ganteng dan cantic kumpul dan bercanda bareng. Apalagi usia mereka itu gak beda jauh. Cucu yang paling tua adalah Diandra kakak cantiknya june usianya saat itu 20 tahun. Biasanya kalo lagi kumpul gini genk cowok biasanya pada ngomongin cewek yang lagi mereka taksir atau sekedar ngomongin games. Karena cucu perempuan Cuma hanna dan diandra ngebuat mereka berdua deket banget

Pokoknya kalo maura dan ellen bisa masuk ke keluarga pranata seperti sierra hidup mereka udah indah banget lah. Sierra aja yang baru pacaran sama abian udah sering diajak liburan bareng keluarga yang super sosialita. Enaknya sierra tinggal bawa diri aja karena semua fasilitas di tanggung sama keluarga pranata. Masalah fasilitas gak usah di tanya udah pasti lah ya mulai dari pesawat first class, hotel bintang 5 dan fasilitas mewah lainnya

Tau gak apa yang ngebuat keluarga pranata itu tajir melintir. Karena sang kakek itu punya usaha di bidang logistic export dan import. Namanya juga usaha transportasi pasti gak ada matinya. Menjadi seorang pengusaha si kakek menurunkan pada anak-anaknya dan jadilah orang tuan pranata family di SMA Gaudi itu tajir semua. Bahkan kalo ada acara sekolah pranata family jadi sponsor tetap selama keturunan mereka masih ada yang sekolah di sana. Rata-rata orang tua pranata family itu punya usaha sendiri gak ada tuh keluarga pranata yang kerja sama orang even itu sebagai manager

Mari kita spill tea tentang keluarga pranata mulai dari jinan. Ayahnya jinan itu adalah seorang pengusaha textile. Jadi lewat usaha transportasi kakeknya ayahnya jinan itu ngejual textile-textile dari luar negri. Buat pendapatan setiap bulan gak usah khawatir bisalah buat biaya sekolah jinan setengah tahun di Gaudi. Oke next ke orang tua dari yoyo dan chan. Kalo orang tua mereka berdua adalah seorang dokter, ayahnya yang lulusan dokter gigi menikah dengan dokter kecantikan. Ke dua orang tua yoyo dan chan udah punya klinik gigi sendiri dan nyokapnya juga punya klinik kecantika plus salon. Mangkanya anak-anak nya pada bening karena ibunya punya salon kecantikan yang biasanya artis-artis suka pada perawatan

Lanjut ke orang tua bobby dan brian, orang tua mereka itu punya usaha furniture. Tau kan took-toko furniture sejenis ikea atau informa, nah orang tua bobby juga punya yang macem begitu dan took furniture orang tua bobby itu terkenal dengan koleksi classy dan vintagenya banyak orang yang berburu barang vintage ya di took milik ayahnya ini. Next ke orang tua abian dan hanna, orang tua abian itu punya beberapa restoran dan juga stan franchise. Kalo franchise nya udah menjamur dimana-mana dan restorannya juga udah punya cabang di luar kota. Kalo ada acara di sekolah pasti orang tua abian jadi sponsor buat cateringnya. Selanjutnya orang tua si cantic diandra dan si adik sok ganteng june, orang tua mereka berdua itu punya usaha supermarket dengan harga terjangkau yang udah punya beberapa cabang di kota-kota besar. Tiap bulan june gak perlu tuh belanja bulanan tinggal calling satu truck belanja bakal dateng ke rumahnya. Yang terakhir adalah keluarga deva, kalo deva bokapnya itu punya usaha property. Kalo ada cewek yang nikah sama deva gak perlu risau yang ada malah bingung mau pilih rumah dimana hehehehe

“chan lo kapan jadian sama ellen jalan mulu jadian kaga” ejek june yang memulai percakapan
“tau nih ellen sih cantic tapi gue kurang srek aja” timpal chan
“nah yoyo juga nih lagi deket sama maura iya kan yo” jinan ngeledek yoyo yang dari tadi diem aja
“engga kok” jawab yoyo santai
“udah sih yo lo tuh harus udah bisa ngelupain miyu coba lah buka hati sama maura” bobby emang paling bisa ngertiin yoyo mungkin karena mereka berdua deket banget
“lo mau cari yang kayak miyu lagi, ya gak bisa lah yo” timpal abian
“maura cantic, anaknya baik kok kak” deva ikut nimbrung
“udah ah jangan bahas itu lagi, gue mau ke atas dulu” yoyo pun pergi menuju keatas meninggalkan sepupu-sepupunya
“yahhh dia ngambek kebiasaan lo” ledek june sambil teriak
“gak abang gak ade kalo di ledekin dikit ngambek” abian

Karena udah semakin deket sama chan ellen jadi ngerasa tambah baper, tapi karena ellen tau chan itu suka sama cewek modelan sierra jadilah ellen merubah dirinya. Karena ellen ngerasa hubungannya sama chan Cuma jalan di tempat ellen sedikit-demi sedikit mulai berubah kayak sierra. Ellen jadi suka pake pakaian sexy dan suka posting foto di ig dengan gaya sexy dan ala-ala tumblr gitu persis kayak feed ig sierra. Perubahan ellen gak Cuma dirasain maura, sebenernya maura udah sebel banget liat ellen yang mulai nakal apalagi dia tau kan ellen itu dari keturunan keluarga apa. June dan deva juga udah mulai ngerasain perubahan ellen yang lama-lama mirip sama sierra
“ra ellen kenapa sih kok jadi suka posting sexy-sexy gitu trus juga rok sekolah dia sekarang jadi pendek banget gilak, untung dia gak masuk genk sierra dkk bisa tambah parah dia” june yang lagi stalking instgram ellen
“iya gue juga sebenernya udah gerah banget liat kelakuan dia begitu, lo pada tau lah dia begitu karena apa” maura dengan muka keselnya
“kenapa sih ellen harus berubah demi dapetin chan, lagi pula kalo emang mereka akhirnya jadian emangnya ellen nyaman ya kayak gitu” deva
“udah sih jadi diri sendiri aja gak perlu berubah demi orang lain, mending sama gue sini bakal terima ellen apa adanya, dia diem juga udah cantik” june
“oohhh jadi lu suka ya sama ellen” goda deva
“eeehhh engga gitu maksudnya” june gelagapan nanggepin ledekan deva

Sore ini yoyo latihan panahan di lapangan sekolah, biasanya yoyo latihan panah barengan sama abian yang juga latihan basket, soalnya lapangan basket sama lapangan panahan itu bersebelahan. Kalo yoyo lagi latihan manah banyak cewek-cewek yang pada liatin karena yoyo itu orangnya pendiem dan cool banget kalo lagi manah, orang yang paling irit ngomong. Jadi cewek-cewek yang dateng itu semacam dapat bonus bisa liat team basket yang gating-gateng plus liat yoyo.
“yo, lo tau gak ellen yang deket sama chan” tanya abian yang duduk disebelah yoyo yang abis selesai latihan basket dan masih berucuran keringat dan rambutnya messy gitu
“iya tau hampir tiap malem mereka telponan dan kadang suka video call, kenapa emang” yoyo
“kata june sama deva dia jadi berubah gitu karena chan gak nembak-nembak dia” abian
“berubah gimana emang dia power ranger, sini gue yang tembak pake panahan” yoyo ngegoda abian sambil meragain kalo dia lagi mau manah
“seriusan gue kasian si ellen, dia itu anak yang polos dan cantik tapi dia rela berubah kayak sierra demi dapetin hati chan” abian
“gue itu bukan abangnya kan lo yang abangnya chan, dia mirip banget sama lo, mending lo aja yang bilangin dia, atau bilangin ellen gak usah berubah demi chan, chan itu gk cocok buat ellen” yoyo
“jangan gitu dong yo, chan itu kan adik lo” abian rangkul pundak yoyo
“udah ya gue mau balik dulu soalnya hari ini gue gk bawa mobil” yoyo meninggalkan abian di lapangan

Udah hampir seminggu ini yoyo selalu pulang pergi ke sekolah naik busway karena chan harus anter jemput ellen. Orang tua mereka gak tau kalo yoyo dan chan itu pulang pergi gak bareng. Abian yang masih duduk di lapangan pun dapet teriakan histeris dari para fansnya, gak lama si sexy sierra dateng nyamperin abian
“tadi aku liat kamu sama yoyo” tanya sierra seraya kasih abian mineral water
“iya dia udah balik, kasian yoyo pulang naik busway karena mobil di pake chan buat anter jemput ellen” abian
“sebenernya ellen sama chan itu udah jadian atau belum sih” sierra
“belom kasian si ellen masih nunggu di tembak sama chan, yaudah pulang yuk” abian menarik tangan sierra dan mengajaknya pulang
Sementara yoyo pulang tiap hari naik busway sedangkan chan tiap hari asyik php-in anak orang. Mereka berdua emang beda banget coba aja kalo kondisinya di balik yoyo yang setiap hari pake mobil dan chan yang setiap hari pake busway, hadeuhhh bisa jungkir balik deh si chan. Yoyo itu emang abangable banget dia bisa ngertiin chan walaupun mereka berdua gak deket. Mangkanya chan sering ledekin abian itu abangnya chan karena mereka berdua deket banget. Yoyo itu banyak ngalahnya sama chan, dia selalu sedih kalo pada faktanya yoyo gak bisa deket sama chan

“chan kok gue ngerasa kita kayak jalan di tempat ya, hubungan kita gini-gini aja” ellen memulai percakapan di mobil
“engga ah biasa aja, emang lo maunya gimana?” tanya chan sambil nyetir
“ya gimana ya setiap pendekatan pasti kepingin lah hubungannya lebih dari sekedar teman” ellen
“sorry ya len gue itu suka sama cewek yang, sorry sebelumnya mungkin ini menurut lo aneh dan sedikit menjijikan karena jujur gue suka sama cewek yang sexy, gue pengen punya pacar kayak sierra, lo cantik dan lo polos gue gak bisa pacarin lo. Apalagi gue tau lo itu anak tentara gue gak bisa bikin lo jadi cewek yang gue mau” tiba-tiba chan berhentiin mobilnya di pinggir jalan
“trus kenapa kita bisa sampe sejauh ini” ellen mulai berkaca-kaca
“kita belom jauh kali len, kita Cuma sekedar deket dan sering jalan bareng” chan ngebela diri maklum lah cowok kalo lagi di posisi gini gak bakal mau di bilang php
“yaudah makasih ya chan buat semuanya, semuanya, gue pulang sendiri aja” ellen keluar mobil dan langsung naik taxi ninggalin chan
“ellen, ellen tunggu” chan teriak berusaha untuk menahan ellen tapi ellen langsung pergi naik taxi

Sampe di rumah ellen nangis sejadi-jadinya dia sama sekali gak nyangka kalo chan bisa bilang kayak gitu ke dia. Selama ini ellen berfikir bahwa dia bisa dengan mudah dapetin chan. Siapa sih orang yang bilang ellen jelek, yang ada satu sekolah muji-muji dia karena dia itu cantic banget. Tubuh kurus tinggi, kulit putih, rambut menjuntai panjang dan lurus. Kayaknya mustahil ada cowok yang nolak ellen gitu aja kayak chan

Setelah kejadian itu ellen jadi pemurung dan selalu berusaha ngejauhin june, deva dan chan. Bahkan kalo ellen Cuma sekedar di panggil sama abian atau yoyo ellen langsung menghindar. Maura sebagai sahabat ellen Cuma bisa semangatin ellen, chan itu cinta pertama ellen jadi wajar kalo ellen sampe ngerasa seperti ini gara-gara di tolak chan

“ellen” sapa abian dari kejauhan, tapi karena tau yang manggil abian ellen langsung berusaha menghindar
“ellen tunggu” abian berusaha kejar ellen
“ada apa sih ka” ellen buang muka karena gak mau lihat abian
“sebentar len gue mau ngomong sama lo” abian narik tangan ellen dan ajak ellen ke rooftop sekolah
“mau ngomong apa sih segala kesini, kalo takut ketauan sierra ngapain kakak ajak gue kesini” ellen
“lo ada apa sebenernya sama chan, gue perhatiin lo jadi ngejauh dari chan bahkan lo selalu ngehindar dari sepupu-sepupu gue” abian
“gpp, udah kan Cuma nanya itu gue mau ke kelas soalnya” ellen pergi ninggalin abian
“ellen tunggu ellen gue belom selesai bicara” abian kejar ellen lagi karena merasa pertanyaannya belum selesai terjawab
“ada apa lagi sih, kalo kakak Cuma mau tanya itu mending tanya langsung sama chan, udah jangan kejar lagi tar kalo ketauan sierra gue bisa dijambak” akhirnya ellen bisa ninggalin abian

Abian ngerasa dia gak dapet jawaban yang dia inginkan dari ellen, akhirnya abian memutuskan buat ngomong sama yoyo tentang chan dan ellen
“yo coba deh lo tanyain maura ellen kenapa sama chan” abian nyamperin yoyo ke kelasnya
“emangnya mereka kenapa lagi, dan kenapa harus gue coba yang tanya sama maura kan lo bisa sendiri bi” jawab yoyo sambil nulis pelajaran yang belum dia selesaikan
“gak mungkin gue nemuin maura bisa berantem gue sama sierra nanti” tolak abian
“trus gue harus ngomong apa kalo ketemu maura” yoyo masih santai karena dia sama sekali gak tau apa yang terjadi
“ya lo tanya aja ellen kenapa selalu ngehindar dari kita-kita” abian
“kita itu siapa maksud lo?, keluarga pranata?” yoyo mengernyitkan kedua alisnya
“iya ellen itu selalu menghindar kalo di panggil sama salah satu dari kita, berarti ini kana da masalah yang serius antara ellen dan chan” abian
“yaudah besok ya kalo gk ujan gue baru tanya ke maura” ledek yoyo lalu kembali melanjutkan tulisannya

Karena masih penasaran dengan apa yang terjadi sama chan dan ellen, akhirnya yoyo memutuskan untuk tanya ke maura. Karena gak mungkin maura gak tau ellen kenapa sama chan. Dengan penuh keberanian yoyo nyamperin maura di kelas dan manggil maura
“maura” sapa yoyo dari luar kelas maura
“ciieee mauraaaa di panggil tuh sama kakak ganteng” ledek teman satu kelas maura
“kakak manggil aku” maura yang masih bingung karena ini kali pertama yoyo manggil maura duluan
“iya sini sebentar” yoyo melambaikan tangganya seakan mengajak maura keluar
“mau di ajak makan di kantin bareng tuh ra sama kak yoyo” temen-temen sekelas maura masih aja ngeledekin maura dan berujung maura yang jadi salah tingkah
“eeuummhhh ada apa ya kak” maura makin salah tingkah aja
“ikut aku bentar yuk, aku mau ngobrol sama kamu” ajak yoyo
“kemana ya kak” tanya maura canggung. Dan sepertinya yoyo ajak maura ke rooftop sekolah, tempat favorit pranata family kalo lagi kumpul di sekolah
“gak usah takut aku gak bakal macem-macem kok sama kamu, aku Cuma mau tanya sebenernya ellen itu kenapa sama chan” yoyo duduk di tepi bangku kayu yang udah usang
“chan udah bikin baper ellen trus ellen di tolak gitu aja dengan alasan chan suka sama cewek yang sexy macem sierra, setelah sikap chan yang udah bikin ellen berharap sama dia. Sorry ya kak aku ngomong gini ke kakak supaya kakak tau gimana kelakuan adik kesayangan kakak itu, aku gak suka kalo chan kasih harapan palsu ke ellen” maura kesel dan ngelimpahin semuanya ke yoyo
“maafin chan ya, aku gak pernah tau apa yang dialamin sama chan dan ellen, kalo bukan abian yang kasih tau. Kalo kamu mau tau walaupun aku itu adik kakak dan tinggal serumah sama chan tapi aku itu gak deket sama chan, chan gak pernah cerita dia itu kenapa lagi deket sama siapa, chan itu deket nya sama abian. Kelakuan dia itu persis kayak abian mangkanya sampe selera cewek pun dia sama kayak abian” keluh yoyo menceritakan hubungan dia dengan chan yang buakn seperti adik dan kakak
“sampe saat ini juga chan belum minta maaf ke ellen setelah kejadian ellen pulang sendiri naik taxi karena terlanjur sakit hati sama perkataan chan” maura
“oke atas nama Chandra Malvin Pranata aku sebagai kakaknya mau minta tolong sama kamu buat sampein maaf aku ke ellen atas sikap chan ke dia” yoyo mendekati maura yang ngebuat mukanya memerah
“iya nanti aku coba sampein sama ellen, yaudah ya kak gak enak kalo kita disini berdua lama-lama” maura pamit dan tiba-tiba tangannya di tahan sama yoyo
“bentar” yoyo menahan tangan maura yang udah mau pergi ninggalin dia
“eeoohhh ada apa lagi kak?” ucap maura gugup
“makasih ya” senyum yoyo yang langsung bikin maura melting ngeliatnya

Sepulang sekolah yoyo udah nunggu chan yang pulang lebih lama dari yoyo. Yoyo udah nunggu chan sambil duduk di kamarnya
“ngapain lo kaka da disini” chan bingung karena liat yoyo udah duduk di kamarnya
“gue udah tau semuanya, lo harus minta maaf sama ellen” yoyo
“lo tau dari mana tentang gue dan ellen” chan kikuk ketika langsung di skak sama yoyo
“gue ini abang lo chan, harusnya lo itu kalo ada sesuatu ceritanya sama gue bukan ke abian. Lo kenapa sih selalu tertutup sama gue, emang mamah sama papah tau kalo kita jauh gini, engga mereka pasti taunya kita itu akur” yoyo ngerangkul chan, sesuatu hal yang gak pernah dia lakuin ke chan
“mamah sama papah taunya apa sih, tau nya kerja kerja kerja doang, mereka taunya lo itu yang terbaik lo itu yang paling pinter dan gue ini anak yang bodoh iya kan, coba aja mamah sama papah itu kayak tante sela yang gak mandang abian itu dari pendidikannya” chan keluarin semua emosinya. Jadi kenapa chan itu gak deket sama yoyo karena dia iri yoyo itu selalu di banggain orang tua mereka itu selalu ukur skala kesuksesan dari sebuah pendidikan, sedangkan chan itu dari pre-school anak yang biasa aja beda sama yoyo yang selalu dapet prestasi di sekolah maupun luar sekolah
“Chandra stop talking like that, lo gak bisa nyalahin mamah dan papah sepihak” keributan kecil terjadi di kamar chan, untungnya di rumah itu Cuma ada asisten rumah tangga mereka, karena orang tua mereka sibuk kerja dari pagi sampai malam
“iya gak bisa karena lo yang selalu benar di mata mereka” chan membanting pintu toilet kamarnya dan berakhirlah keributan kecil itu
“ ya ampun mas deriyo sama mas Chandra gak apa-apa kan” tanya asisten rumah tangga mereka yang denger keributan chan dengan yoyo
“saya gpp kok bi, oiya jangan bilang mamah sama papah ya soal kejadian ini” meskipun hati yoyo lagi panas gini yoyo tetep keliatan adem dan kalem

June yang ngerasain banget perubahan ellen pun berusaha buat bikin ellen balik kayak dulu lagi. Walaupun june dan chan itu sepupuan tapi june gak suka banget sama cara chan memperlakukan ellen kayak gitu
“ellen apa sih yang ngebuat lo cinta banget sama chan, sampe-sampe lo rela berubah demi chan” june nyamperin ellen yang lagi nangis di pojokkan taman belakang
“june” ellen yang kaget ngeliat june langsung hapus air mata nya
“len lo tuh gak usah nangisin chan, emang dia sehebat apa sih sampe-sampe bisa bikin lo kayak gini, lo itu cantic lo gak perlu berubah, gue tau len lo itu gak nyaman dengan perubahan lo sendiri kan” june yang selama ini di kenal nyebelin ternyata punya hati yang mellow juga, entah june itu suka sama ellen atau emang Cuma kasihan dengan kondisi ellen saat ini
“makasih ya june” tiba-tiba ellen langsung meluk june dan ngebuat june diem dan bingung

Setelah ellen peluk june di halaman belakang kayaknya june jadi suka deh sama ellen. June sering support ellen, Cuma cara june deketin ellen itu beda dengan chan, june gak pernah anter jemput ellen karena ayahnya akan lebih percaya jika ellen di antar jemput sama supir. June juga sering belajar bareng sama ellen. Lama-kelamaan ellen jadi bisa tersenyum lagi karena kehadiran june. Maura juga ikut seneng karena ellen udah balik jadi ellen yang dulu, ellen sagitarius yang cantic dan polos

Sejak saat itu ellen gak pernah lagi komunikasi sama chan, palingan kalo ada masalah tentang sekolah itupun sebisa mungkin ellen hindarin untuk gak bicara sama chan. Karena emang chan merasa dia tidak bersalah chan cuek aja bahkan kalo lagi nongkrong sama june dan deva. June juga sebagai sepupunya gak pernah singgung chan tentang maslaah ellen, chan juga gak tau kalo sekarang june lagi deket sama ellen

Kalo lagi ada waktu senggang di sekolah maura biasanya suka banget bikin video cover nyanyi di ruangan music. Video cover nya bakal dia posting akun youtubenya. Maura itu seneng banget nyanyi tapi dia malu pas sampe Jakarta, kalo di bandung maura itu suka ikut nyanyi-nyanyi sinden sunda, tapi gak Cuma itu maura juga bisa beberapa genre music kayak pop, r&b, jazz dan lain-lain. Bakat menyanyi maura itu turun dari sang ibu yang dulunya adalah penyanyi sinden yang paling geulis di bandung. Sore ini karena suasana sekolah udah mulai sepi , maura memulai video covernya dengan menyanyikan lagu Christina perri – Human sambil memainkan piano. Sederhana banget kok maura Cuma pake kameran dslr dia buat bikin video cover yang masih berseragam sekolah

Deva yang saat itu mau ambil gitar di buat berhenti depan ruangan music karena ngedenger suara merdu perempuan dari dalam ruang music. Karena kepo yang sangat maksimal akhirnya di intip lah sama deva dari kaca siapa yang lagi nyanyi sambil main piano. Begitu deva liat yang lagi nyanyi dan main piano itu adalah maura, deva langsung keluarin hp dan rekam video cover maura.

Gak berhenti sampe situ ternyata deva lanjut iseng nyari nama youtuber Indonesia yang suka nge cover dan ternyata jeng-jeng di salah satu daftar nama ada salah satu nama Maura Queen Khoveeya dengan nama akun youtube ma_queen, gak pake lama langsung lah deva liat video cover maura, ternyata dari jaman masih di bandung maura udah aktif jadi youtuber Cuma yang bikin deva heran adalah kenapa ketika masuk sekolah di Gaudi maura itu malu banget kalo disuruh nyanyi. Bukan Cuma pinter main piano ternyata maura juga pinter main gitar, di setiap video cover maura selalu pake alat music Cuma beberapa aja yang nyanyi gak pake alat music

Malam ini adalah hari dimana semua kelaurga pranata tampil ganteng dan cantic karena hari ini adalah hari pertunangan cucu pertama pranata family yaitu Diandra kakak cewek nya june. Gak usah di tanya lah acara nya diadain dimana, acara diadain di hotel bintang 5 di daerah Jakarta pusat. Karena ini adalah cucu pertama mangkanya semua serba special. Diandra resmi di lamar oleh seorang pengusaha minyak di daerah brunei, calon suami nya diandra itu orang Pakistan kebayang lah yak ganteng nya kayak apa, udah mana diandra nya cantic trus suaminya ganteng udah lah paket lengkap

Semua pranata sibling menggunakan suite jas dengan kemeja berwarna putih. Sebelum acara di mulai pranata sibling seperti biasa kumpul sambil ngobrol-ngobrol. Mereka di kasih 3 kamar dan kamr yang ketumpuan buat kumpul adalah kamar yoyo dan abian. Mereka belum pada rapih sepenuhnya masih menggunakan kemeja putih dan celana hitam panjang aja
“hhehhhh guys dengerin deh” deva mengumpulkan pranata sibling dengan cepat Cuma dengan nyetel lagu dari handphone nya
“siapa itu bagus suaranya tapi kok kayak kenal gitu” komen june sambil ngaca benerin dasi yang melingkar di lehernya
“coba dengerin dulu ini suara siapa” deva senyam senyum aja ngeliatin sepupunya yang pada serius banget dengerin
“yaela gak usah tebak-tebakan sih emang nya dapet hadiah kalo jawab bener” bobby keliatan kesel tapi penasaran
“yaudah nih liat video full nya” deva akhirnya memutar video barusan yang dia tunjukkin lewat audio
“kalo dari tadi ada video kan enak segala di suruh tebak-tebak buah manggis segala” chan kesel duluan pas deva bilang kalo ada video nya. Seketika june yang lagi ngaca-ngaca langsung lompat ke tempat tidur biar bisa lihat itu suara siapa
Ketika mereka bertujuh lagi asyik nunggu siapa yang seseorang yang ada di balik suara bagus itu dan ketika deva nge play video mereka semua kaget liat pemilik suara emas itu adalah maura. Terutama yoyo yang langsung seketika diem pas liat maura nyanyi sambil main piano
“wah gokil nih anak” bobby gak habis fikir kalo ternyata suara itu adalah suara maura
“ gilakkk setiap kali maura nyanyi gue gak pernah denger suara dia sampe selepas ini dan gue Cuma tau kalo maura itu bisa main gitar” jinan yang selama ini satu ekskul sama maura aja kaget kalo itu suara maura
“perasaan pas gue sama maura jadi wedding singer suara dia gak kayak gini dah” june heran
“ngomong-ngomong lo dapet video ini dari mana dev?” tanya bobby
“jaman udah canggih coba lo pada stalking youtube channel ma_queen disitu banyak banget video cover maura
“lo kenapa yo” ucap abian nyamperin yoyo yang ternyata dari tadi udah pergi ninggalin pranata siblings yang masih ngomongin maura
“engga gue gpp” mata yoyo terlihat sangat kosong, dia seperti lagi mikirin sesuatu
“keinget miyu ya” abian itu ngerti yoyo banget walaupun yoyo suka kesel kalo abian deket sama chan
“gue udah lupa miyu tapi begitu liat maura nyanyi sambil main piano gue inget miyu lagi” yoyo
“udah seharusnya lo move on dari miyu, ini udah hampir 2 tahun yo dan lo masih stuck di miyu, Gaudi itu banyak cewek cantic tapi kenapa gak ada satu pun yang cocok sih sama lo” abian
“gue sayang sama miyu bukan karena dia cantic tapi gue lihat cewek karena personality nya, so far di Gaudi belum ada yang bisa bikin gue amaze sama personality mereka” wajah yoyo masih terlihat lemas dan tatapannya masih kosong
“iya tapi lo gak bisa ada di posisi kayak gini terus” abian coba buat bikin yoyo sadar dengan keadaan yang ada
“lo sadar gak cewek yang deketin kita itu banyak yang Cuma mau pansos doang” yoyo senyum tipis
“iya sierra salah satunya, yaudah yuk masuk bentar lagi acaranya mulai” abian ikut ketawa dan ajak yoyo masuk

Yoyo yang pingin lebih tau maura pun stalking akun youtube channel dan juga beberapa social media maura. Semakin yoyo stalking maura semakin dia gak bisa lupain miyu. Karena mereka sebelumnya udah deket jadi untuk lanjutin pdkt sama maura bukan hal yang canggung buat yoyo. Setelah mereka berdua saling follow-follow an di Instagram mereka jadi sering chat di line
Yoyo ngerasa ketika dia lagi sama maura itu seperti dia lagi deket dengan miyu. Oiya miyu adalah mantan pacar yoyo yang udah meninggal 2 tahun lalu akibat kanker tulang. Yoyo dan miyu udah pacaran dari awal mereka masuk SMP. Miyu yang keturunan jepang-indo ngebuat yoyo jatuh hati karena sikapnya yang lembut. Miyu itu anaknya sopan banget dan pemalu. Itu yang ngebuat yoyo jatuh hati sama miyu. Nama lengkapnya Takeuchi Miyu ibunya yang berdarah Indonesia menikah dengan seorang jepang yang lagi tinggal dan kerja disini.

Miyu itu pinter banget nyanyi dan main piano, yoyo sering dikirimin voice note miyu lagi nyanyi. Miyu juga fasih banget Bahasa jepang walapun dari lahir dia tinggal disini. Penyakit miyu muali ketahuan ketika miyu kelas 3 SMP saat itu tiba-tiba aja miyu jadi lumpuh dan gak bisa bergerak sama sekali, muali dari situ miyu sering gak masuk sekolah sampai akhirnya miyu positif kanker tulang stadium akhir. Karena rasa sayang yoyo sama miyu itu besar banget ngebuat yoyo setia nemenin miyu disaat miyu sakit. Bahkan yoyo selalu kasih semangat dan yakin kalo miyu bakalan sembuh

Ketika pengumuman kelulusan tiba miyu lagi terbaring di rumah sakit dengan banyak alat bantu dokter di tubuhnya. Saat itu miyu udah gak sadarkan diri dan udah koma dari 3 hari yang lalu. Yoyo pun dengan baik hati ambilin kertas kelulusan miyu, gak disangka miyu jadi 3 besar dengan nilai tertinggi setalah yoyo meskipun saat UN miyu udah positif sakit dan harus duduk di kursi roda. Tepat sehari setelah yoyo bilang kalo miyu lulu dan jadi 3 besar dengan nilai UN tertinggi disekolah, miyu pergi ninggalin semuanya selama-lama nya. Setiap hari yoyo selalu bisikin miyu dengan kata-kata support dan yakin miyu bisa sembuh dan mereka berdua bakalan lanjut SMA sampe kuliah bareng tapi takdir berkata lain miyu harus pergi selama-lamanya

Kematian miyu membuat yoyo sangat frustasi, hampir seminggu yoyo gak mau makan dan gak mau keluar kamar bahkan yoyo sama sekali gak mikirin dia mau lanjut sekolah SMA dimana. Yoyo ngerasa dunianya hancur karena di tinggal miyu, semua pranata sibling sama sekali gak pernah nyangka kalo cinta yang mereka anggap cinta moyetnya yoyo bisa berujung sampe kayak gini. Miyu di makamkan di manado tempat ibunya lahir dan setelah kepergian miyu orang tua miyu memilih untuk tinggal di manado

Maura yang seneng bisa deket dengan yoyo gak pernah merasa kalo yoyo itu ngeliat maura seperti yoyo ngeliat miyu. Sampe akhirnya bobby merasa kalo yoyo itu deket sama maura karena maura itu mirip miyu. Karena gak mau maura sama seperti ellen bobby akhirnya ngajak maura jalan sambil ngomongin hal itu ke maura

“kak bobby kenapa deh tumben ajak aku jalan gini” tanya maura
“gpp gue Cuma mau ngomong sesuatu aja sama lo tentang yoyo sih” bobby ngajak maura jalan di sekitaran pantai ancol
“emangnya ada apa sama ka yoyo?” maura
“sebenernya yoyo itu setiap kali liat lo dia itu seperti liat miyu, lo itu mirip sama miyu lo bisa nyanyi lo bisa main piano” bobby
“jadi yoyo itu udah punya pacar” maura kaget dan matanya mulai berkaca-kaca berkali-kali dia yakinin kalo dia gak akan bernasib sama kayak ellen. Dia mau menepis omongan kalo yoyo itu sama kayak chan
“bukan miyu itu mantan pacar yoyo yang udah 2 tahun meninggal, yoyo sayang banget sama miyu dia belum bisa move on dari miyu sampe sekarang, ini miyu” bobby kasih unjuk video terakhir miyu buat yoyo. Video itu di buat miyu sehari setelah dia di vonis kanker tulang stadium 4. Miyu nyanyi lagu jepang milik utada hikaru – first love, lagu itu dipilih miyu karena yoyo adalah cinta pertamanya. Dalam video nya itu miyu ngungkapin gimana rasa sayang dia ke yoyo, gimana perjalanan cinta dia sama yoyo, pokoknya miyu juga bersyukur bisa kenal sama yoyo
“miyu cantik” gak kerasa air mata ngalir di pipi maura, maura nangis begitu liat video terakhir miyu buat yoyo
“gue ngomong kayak gini bukan berarti gue pengen jauhin lo dari yoyo, tapi gue gak pengen lo kayak ellen endingnya. Apalagi yoyo sama chan itu adik kakak, gue gak mau aja lo punya stereotype sama mereka berdua” bobby senyum tipis
“makasih ya kak” maura menyeka air mata nya

Minggu depan bakalan ada pentas seni di sekolah. Kalo SMA Gaudi ngadain pentas seni udah kebayang lah ya mewah nya kayak apa, udah gitu mereka pasti selalu ngundang band band indie buat jadi bintang tamu. Karena pengisi acara dari SMA Gaudi sendiri udah bagus-bagus jadi gak perlu lah undang bintang tamu banyak. Biasanya bakal ada perwakilan dari setiap kelas atau team ekskul buat perform di pensi, perform nya boleh apa aja.

Semua siswa antusias tak terkecuali maura, maura daftarin diri jadi slah satu pengisi acara dengan perform nyanyi, ellen dan deva juga ikut jadi pengisi acara, mereka berdua bakal tampil bawain lirycal dance. June dan jinan nyanyi duet. Bobby dan abian duet maut nge-rap dan beatboxing sama anak art lainnya. Disaat anak anak lagi pada latihan Cuma maura sebagai salah satu pengisi acara yang gak pernah ikut latihan padahal ini udah latihan terakhir dan lusa udah gladi bersih
“maura kemana ya kok dari kemarin dia gak ada, dia niat gak sih mau jadi pengisi acara” teriak sierra yang mengejutkan anak-anak yang lagi latihan. Dan karena mereka rata-rata takut liat muka sierra yang sinis mereka Cuma bisa bisik-bisik
“lah emang nya maura gak latihan dari kemarin” balas bobby yang lagi latihan sama team rapper nya
“iya tanyain dong sama itu anak dia sebenrnya niat apa Cuma main-main, kalo gk jadi langsung gue black list nih” sierra masih sinis aja sama maura yang gak dateng pas latihan

Setelah selesai latihan sierra gak sengaja papas an sama maura yang lagi bawa buku banyak banget. Dan disitu habislah maura di caci maki sama sierra
“eh maura lo itu niat gak sih mau jadi pengisi acara pensi” tanya sierra yang langsung nabrak maura sampe buku-buku nya jatoh
“oh hiya kak maaf tadi gue gak bisa gue harus translate buku-buku ini” maura masih gak mau natap sierra dan beresin bukunya sendiri
“kalo lo gak mau gue bakal blacklist nama lo dari pengisi acara” sierra
“gue janji kok kak gue bakal tampil tapi maaf gue gak bisa ikut latihan sampe besok gladi bersih, gue masih banyak tugas dari Miss Anna” maura
“apa jaminanya lo beneran serius bakal tampil nanti di pensi jangan sampe lo bikin malu gue karena tiba-tiba lo gak jadi tampil” sierra sinis
“gue bakal pindah sekolah kalo ternyata omongan gue bohong” jawab maura dan langsung ninggalin sierra gitu aja

Pas gladi bersih pun maura sama sekali gak keliatan batang hidung nya buat nunjukkin apa yang mau dia tampilin. Yoyo yang jadi salah satu panitia juga khawatir maura Cuma main-main doang seperti kata sierra. Karena penasaran yoyo akhirnya telpon maura yang lagi di ruang guru
“ra kamu dimana” ucap yoyodari sebrang telepon
“aku lagi di ruang miss anna ka lagi translate buku buku Bahasa inggris, maaf aku gak bisa latihan dan bilang sama kak sierra aku gk main-main kok, maaf aku gak bisa angkat telpon lama-lama” maura bisik-bisik dan langsung tutup telpon nya
“sierra lo gak usah teriak-teriak cari maura dia gak bisa latihan karena masih di ruang miss anna” yoyo
“ketebak kan kalo dia itu Cuma mau pansos dan main-main aja ikut acara pensi ini, gak tau apa pensi ini jadi event besar gaudi” sierra marah-marah
“udah marah-marahnya?” tanya yoyo santai
“lo kenapa belain dia sih yo” sierra makin kesel aja denger jawaban yoyo
“udah ah gue gak mau denger lo marah-marah tar gue bilangin abian lo marah-marah mulu” ucap yoyo dan pergi ninggalin sierra

Hari yang di tunggu-tunggu sama anak SMA Gaudi tiba. Hari dimana seluruh siswa bisa nunjukkin kemampuannya. Mereka bisa dengan bebas tunjukin bakat mereka. Soalnya di SMA Gaudi itu terkenal banget pensi sebagai ajang unjuk bakat, jadi semua siswa berlomba-lomba buat ikut jadi pengisi acara. Penampilan pertama di buka oleh ellen dan deva yang menarikan lyrical dance. Deva itu anaknya pendiam dan pintar tapi jangan salah badannya juga lentur buat nge dance. Di lanjut sama pasangan duet june dan jinan yang menyanyikan lagu eyes nose lips taeyang versi inggris, mereka berdua sukses buat cewek-cewek se-Gaudi teriak karena denger suara mereka. Trus di lanjut sama penampilan swag dari bobby dan abian, pas mereka lagi nge-rap serasa lagi nonton show me the money. Setelah semua pengisi acara selesai perform dan bintang tamu juga udah perform masih ada satu lagi penampilan Dario maura sebagai penutup. Maura minta ada piano buat pendukung dia nyanyi. Gak disangka-sangka maura bawain lagu utada hikaru – first love pake piano. Penonton pada kaget begitu denger suara maura yang ternyata sebagus itu, di tambah maura nyanyi dengan penuh penghayatan
Orang pertama yang kaget denger maura nyanyi adalah yoyo, dia langsung lari ke depan buat liat maura secara dekat dan yoyo langsung diam ngebeku denger suara maura. Yang ada difikiran yoyo saat itu adalah bayangan miyu yang lagi nyanyi sambil main piano. Luka 2 tahun lalu kembali lagi hari ini. Riuhan suara penonton yang histeris teriakin maura seakan gak terdengar di telinga yoyo
“yo, yoyo, deriyo langit pranata” teriak abian yang memecahkan lamunan yoyo
“dia bukan miyu, dia bukan miyu, dia bukan miyu” yoyo berusaha buat menolak kenyataan dengan apa yang ada difikrannya
“yo stop yo dia itu maura bukan miyu” seru abian
“semakin gue anggap maura itu miyu semakin gue merasa dia jauh dari apa yang gue fikirin” mata yoyo saat itu udah berkaca-kaca, karena gak kuat dengan penampilan maura yoyo memutuskan untuk pergi ninggalin panggung
“kayaknya kita harus ke manado, gue temenin lo jengukin miyu, gimana?” tukas abian
“iya kayaknya gue harus ketemu miyu, gue kangen sama miyu” yoyo

Karena rasa kangen yoyo sama miyu yang begitu besar sabtu ini yoyo ditemenin abian terbang ke manado. Mereka Cuma ingin jenguk makam miyu dan ketemu sama orang tua miyu. Semuanya serba dadakan untungnya mereka dapet kursi pesawat. Karena udah beberapa kali ke makam miyu sendiri yoyo dan abian gak perlu lagi kerumah orang tua miyu buat minta di antar kesana. Baru sekitar 6 bulan lalu yoyo kesini sendiri dan sekarang yoyo udah ada disini lagi
“hai miyu apa kabar, aku kangen banget sama kamu mangkanya aku kesini, di sekolah ada adik kelas yang mirip sama kamu namanya maura. Maura bener-bener ngingetin aku sama kamu, dia sama kayak kamu bisa nyanyi dan jago main piano tapi tetep kamu gak pernah tergantikan di hati aku. Udah 2 tahun kamu ninggalin aku tapi rasanya aku masih gak bias terima kenyataan. Apa aku harus coba buka hati buat maura ya, supaya aku bisa lupain kamu miyu” yoyo pun menangis di makam miyu
“percuma yo kalo lo mau buka hati buat maura tapi lo masih anggap maura itu miyu” abian
“aku rasa ini saat yang tepat buat aku bener-bener lupain kamu miyu, tapi kamu jangan khawatir aku bakal tetep sering-sering jengukin kamu” yoyo tersenyum
“kayaknya kita langsung balik ke Jakarta aja deh besok” yoyo menyeka air matanya
“loh kita gak jadi kerumah tante ines” tanya abian karena di rencana awal setelah mereka dari makam miyu mereka mau jengukin orang tua miyu
“gak usah dulu deh gue gak enak kalo ternyata gue sring banget kesini buat jengukin miyu” yoyo
“yaudah kita balik aja ke hotel sekarang” ajak abian

Setelah balik dari manado yoyo merasa dia lebih tenang. Dan mulai dari situ yoyo berusaha buat melupakan miyu dan memulai semuanya dengan baru. Sebenarnya yoyo juga sangat tersiksa dengan keadaan dia yang kayak gini. Terus-terusan gak bisa move on dari miyu padahal udah 2 tahun lalu. Sikap yoyo ke maura juga mulai beda, dia bisa menganggap maura itu bukan lagi miyu. Sama seperti maura june dan ellen juga semakin deket. Bahkan gossip nya mereka itu udah jadian Cuma dari ellen ataupun june masih gak mau jujur

Kedekatan yoyo dan maura ternyata buat sierra gak suka. Sierra itu gak mau punya saingan selama ini Cuma sierra yang berhasil dapetin hati pranata siblings. Dan semenjak ada ellen dan maura semuanya berubah, di sini sierra ngerasa tersaingi banget. Apalagi sama maura, sierra merasa maura yang biasa aja dengan kesederhanaannya kok bisa deket sama yoyo. Selama ini sierra selalu perhatiin setiap kali maura lagi ngobrol sama yoyo
“maura, gue perhatiin lo makin deket sama yoyo” sierra nyamperin maura yang lagi sendirian di kantin
“biasa aja kak” maura yang terus lanjutin makan tanpa ngeliat sierra
“gue gak suka ya kalo lo deket sama yoyo, intinya gue gak suka lo jadi bagian dari pranata family kayak gue, okelah kalo ellen tapi kalo lo itu kan Cuma cewek biasa beda kasta sama gue dan ellen” sierra tersenyum jahat
“lo itu baru jadi pacarnya abian bukan istrinya abian jadi lo itu bukan siapa-siapanya keluarga pranata, ngerti” maura yang udah kesel nge-gebrak meja dan menimbulkan perhatian dari seluruh anak yang lagi makan di kantin. Pemandangan yang baru bagi anak Gaudi dimana ada anak yang berani ngelawan sierra

Maura sama sekali gak takut sama sierra malah kalo bisa dia itu mau pindah dari SMA Gaudi karena di Gaudi itu bukan tempat yang cocok buat maura. Maura gak perduli kalo dia bakal diomongin sama satu sekolah karena dia udah berani ngelawan sierra. Maura jalan ke kelas sambil masang muka yang kesel, dan gak sengaja maura nabrak bobby yang lagi jalan sambil denegrin music pake headset
“sorry” ucap maura singkat lalu pergi
“ra lo kenapa?” tanya bobby menahan tangan maura yang hendak pergi
“gpp aku lagi kesel aja” jawab amura jutek
“gara-gara sierra ya, sini duduk dulu” ajak bobby duduk di tepi lapangan sambil melihat anak basket yang lagi latihan
“mau ngapain sih ka” maura makin kesel aja bobby yang ngajak dia duduk dulu
“baru juga kejadian 5 menit lalu tapi beritanya udah nyebar ke seluruh sekolah, sierra emng kayak gitu orangnya, dia itu gak pernah suka kalo ada orang yang deket sama pranata siblings apalagi yoyo” bobby
“lohhh emang siapa dia, emangnya sierra itu wanita paling cantic apa di sekolah ini” ucap maura dengan nada tinggi yang ngebuat anak basket yang lagi latihan nengok kearah maura dan bobby termasuk abian yang auto nengok pas denger nama pacarnya disebut-sebut
“ssstttt ngomongnya jangan kenceng-kenceng gak enak diliatin orang” bobby spontan nutup mulut maura
“iisshhh apaan sih ka, biarin aja biar semua orang itu gak di injek-injek mulu sama sierra. Apa sih hebatnya dia masuk team cheers aja gak masuk ciihhh kasian” maura semakin ninggiin nada bicaranya
“sini gue kasih tau sebenernya sierra itu dulu suka sama yoyo, gak ada yang tau kecuali gue dan yoyo, sierra sempet nyatain cinta sama yoyo waktu itu dan di tolak sama yoyo, waktu itu gue gak sengaja mau nyamperin yoyo dan gue jadi satu-satunya orang yang tau kalo sierra di tolak yoyo. Dan sejak saat itu sierra selalu ngehindar setiap ketemu sama gue, dan awalnya dia deketin abian itu Cuma buat alibi doang tapi karena emang abian itu seleranya sierra banget jadilah mereka jadian sampe sekarang” cerita bobby
“haaahhh serius ka” maura pasang wajah kaget dan spontan bobby narik maura duduk supaya orang lain gak ngeliatin mereka
“iya tapi ssstttt jangan bilang siapa-siapa” bobby

Malam ini jinan ngadain ulang tahun sweet seventeen nya di sebuah villa di daerah bandung semua anak yang kenal sama jinan di boyong kesana. Jinan buat private party buat ngerayain sweet seventeen nya. Maura dan ellen juga termasuk salah satu list tamu undangan jinan. Mereka semua yang dateng wajib pake dresscode black and white. Tenang walaupun ini acaranya di villa orang tua jianan juga ikut, dan beberpa guru pun ikut. Semua cewek di pisahin satu rumah dengan para cowok-cowok. Maura yang malam itu tampil dengan sangat sederhana membuat yoyo makin jatuh hati sama maura. Gak disangka-sangka di malam sweet seventeen itu june udah nyiapin kejutan buat ellen.

 June minta maura buat nyanyiin lagu thousand heart versi acoustic dan di saat yang bersamaan june ngajak ellen duduk di taman sambil ungkapin perasaannya ke ellen. Tanpa mikir lama ellen langsung jawab iya, ellen udah engga lagi mikirin wajah tampannya chan buat jadi pacar dia. Cukup lelaki yang bisa buat dia ketawa setiap hari kayak june. Justru ellen malah bersyukur banget bisa kenal sama june orang yang paling di sebelin sama maura adalah orang yang paling bisa bikin ellen  bahagia

Bukan Cuma june dan ellen yang punya kisah romantic disini tapi yoyo juga, dengan keykinan dia, yoyo coba buat ungkapin perasaan dia ke maura. Maura gak pernanh berharap lebih ke yoyo karena dia sadar dia bukan orang yang cocok buat yoyo seperti yang sierra bilang
“ra kamu cantic banget hari ini” puji yoyo
“makasih tapi kakak gak lagi liat miyu kan?” goda maura sambil senyum
“engga kok kamu itu maura bukan miyu, dan aku suka kamu sebagai maura bukan sebagai  miyu. Aku pengen kamu sama aku terus, aku pengen kamu nyanyiin aku terus, aku pengen kita sama sama ra” mereka berdua masih asyik mandangin langit dan tanpa nengok satu sama lain sambil bicara kayak gini
“eehhh gimana gimana maksudnya?” maura langsung spontan noleh dan dia jadi kikuk pas yoyo juga noleh dan langsung natap dalem maura. Wajah ganteng yoyo berhasil buat muka maura memerah
“iya aku mau manah kamu sekarang” yoyo tiba-tiba langsung meragain dia lagi manah tapi pake finger heart
“ya ampun kak ini serius apa bercanda sih” tanya maura bingung
“iya bener kalo kamu mau kamu bales pinky promise aku” tangan yoyo ngebentuk pinky promise dan tanpa bilang maura langsung bales pinky promise itu

Setelah berhasil bikin ellen galau gak lama chan dapet pacar yang dia kenal lewat social media namanya anneth. Dia seoarang selebgram yang sosialita ya gaya-gaya nya mirip lah 11 12 sama sierra. Yang emang seleranya chan banget, anneth juga di ajak ke acara sweet seventeen jinan. Trus kalo deva masih tetep single karena dia udah komitmen baru mau pacaran setelah dia lulus SMA wuuiihhh hebat lah deva ini nanti nya bakal jadi menantu idaman. Trus bobby juga ajak cewek bulenya ke Indonesia pas acara ini, oiya ceweknya bobby ini orang singapur jadi sering bolak balik indo-singapur buat ketemu bobby, tapi gak jarang juga bobby yang nyamperin ceweknya kesana. Abian masih stay sama sierra mungkin sampe nikah kali ya mereka berdua. Setelah lulus jinan mau lanjut S1 di amerika dan kayaknya belom mikirin pacar-pacaran deh. Dan yang terakhir yang baru bahagia june dan yoyo yang baru aja dapet pacar baru, well itu dia sedikit cerita keluarga pranata siblings


-          THE END -