Friday, 14 September 2018


Im Your Fans

Officially Created by original Author @Danielatechiato
Don’t copy without adding me as author, no need to permission if you follow the rules
Happy Reading J

Hai namaku Choi Ahri aku asli keturunan korea tetapi sudah 6 tahun lalu aku, ayah dan ibuku tinggal di London. Ya tepatnya sejak aku masuk sekolah menengah pertamaku. Ayahku di pindah kerja oleh perusahaannya ke London sehingga membuat kami sekeluarga harus pindah kesini. Dan akhirnya ibuku juga berhenti dari pekerjaan lamanya dan pindah bekerja di London. Kehidupanku di London tidak se-enak yang di bayangkan orang orang. Karena kedua orangtua ku bekerja aku hanya tinggal sendiri dirumah bersama pembantuku yang dibawa pindah saat kami masih tinggal di korea

Karena aku adalah anak tunggal di keluarga ini membuat ayah dan ibuku menjadi sangat khawatir sehingga menjadi overprotektif terhadap ku. Masa mudaku aku habiskan degan hal-hal yang sangat membosankan. Karena aku tidak memiliki saudara ataupun teman dekat ya karena aku berbeda ras dengan anak-anak disini, kedua orang tua ku menyuruhku untuk mengikuti banyak kursus salah satunya adalah kursus music.

Dari sinilah aku bertemu dengan pria yang juga keturunan Taiwan-korea yang kursus dan tinggal di London. Namanya Lucas, dia pria yang baik dan sangat perhatian, setidaknya dua kali seminggu kita bertemu untuk belajar music bersama. Kami satu kelas vocal, tetapi berbeda untuk kelas music karena aku ambil piano dan Lucas mengambil kursus gitar. Karena kami adalah anak bermata sipit yang berada di kursus itu akhirnya membuat kami menjadi dekat. Mungkin factor Bahasa juga menjadi alasan kami menjadi dekat

Saat memasuki sekolah menegah pertama aku dan lucas memutuskan untuk masuk ke sekolah yang sama. Karena kedekatan kami sejak SMP membuat lucas memiliki perasaan suka padaku. Awalnya aku biasa saja sampai akhirnya lucas datang kerumahku saat malam promnight selesai di sekolah. Lucas mengantarku pulang dan bicara hal yang sedikit serius kepada ibuku. Lucas bilang dia ingin menjadi pacarku, dia memberikan semacam jaminan kepada ibuku bahwa dia yang akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadapku selama orang tua ku bekerja.

Hati ibu mana yang tidak luluh ketika ada seorang pria tampan dan memiliki niat tulus ingin menjaga putri semata wayangnya. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa aku menyukai lucas, awalnya aku hanya menyukainya sebagai seorang sahabat tetapi karena sikapnya yang begitu menyanyangiku akhirnya aku juga memiliki perasaan suka pada lucas.

Sudah hampir 4 tahun aku berpacaran dengan lucas. Hari-hariku diisi olehnya, kemanapun aku pergi lucas selalu bersamaku. Lucas seperti bodyguard 24/7 bagiku, bahkan jika tengah malam aku mebutuhkannya dia akan selalu ada. Tapi kenyataannya hidupku tidak seindah yang dibayangkan, aku tidak pernah bisa bebas bermain seperti anak seusiaku. Ketika anak seusiaku sedang sibuk membeli merchandise artis idolanya atau sedang sibuk mengatur jadwal untuk menonton konser aku hanya dirumah, les, belajar dan bersama lucas. Aku tidak pernah hangout keluar bersama teman sekolah maupun les-ku, kemanapun aku pergi lucas selalu bersamaku.

Ketika pengumuman kelulusan sekolah menengah atas tiba aku memutuskan untuk pindah kuliah music di korea. Aku ingin bebas dari kehidupanku yang membosankan ini, aku ingin tinggal bersama nenek

“bu aku ingin kuliah music dikorea ya” ucapku memecahkan keheningan saat makan malam, ya hal seperti ini sudah biasa terjadi pada keluargaku, rasanya kami macam keluarga kerajaan saja hidup seperti ini. 6 tahun tinggal di London membuat kami sekeluarga mengikuti adat disini mulai dari berbicara, berjalan bahkan saat makan
“kau ingin tinggal bersama nenek eohhh?” ibu menjawab dengan sedikit menyindir
“iya di korea kuliah music lebih bagus dibanding di London, lihat saja korea banyak menghasilkan artis-artis bagus” aku berbicara sedikit membujuk ibu dan ayah supaya mereka bisa mengizinkan aku pindah kuliah ke korea
“ahri-ahhh kau ini kan anak satu-satu nya ayah, sudahlah kau kuliah di London saja, kuliah manajemen supaya kau bisa seperti ayah” ayah selalu bisa merangkai masa depanku dengan kata-katanya padahal belum tentu aku bisa sukses seperti ayah jika aku kuliah dijurusan ynag sama seperti ayah
“ayah dan ibu tidak bisa menggambarkan masa depanku bahkan diatas sebuah kertas gambar, karena yang bisa menentukan masa depanku adalah aku sendiri” tiba-tiba selera makanku hilang seketika dan aku merasa selalu kalah jika berdebat dalam hal ini. Akupun memutuskan untuk meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar. Aku benar-benar merasa sedih saat itu ketika semua keinginanku terhalang oleh keluarga dan juga lucas. Aku juga manusia biasa yang ingin hidup dengan pilihanku sendiri

Hari ini aku datang ke sekolah hanya untuk menyelesaikan berkas-berkas kelulusanku, seperti biasa aku pergi ke sekolah bersama lucas, walaupun kami berbeda kelas tetap saja lucas selalu bersamaku. Setelah selesai menandatangani beberapa berkas aku dan lucas bergegas menuju kantin ya hanya sekedar untuk menghilangkan jenuh dan sedikit haus

“kau yakin ingin kuliah music di korea?” wajah lucas berubah menjadi murung dan sedih. Ya dia memang begitu setiap kali aku bilang ingin pergi ke korea dia selalu memasang wajah seperti ini
“iya diizinkan atau tidak aku akan tetap berangkat, aku bosan tinggal disini aku ingin seperti remaja seusiaku yang sedang menikmati masa mudanya. Di sini aku hanya di kekang dan sama sekali tidak bisa bebas.” Sebenarnya aku merasa sedih ketika melihat wajah lucas yang semurung ini. Karena aku yakin untuk kali ini dia akan sulit untuk ikut denganku
“ahri aku sangat sayang padamu bahkan ketika semua orang disini melihat kita berdua pasangan yang aneh, aku tetap mencintaimu aku tidak ingin kau pergi ke korea aku mohon jeballll” lucas berlutut di hadapanku yang membuat seisi kantin memperhatikan kami. Dan aku hanya terdiam bodoh melihat orang-orang di sekitarku menatapku aneh
“lucas bangun ayo kita pulang” aku menarik tangan lucas dan bergegas kehalte busway untuk segera pulang
“ahri aku tidak tahu lagi apa yang bisa aku lakukan agar kau tetap disini, kau tau kan ayahku seperti apa. Ayahku tidak akan mengizinkanku untuk kembali lagi ke korea” ya itu memang benar lucas adalah anak broken home ayah dan ibunya bercerai sejak lucas kelas 5 SD. Ibunya berselingkuh dengan atasan ayahnya saat itu dan membuat ayahnya kecewa lalu membawa lucas pergi sejauh-jauhnya dari korea dan berakhir di London. Mangkanya ayah lucas sangat melarang jika lucas sekedar ingin pergi berlibur ke korea apalagi izin tinggal disana. Ayahnya tidak ingin lucas bertemu dengan ibunya lagi
“oiya hari ini aku pulang sendiri ya aku ada urusan sebentar dan please untuk sekali ini saja kau biarkan aku pergi sendiri” semoga lucas tidak mengetahui alasanku ingin pergi sendiri hari ini
“ttaapiii aku harus bilang apa sama ibu?” wajahnya bertambah bingung karena ini kali pertamanya aku pergi ke suatu tempat yang lucas pun tidak tahu aku pergi kemana dan dengan keadaan sendiri tanpa teman. Mungkin salah satu yang ada difikiran lucas saat itu hanya lah aku berbuat hal-hal aneh
“stop lucas stop aku sudah besar umurku sudah hampir 17 tahun, aku tahu mana yang aman dan mana yang tidak aman untukku. Dan sekali lagi aku bisa jalan pulang sendiri and please stop worried about me” aku berjalan mundur perlahan menjauhi lucas dan berbalik badan lalu berlari. Hari ini aku sudah menyusun rencana untuk pergi ke kedutaan untuk meminta visa dan izin tinggal. Aku akan tetap berangkat walaupun ayah dan ibuku melarang, hidupku adalah apa yang aku fikirkan saat ini bukan yang apa orang tua ku fikirkan

Hari sudah mulai berganti malam aku sudah bisa menebak pasti aku akan di tanya beribu pertanyaan dari ibu dan ayah seperti mereka sedang melepas anakan panah ke tepat di dadaku. Ya aku sudah sering sekali mengalami hal ini padahal ini baru jam 7 sore, belum terlalu malam untuk anak seusiaku pulang. Bagaimana kalau misalnya aku tinggal di amerika mungkin ketika aku pulang jam 2 pagi pun mereka akan terlihat biasa saja. Apalagi di tambah aku pulang tidak bersama lucas. Aku jarang sekali berbohong kepada ibu dan ayahku karena selama ini aku punya spy di kehidupan nyata yang membuat aku tidak bisa bohong pada mereka tapi kali ini aku harus beralasan agar mereka tidak curiga dan satu lagi aku harus memberi tahu lucas untuk misi kebohongan kali ini

Lucas is my bodyguard : lucas aku mohon jika ibu dan ayah bertanya tentang kemana aku hari ini bilang saja aku datang ke pameran music yang kau tidak menyukainya mangkanya aku pergi sendiri, dan jika ibu dan ayah bertanya dengan siapa aku pergi bilang saja aku pergi  dengan olive, rene, dan hazel :*
Jika sepasang kekasih saling berlomba menamakan kekasihnya dengan panggilan sayang dan kata-kata manis tidak denganku dan lucas. Aku menamai kontak lucas di ponsel ku dengan nama “Lucas is My Bodyguard” sedangkan lucas menamai nomorku di ponselnya dengan nama “Ahri Si Centil”
Baru saja aku membuka pintu tarraaaaaaa ayah dan ibu sudah terduduk manis di sofa tamu, akan aku tebak pasti mereka akan berebutan untuk siapa yang paling cepat bertanya padaku
“ahri darimana saja kau kenapa tidak ada lucas?” ibu yang masih berseragam kantor lengkap bertanya padaku sambal melipat tangannya di dada
“aku habis menonton pameran music kebetulan lucas tidak suka jadi aku pergi dengan teman sekolahku” jawabku santai sambil melepas tali sepatu kets ku
“kenapa lucas tidak ikut saja kalau seperti ini kan ayah dan ibu khawatir, kau ayah telpon tidak diangkat begitupun lucas kalian sedang tidak berbohong kan pada ayah” tatapan ayah mulai menajam seakan mengetahui tentang kebohonganku ini
“ayah tolonglah jangan curigai aku terus aku juga ingin hidup normal seperti anak-anak seusiaku, aku ingin sesekali pergi tanpa lucas dan hanya bersama teman-temanku” aku mulai merengek sebagai senjataku agar ayah dan ibu menghentikan drama ini
“yasudah sekarang kau mandi dan setelah itu kita makan bersama” tampaknya ibu sudah lelah dan ingin segera beristirahat

Pagi-pagi sekali sudah ada orang yang mengetok-ngetok pintu kamarku padahal aku ingat kalau hari ini aku sudah tidak ada jadwal ke sekolah. Perlahan aku membuka mataku yang tidak bisa lebih besar dari daun mint. Aku mengejap-ngejapkan mataku sambal menguceknya agar aku bisa focus melihat siapa yang sudah datang pagi-pagi begini. Dan tahu kah siapa yang pagi-pagi begini sudah datang yapppp tepat sekali dia adalah lucas. Entah apa yang membuatnya dating sepagi ini kutebak pasti ada sesuatu yang sangat penting yang harus dia bertahu aku sampai sepagi ini

“aigooo lucas-ahh kenapa kau datang kerumahku sepagi ini, hari ini kita libur apa kau lupa eoohh?” wajahku cemberut karena kesal waktu tidurku di ganggu oleh lelaki ini
“ahri kau harus tau kalau aku boleh kuliah di korea” lucas menggoyang-goyangkan badan ku yang masih setengah sadar ini agar bisa sadar sepenuhnya
“yyyaaaaakkkkkkkkkkkk jinjjayeo” aku kaget bukan main ini perasaan antara senang dan sedih. Senang karena ternyata ayahnya lucas sudah bisa memaafkan masa lalunya dan sedih karena kenapa lucas ditakdirkan selalu bersama ku sampai aku sebesar ini. Wajahku masih diam membeku dengan ucapakn lucas tadi. Ya tuhan apa yang harus aku lakukan aku tidak mungkin bilang kalau lucas tidak boleh kuliah di korea bersamaku yang ada ayah dan ibu semakin tidak mengizinkanku kuliah di korea
“iya aku serius semalam aku bilang dan minta izin pada ayah, dengan catatan aku tidak boleh mencari tahu informasi tentang ibuku dan aku menjawab dengan mudah IYA” lucas terlihat senang sekali karena dia bisa bersamaku lagi tetapi tidak denganku yang terbebani akan bayang bayang lucas yang akan mendampingiku terus selama di korea
“terimakasih lucas kau membantuku untuk kuliah di korea” aku reflex memeluk lucas ya bagaimanapun juga aku tetap mencintai lucas dan ini menjadi alasan aku mempermudah kepindahanku ke korea setidaknya ada jaminan bagi orangtuaku

Tak butuh waktu lama ketika aku memberi tahu ayah dan ibu kalau lucas mendapat izin dari ayahnya untuk kuliah di korea. Akupun sama mendapat izin walaupun penuh keterpaksaan dan kekhawatiran padahal selama aku tinggal di korea aku tinggal bersama nenekku. Seharusnya mereka tidak perlu khawatir padaku ditambah ada lucas si manusia menyebalkan itu

Aku dan lucas memutuskan untuk kuliah di Sunmusic university salah satu kampus music terbagus di korea selatan. Tetapi kami meilih jurusan yang berbeda, tujuannya hanya untuk mengindari rasa bosan karena terlalu serig melihat satu sama lain. Aku mengambil jurusan post modern music sedangkan lucas mengambil jurusan art. Di hari keberangkatanku ke korea ayah dan ibu terlihat sedih terlebih ibu yang menangis padahal aku hanya tinggal di korea sementara saja dan itupun bersama nenek. Mereka sepertinya lupa kalau kita ini warga negara korea huufftttt

Akhirnya aku dan lucas sampai di korea, atmosphere yang sangat berbeda jelas aku rasakan. Senyumku terlukis lebar di wajah mungilku ini, demi tuhan aku sangat senang bisa kembali ke kota kelahiranku setelah 6 tahun kepindahanku di London. Sesampainya di korea aku dan lucas langsung bergegas menuju rumah nenek yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara Incheon. Tidak lupa kami membawa oleh oleh khas London yaitu shortbread. Aku harap nenek menyukainya, nenek tidak tahu jadwal penerbanganku ke korea karena aku sengaja ingi membuat surprise

Tapi tunggu pemandangan aneh mengalihkan perhatianku saat berada di bandara Incheon. Dimana ramai sekali wanita wanita seusiaku lengkap dengan kamera mahal di tangannya dan tidak lupa mereka juga menaiki bangku kecil agar bisa mengambil gambar yang sempurna. Entah mereka ingin mengambil gambar apa yang pasti mereka sangat banyak jumlahnya. Tak lama ada sekumpulan laki laki yang seperti idola lewat mereka kurang lebih bersebelas dan mereka memakai masker hitam sebagai penutup mulut dan headset wireless di telinganya.

Dalam hati aku berfikir apa ini yang dinamakan idol korea mereka miliki banyak sekali fans dan rata rata fans mereka seusiaku. Aku berfikir aku yang sangat ketinggalan jaman atau mereka yang berlebihan. Yang pasti suasanya disini terlihat sangat berbeda dari suasana airport pada biasanya. Jujur aku melihat mereka sangat iri karena aku juga ingin menikmati hal-hal seperti itu. Tapi yasudahlah aku akan memulai masa remajaku yang baru di korea

Suasana rumah nenek masih terlihat sama seperti 6 tahun lalu, rumah tetangga masih dengan orang yang sama, taman dengan mainan anak-anak yang berjarak 20 langkah dari rumah nenek. Hahaha dulu saat aku masih sekolah dasar aku senang sekali bermain di taman ini dan selalu menghitung setiap langkah dari rumah nenek ke taman. Rasanya aku sangat merindukan masa kecilku disini, sangat indah, sangat menyenangkan dan sangat berwarna. Aku harap aku bisa mengembalikan rasa itu semua

Knok,knok,knok suara ketukan pintu rumah nenek mengawali kedatanganku dan lucas. Terdengar suara wanita paruh baya yang menjawab tunggu dan tak berapa lama wanita itu pun membuka pintu. Betapa kagetnya nenek saat melihat aku dan lucas. Nenek memang belum mengenal lucas nenek hanya tahu cerita tentang lucas dariku mangkanya nenek sedikit bingung saat melihat ada laki-laki tampan dan tinggi berdiri di sebelahku.

“Aigoooo Ahri-ah nenek sangat rindu padamu” nenek langsung memelukku erat layaknya seorang yang sangat merindukan cucunya. Sejak 6 tahun lalu aku dan keluarga ku memang jarang sekali pulang ke korea karena alasan tiket pesawat yang cukup mahal
“nenek aku juga sangat merindukanmu, mulai hari ini dan seterusnya aku akan tinggal bersama nenek, dan aku akah kuliah di korea” senyumku melebar saat memberitahu kabar baik ini
“sebentar tapi laki-laki ini siapa ahri?” akhirnya pertanyaan ini keluar juga dari mulut nenek, karena aku juga sudah tidak sabar untuk menjelaskan siapakah lelaki ini
“kenalkan dia lucas nek, pacar yang selalu aku ceritakan setiap malam itu” aku memang sering sekali menelepon nenek malam-malam hanya untuk bercerita tentang lucas tapi aku belum pernah mengirimkan foto lucas jadi selama ini nenek tidak tahu seperti apa wajahnya. Maklum aku bercerita hanya lewat telepon rumah
“hai nek namaku lucas, aku keturunan korea-taiwan yang juga tinggal di London, senang bisa bertemu dengan nenek disini” lucas menjabat tangan nenek dengan senyum ramah penuh kebahagiaan
“ayo masuk nenek akan buatkan sup rumput laut kesukaan ahri” nenek mengantar kami masuk kedalam dan bersiap masak makanan special untukku dan lucas
Saat masuk kedalam rumah nenek lucas berkeliling sambil melihat koleksi yang ada di rumah nenek. Nenek hanya memilki satu anak, satu menantu dan tentunya satu cucu. Beberapa bingkai foto yang menghiasi rumah nenek hanyalah foto kami ber lima bersama kakek dan aku sekeluarga. Sedangkan aku masih sibuk untuk membereskan barang-barangku di kamar. Kamar yang dulu aku tinggali jika aku menginap di rumah nenek. Setelah aku selesai merapihkan barang-barangku dari koper aku bergegas ke ruang tamu menemani lucas sambil menunggu nenek memasak aku dan lucas bersenda gurau. Karena memang pada dasarnya lucas adalah lelaki yang humoris dan selalu bisa membuatku tertawa

Sudah hampir 1 jam nenek berkutik di dapur dan aku masih bermain batu gunting kertas bersama lucas. Bukannya aku tidak mau membantu nenek tapi aku yakin jika aku ikut membantu masakan yang enak akan berubah rasa seketika menjadi buruk hehehehe. Dan nenek sudah mengetahui itu kalau aku sanagat buruk dalam memasak.

“ahri lucas ayo ke meja makan makanannya sudah siap” suara nenek terdengar dari ruang makan dan tanpa fikir panjang aku dan lucas segera menuju ruang makan
“waaahhh banyak sekali nek, aku jadi merasa bersalah tidak membantu nenek tadi” pout
“tidak apa kalian kan lelah habis perjalanan jauh dari London-korea jadi sudah seharusnya nenek menyambut kalian dengan suka cita” nenek mulai menyiapkan makanan untuk kami di piring. Aaaihhhh aku jadi merasa bersalah pada nenek tapi aku juga kasihan pada lucas jika dia harus mencicipi masakanku
“terimakasih ya nek sudah masak sebanyak ini untuk kami” lucas

Hari ini adalah hari pertama aku dan lucas masuk kuliah. Tak terasa sebulan sudah kami di korea setidaknya kami sudah mulai terbiasa berbicara Bahasa korea. Akhirnya aku bisa mewujudkan keinginanku untuk kuliah disini dan di universitas ini. Keinginanku kuliah di Sunmusic University bukan untuk menjadi idol melainkan aku ingin menjadi seorang produser lagu. Aku berharap dengan langkah awalku disini bisa membawaku selangkah lebih dekat dengan mimpiku

Hal yang sangat berbeda terasa saat aku masuk kelas pertama ku disini. Kalau dulu sejak SMP aku sekolah tidak menggunakan seragam justru berbanding terbalik saat aku kuliah. Disini aku memakai seragam rok remple pendek kotak-kotak, kemeja putih dengan blazer ya layaknya anak sekolah seperti yang ada di drama-drama korea. Sumpah aku bingung dan kikuk harus memulai perkenalan dari mana karena aku harus mulai belajar lagi beradaptasi dengan lingkungan disini. Akhirnya aku putuskan untuk duduk disebelah perempuan yang terlihat sangat lucu dengan kuncir kuda dan poni menutupi dahinya. Sebenarnya dia sedang sibuk bernyanyi dengan headset di telinganya
“aku duduk disini ya” aku duduk disebelah perempuan yang masih belum menyadari keberadaanku
“yakkkk haiiii kenalkan namaku choi yena, kau siapa?” astaga aku kaget ketika dia langsung menyadari keberadaanku dan mengajaku berkenalan, ternyata anak ini jauh dari yang kubayangkan, dia lebih ceria dan terkesan innocent
“hai namaku choi Ahri, aku baru saja pindah sekolah dari London jadi masih butuh waktu untuk beradaptasi tolong bantu aku ya” aku menjabat tangannya sebagai tanda perkenalan semoga ini awal yang baik untukku
“tapi kalau aku lihat wajahmu seperti orang asia timur tapi kenapa kau tinggal di London?” yena memutari bangku ku dan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajahku
“iya ayahku dipindah tugaskan dari korea ke London jadi kami sekeluarga harus pindah kesana dan setelah aku lulus SMA aku ingin kuliah disini” aku sedikit menjauhkan wajahku mudur dari wajah yena
“oke kalau begitu mulai saat ini kita resmi menjadi teman” yena memelukku erat dan membuat seisi kelas bingung melihat kami berdua. Dan wajahku hanya diam membeku dengan kelakuan aneh yena

Yena adalah anak yang baik baru satu hari kami berkenalan dia sudah sangat aktif mengajariku banyak hal, dia juga anak yang berbakat dia bercerita kalau dia pernah mengikuti lomba menari dan menyanyi. Memang sudah tidak usah diragukan lagi untuk kemampuannya bernyanyi. Dering ponselku terus berbunyi aku sudah tebak pasti itu pesan masuk dari lucas tapi aku sengaja tidak lihat karena aku ingin beristirahat bersama yena. Namanya juga satu kampus lucas dengan telepati-nya bisa menemukan keberadaanku
“ahri” teriak lucas dari kejauhan kurang lebih 50 meter
“aiisshhhh” aku menghela nafas menyadari kalau lucas memanggilku
“dia siapa?” tanya yena padaku
“ahri-ah kenapa kau tidak membaca pesanku” lucas menghampiriku dan yena
“maaf tapi aku sedang berkeliling kampus dan dikenalkan lokasi kampus dengan yena, kenalkan ini teman baruku di kelas namanya choi yena” aku mengenalkan yena dan lucas
“hai aku lucas” lucas menjabat tangan mungil yena
“kau tampan pasti kau orang eropa ya wajahmu tidak seperti orang asia, ngomong-ngomong kalian sudah saling kenal kah?” yena si curious mulai menginvestigasi kami
“lucas ini pacarku di London dia ikut aku kuliah di korea dan satu lagi lucas adalah keturunan korea-taiwan dan sama sekali tidak ada turunan eropa” wajah lucas memang terlihat bukan seperti orang asia timur mangkanya ketika di London orang tidak melihatnya sepertiku
“ahri kita hampir lupa kalau hari ini perkenalan kelas belum berakhir ayo kita masuk” yena langsung menarik tanganku dan berlari
“see u soon baby” teriakku sambil terseret oleh yena

Tidak terasa aku sudah 5 bulan sekolah di Sunmusic University aku senang bahkan sangat senang setiap hari aku selalu bersama yena. Yena mengenalkan ku banyak hal seru selama di korea. Aku selalu antusias saat mendengar cerita seru yena dan rasanya aku ingin melakukannya. Sampai akhirnya yena mengajakku untuK pertama kali nya menonton konser music di sebuah acara music korea
“ahri kau mau ikut denganku tidak nanti malam?’ tanya nya sambIl mengunyah permen karet lalu sesekali menupnya menjadi balon
“ikut kemana” aku masih sibuk membaca komik karena sekarang kelas sedang tidak ada dosen masuk
“aku ingin pergi menonton acara music, nanti malam wanna one akan tampil, kau mau ikut?” yena mendekatkan wajahnya seperti biasa, sungguh hal yang paling menyebalkan
“siapa wanna one sepertinya kau pernah bercerita tetapi aku lupa” aku menutup komik ku dan mulai berbicara sedikit serius kepada yena
“aigooo kau lupa ya ini loh sebelas lelaki tampan jebolan produce 101 season 2” yena menunjukkan foto wanna one full member yang ada di ponselnya
“ohhh yang ini, hmmm baiklah aku mau ikut” entah kenapa perasaan ku berkata kalau aku seperti pernah bertemu mereka tapi aku lupa dimana. Mungkin jika aku melihat mereka langsung aku akan ingat dimana aku bertemu dengan mereka

Malam ini aku izin dengan nenek untuk menonton acara music bersama yena. Berbeda dengan ayah dan ibu kalau nenek tidak terlalu overprotektif terhadapku. Karena aku juga sudah berusia 17 tahun jadi aku anggap aku sudah cukup besar untuk pergi sendiri bersama teman. Tapi tetap saja ada yang terlalu khawatir terhadapku, ya benar itu lucas tapi aku mulai bisa meyakini dia untuk bisa mengizinkanku pergi sendiri bersama yena dan aku harap untuk seterusnya karena masa seperti inilah yang aku inginkan saat berada di korea
“kau kan belum hafal lagu-lagu mereka jadi silahkan dengarkan lagu wanna one supaya nanti kau tidak hanya diam selama acara berlangsung” yena memberikan kedua headset nya kepadaku. Lagu pertama yang diputar adalah lagu yang cukup romantis tentang ke kaguman seorang laki-laki terhadap perempuan
“apa judul lagu ini?” aku merasa lagu ini sangat-sangat romantis dan menyentuh aku langsung jatuh hati pada lagu ini sejak pertama aku dengar
“itu judulnya Beautiful lagu nya enak kan?, memang lagu ini adalah lagu yang bisa menghipnotis seluruh wanita di korea terlebih jika kau melihat MV-nya” yena begitu bersemangat menjelaskan teori tentang lagu ini
“kalau aku juga suka wanna one bagaimana?” tanyaku menggoda yena
“tidak apa asal kau jangan ambil ong seongwu dari ku ya” goda yena balik padaku. Padahal aku saja tidak hafal siapa member wanna one
Acara di mulai jam 3 sore kami datang tepat setengah jam sebelum acara dimulai. Disini sudah ramai sekali banyak yang membawa hand banner dengan tulisan idola mereka. Tapi disini bukan hanya wanna one yang perform karena aku melihat ada beberapa fans grup lain
“yena kau tidak membawa hand banner seperti mereka?” aku masih memperhatikan sekelilingku dengan seksama
“tenang saja aku sudah bawa kok” yena mengeluarkan sejenis hand banner dengan bahan kain tetapi dengan pose salah satu member wanna one topless. Oh my god apa yena sudah gila, kalau tahu acaranya akan se-seksi ini aku tidak akan ikut
“yyaaakkkk apa-apaan ini yena apa kau gila” gerutuku karena melihat hand banner yang yena keluarkan
“tenang saja hal seperti ini sudah biasa dan ini namanya slogan, kalau kita membawa hand banner sama seperti yang lain maka kita tidak ada di notice oleh wanna one, jadi hari ini kau tinggal ikuti aku saja ya, kaa-jaa” yena menarik tanganku masuk kedalam venue. Saat masuk kedalam venue aku terlihat seperti orang bodoh yang kebingungan kenapa aku ada disini. Aku sama sekali tidak tahu k-pop music walaupun aku orang korea. Mungkin aku hanya akan jadi keledai bodoh yang berada di tengah ratusan fangirl k-pop yang sedang bernyanyi. Ketika nama wanna one di panggil oleh MC hampir setengah dari penonton disini berteriak termasuk yena yang paling berisik. Saat wanna one masuk ke stage aku terus memperhatikan mereka untuk mengingat apakah benar aku pernah bertemu dengan mereka, karena aku merasa wajah mereka familiar. Aku dan yena berdiri tepat di bibir panggung, yena masih dengan slogan sexy-nya itu sambal berteriak histeris sedangkan hanya aku yang berdiri di dekat panggung tanpa ekspresi senang

Yyaaasshhh aku ingat sekarang ternyata aku pernah bertemu wanna one ketika aku sampai di bandara Incheon waktu itu. Pantas saja banyak yang ingin memotret mereka. Dan nanti akan aku tanya apakah yena ada di tengah-tengah para fangirl tersebut. Acara music pertama ku aku lewatkan dengan sangat datary a karena aku belum mengenal idola-idola k-pop jadinya aku kebanyakan diam saja ditengah yang sedang asyik bernyanyi. Acara music selesai jam 6, setelah selesai yena mengajakku pergi berburu fankit atau goodies wanna one. Aaaiihhh yena tolonglah aku tidak mengerti itu apa. Kami datang ke sebuah toko official wanna one yang terletak di seoul. Disana yena membeli banyak sekali barang seperti photocard, gantungan kunci, dan lainnya

Tapi tunggu kenapa aku tertarik pada salah satu photocard kecil dengan foto salah satu member yang aku tidak tahu namanya yang seakan sedang senyum kearahku. Lantas aku langsung bertanya kepada yena siapa orang di dalam foto itu
“Yena kalau yang ini siapa namanya?” aku mengambil photocard itu dan menunjukkan nya kepada yena yang masih sibuk memilih goodies lain
“oh yang itu namanya kang Daniel, dia berhasil meraih posisi centre saat eliminasi terakhir dan sekarang menjadi centre di wanna one dan tentunya korea. Oiya Daniel juga member yang memiliki paling banyak fans loh terbukti dari bebrapa acara variety show Daniel selalu dapat vote paling banyak dari penonton, tapi tetap saja ong yang paling tampan menurut ku hehehe” aku yang hanya mengharapkan satu jawaban tapi yang keluar dari mulut yena malah berbanding terbalik dengan apa yang ada di fikiran yena. Yena malah menceritakan tentang Daniel. Bagus yena tidak bercerita dari awal Daniel masuk produce 101 season 2 huuffffttttt

Dan pada akhirnya aku putuskan untuk membeli photocard yang membuat aku jatuh hati pada Daniel. Sesampainya dirumah aku langsung mencari informasi tentang Daniel sungguh aku sangat penasaran dengannya. Bagaimana bisa dia membuat aku jatuh cinta hanya dalam sebuah photocard padahal tadi selama menonton aku sama sekali tidak memperhatikannya. Aku mulai dari mencari profil tentang member wanna one yang jebolan acara survival produce 101 season 2. Setelah itu aku mulai mencari tahu variety show apa saja yang Daniel bintangi. Stalking dilanjut dengan marathon produce 101 season 2 seharian karena besok adalah hari sabtu jadi aku bebas untuk tidur jam berapapun. Palingan lucas yang akan marah jika besok aku tidur seharian

Ini benar-benar gila aku bisa menyelesaikan episode produce 101 sampai habis malam ini. Aku baru selesai sekitar pukul 6 pagi setelah mulai menonton jam 8 malam. Mataku sudah seperti zombie karena aku banyak menangis melihat perjuangan Daniel hingga debut. Aku berfikir mereka para fangirl terlalu berlebihan saat sedang fangiril-ing dan ternyata sekarang aku merasakannya. Aku sangat ngantuk kasurku masih berantakan dengan laptop plus charger di sebelahnya beberpa susu karton dan tissue. Dan aku pun tertidur dengan kondisi Kasur yang sangat-sangat berantakan

Cahaya matahari serasa menembus mataku yang sedari tadi tidur terlelap. Apakah aku mimpi, apakah aku sudah disurga sungguh cahaya ini sanagat silau. Ketika aku membuka mataku perlahan aku melihat lucas sedang menyingkirkan hordeng kamarku dan membuka jendela agar aku bisa menghirup udara segar dari luar
“good morning baby” lucas duduk di tepi ranjang ku yang masih amat sangat berantakan
“morning too uummhhhh sorry I mean good afternoon” aku yang masih setengah tidur mencoba duduk dari tidurku
“kau habis apa semalam kenapa kasurmu sangat berantakan apa kau lembur mengerjakan tugas, kalopun iya kenapa kau tidak bilang padaku” lucas membereskan beberapa tisu dan karton susu yang berserakan di lantai
“mianeyeo, semalam aku menonton acara produce 101 sampai jam 6 pagi dan pagi itu aku baru tidur” karena aku malu dengan lucas aku pun membereskan laptop beserta tempat tidurku dan langsung bergegas mandi. Entah kenapa lucas tidak pernah sedikitpun ilfiel terhadapku melihatku se-messy ini dan se-jorok ini tapi lucas tetap mencintaiku

Senin ini aku sangat antusias menceritakan apa yang telah aku tonton kepada yena, rasanya sangat seru ketika 2 orang fangirl sedang berbincang. Benar saja yena seperti guru private ku menjadi wannable (sebutan untuk para penggemar wanna one). Kini hari-hariku terasa seru bersama yena banyak hal yang aku kerjakan bersama yena. Seperti menonton acara music yang ada wanna one nya, berburu freebies, goodies, bahkan mengikuti acara fansign. Sampai akhirnya yena mengajakku untuk menjadi seorang fansite. Awalnya aku tidak tahu apa itu fansite dan apa keuntungan menjadi fansite. Apakah kuliah ku tidak akan terganggu jika aku menjadi fansite. Tapi berulang kali yena meyakinkan ku dan mengajakku menjadi fansite. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mencoba hal baru yaitu menjadi fansite.

Untuk menjadi seorang fansite tidak lah mudah yang pertama aku harus memiliki uang yang sangat cukup. Karena sebagai seorang fansite aku harus memilki kamera yang bagus agar hasil fotoku juga bagus, kedua aku harus belajar bagaimana cara mengambil gambar dari angle yang bagus, yang ketiga aku harus memilki uang untuk mengikuti kemanapun wanna konser ataupun fanmeet tapi ingat fansite bukan lah seorang sesaeng (orang yang mengikuti kegiatan privacy seorang artis). Aku awalnya ragu apakah bisa aku menjadi fansite sedangkan untuk membeli kamera saja aku hanya punya uang setengahnya

Sedangkan yena adalah mantan fansite yang sekarnag ingin aktif kembali. Dulu yena adalah fansite girlgroup sistar, yena menjadi fansite Bora tetapi setelah sistar disband yena memutuskan untuk berhenti dan vakum tapi keinginannya untuk menjadi fansite ong sebenarnya sudah terbesit. Tetapi yena mengurungkan niatnya karena yena tidak memilki teman untuk menjadi masternim.

Karena keinginanku untuk menjadi seorang fansite sangat kuat akupun memutuskan untuk meminjam uang pada nenek untuk membeli kamera. Awalnya aku ragu tapi aku beranikan diri untuk meminjam uang dengan alasan untuk kuliah. Oohhh maafkan aku nek telah berbohong padamu tapi hanya cara ini aku bisa mewujudkan keinginanku
“nenek” aku memeluk nenek dan mengeluh manja pada nenek
“ada apa ahri, pasti kau ada maunya ya” nenek masih melanjutkan menyulam yang sudah sehari hari ia lakukan. Terkadang nenek mendapat pesanan untuk membuat pajangan dari hasil menyulam
“nek aku mau pinjam uang 15 juta boleh” wajahku mendadak berubah menjadi aneh karena perasaanku campur aduk saat ini
“aiigooo untuk apa uang sebanyak itu ahri” tiba-tiba nenek terdiam ketika mendengar nominal yang aku sebutkan
“aku ingin membeli sebuah kamera nek dan aku hanya punya uang setengah dari harganya dan sekarang aku ingin pinjam sama nenek, aku tidak mau pinjam atau minta pada ibu pasti aku habis dimarahi oleh ibu. Padahal ibu dan ayah bekerja dan menghasilkan uang yang banyak tetapi kenapa mereka sangat perhitungan pada uang” aku jujur pada nenek kalau aku ingin membeli kamera setidaknya aku tidak akan menyesal karena membohongi nenek
“mereka bukan perhitungan padamu tapi mereka tahu yang terbaik untukmu, lihat dari SMP,SMA hingga Kuliah kau bisa pilih sekolah manapun yang kau mau tidak perduli seberapa mahal sekolah itu pasti ayah dan ibumu akan menyekolahkanmu disana, disitulah uang yang mereka kumpulkan teralokasikan selama ini” nenek mengusap lembut kepalaku sambal memberikan pengertian tentang ayah dan ibuku
“jadi apakah nenek bisa pinjamkan aku uang 15 juta” aku kembali meluruskan perbincangan yang sebelumnya sudah agak bergeser ke arah yang lain
“iya nenek akan pinjamkan selagi itu benar untuk membeli kamera dan Kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh” rasanya nenek akan merasa bersalah jika tidak memenuhi keinginan cucu semata wayangnya ini
Akhirnya aku bisa membeli kamera untuk langkah awal ku menjadi seorang fansite. Yena benar-benar mengajariku dari hal kecil hinggal hal besar untuk menjadi fansite. Yena juga membuatkan ku akun fansite yaitu @Danielatechiato yang memilki nama yang sama dengan yena yaitu @Onglatechiato. Kami berdua pun memutuskan untuk menjadi shipper fansite mulai hari ini. Dan bersiaplah aku menjadi seperti apa yang aku lihat di bandara kala itu

Hari ini adalah hari pertamaku menjadi fansite dan mengambil gambar wanna one especially Daniel. Rasa takut dan deg-degan bercampur menjadi satu, karena aku belum memliki pengalaman apapun menjadi fotografer ataupun sekedar mengambil gambar dengan hasil yang bagus. Tapi lagi dan lagi yena mengajariku bagaimana mengambil gambar untuk pemula. Sungguh yena benar-benar teman yang sangat baik. Dia sangat memperhatikanku dan aku jadi terharu karena selama di London aku tidak memiliki teman sedekat yena. Hari ini wanna one tampil di acara penghargaan Seoul Music Awards. Acara music besar pertama yang aku datangi selama ini.

Karena ini baru pertama akupun dengan senang dan antusias mengambil gambar Daniel dengan sebanyak-banyaknya. Oh iya sebelum bisa masuk ke konser aku dan yena harus menyembunyikan kamera ini agar tidak terlihat oleh petugas karena di acara konser manapun tidak di perbolehkan penonton membawa kamera professional. Dan hal yang dilakukan yena benar-benar gila aku rasa apapun yang dilakukan yena benar-benar di luar akal sehat. Yena menyuruhku menyembunyikan kamera di bawah rokku. Dan aku baru tahu kalau kenapa yena menyuruhku memakai rok yang megar sekali agar bisa menyembunyikan kamera. Jadi bisa dibayangkan aku melingkarkan tali kamera ku di pinggang dan membiarkan kamera tergantung di tengah kedua kakiku. Bisa dibayangkan betapa susahnya aku berjalan saat itu. Tapi benar saja cara yang dilakukan ini sangat berhasil

Ketika acara selesai aku dan yena bisa dengan mudah membawa kamera itu keluar venue. Huuhh hari yang melelahkan karena ini hari pertama ku menjadi fansite. Sepulangnya dari acara aku tidak langsung tidur melaikan aku buka laptop dan me re-view hasil fotoku tadi. Hhmm aku tidak langsung memuji hasil karyaku tetapi aku bertanya kepada yena, yena bilang lumayan lah untuk seorang pemula. Awalnya fansite aku dan yena masih sepi followers tapi aku terus mempromosikan akun twitter ku agar memiliki banyak followers. Tujuannya hanya satu aku ingin berbagi kebahagiaan kepada seluruh wannable dan tentunya peach (nama fandom Daniel).

Sudah satu bulan aku menjadi fansite yang pergi kesana kemari mengikuti wanna one tampil. Perlahan aku bisa mengumpulkan uang untuk mengganti uang yang aku pinjam dari nenek. Jumlah followers ku di twitter juga sudah cukup banyak. Aku mendapatkan uang dari hasil menjual foto hasil jepretanku kepada fansite lain. Aku dan yena juga aktif membuat design slogan slogan untuk kami jual, lumayan keuntungannya. Aku dan yena juga sering membuat fankit project. Pokoknya aku dan yena sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil menjadi fansite dadakan hahaha.

Sebentar lagi wanna one akan tour untuk fanmeet pertama mereka yang berjudul “Wanna Be Loved” selama awal menjadi fansite aku rela tidak jajan demi bisa menonton mereka. Uang dari hasil jualan slogan dan fankit aku tabung untuk konser sedangkan hasil jualan foto aku tabung untuk mengganti uang nenek. Memang tabunganku untuk konser belum banyak tapi lumayan terbantu dari uang jajan bulananku dari ibu. Aku dan yena juga sudah memiliki rencana untuk menjual slogan, fankit dan goodies dari fansite kolaborasi kami. Oiya nama fansite kolaborasi aku dan yena adalah Ongnielatechiato

Selama sibuk menjadi fansite aku lupa dengan lucas jarang pesan lucas yang aku balas karena aku sibuk mencari uang untuk menonton fanmeet. Sebenarnya aku merasa bersalah tapi aku akan merasa lebih bersalah jika aku tidak bisa menonton wanna one. Karena lucas tau aku sangat sibuk akhir-akhir ini lucas lebih sering datang ke rumah nenek. Bahkan hari ini lucas sudah ada di rumah nenek sejak pagi tadi, padahal pagi tadi aku sudah bilang padanya kalau aku ingin pergi ketempat percetakan untuk mencetak slogan yang akan aku jual
“haiii kau sudah pulang” lucas berdiri dari duduknya di ruang tamu
“aigooo kau datang dari jam berapa” aku duduk disamping lucas
“lucas datang dari tadi pagi 5 menit setelah kau pergi, kau jarang ada di rumah kasihan lucas setiap ke rumah kau selalu tidak ada” suara nenek menyambar dari ruang tv
“mianeyo lucas” aku tiba-tiba memeluk lucas sambal menangis karena aku telah bodoh menyia-nyiakan lelaki sebaik lucas
“kau kenapa menagis, uljimayo” lucas menghapus air mata yang jatuh di pipiku. Aku jadi merasa sangat bersalah kali ini padahal kedatanganku ke korea ya untuk hal seperti ini dan terbebas dari lucas. Tapi lagi lagi ketulusan hatinya membuatku luluh
“aku merasa sangat bersalah telah mengabaikanmu akhir-akhir ini” aku masih memeluk lucas sambil menangis di pelukannya
“memang hal seperti ini kan yang kau mau, itu mengapa aku tau kenapa kau ingin sekali pindah ke korea. Bagaimanapun kamu aku akan selalu mencintaimu, dan apapun kegiatan mu aku pasti akan selalu mendukungmu, gwenchana sudah jangan menangis lagi” lucas mengusap kepalaku lembut. Jadi aku putuskan untuk bersama lucas hari ini seharian ya itung-itung untuk menebus kesalahanku beberapa hari kemarin. Aku pun tidak lupa memberi tahu yena kalau hari ini aku akan menghabiskan waktu bersama lucas dan aku batalkan beberapa kegiatanku bersama yena

Karena kegiatan kuliah plus menjadi wannable baru menjadikan ku sangat sibuk. Yang biasanya seminggu aku bisa hampir full dengan lucas berbeda kali ini aku hanya menghabiskan waktu bersama lucas setiap hari minggu. Hubungan kami menjadi sedikit renggang dan aku menyadari hal itu, tapi entah kenapa perlakuan lucas terhadapku sama sekali tidak berubah sejak pertama lucas bilang kepada ibu dia ingin menjadi pacarku. Aku sama sekali tidak bisa memilih antara lucas atau hobi baruku menjadi fangirl karena aku sangat sayang pada lucas dan juga Daniel. Kesibukanku mengikuti bukan hanya fanmeet melainkan konser kemanapun wanna one konser menjadi alasan kuat mengapa aku jarang bertemu lucas. Teman teman kuliahku sudah tau bahwa aku dan yena saat ini sudah menjadi fansite yang terkenal, fansite yang dicintai banyak wannable di seluruh dunia

Hari ini wanna one akan terbang ke LA untuk konser pertama mereka, tidak lupa aku dan yena juga ikut eksis menjadi fansite yang memfoto mereka. Karena sudah biasa mengambil gambar mereka di bandara jadinya aku melakukan hal biasa membawa kamera, kursi lipat sebagai alat bantu agar aku mengambil gambar dengan bagus dan juga selimut untuk menutupi kameraku

Ketika wanna sudah sampai di bandara Incheon para fansite mulai berlarian menuju pintu  depan bandara menunggu wanna one turun dan mobil van. Tetapi kami para fansite juga sudah meletakkan kursi kami masing-masing di jalan untuk wanna one lewat. Aku dan yena berlarian menuju mobil van wanna one dan mengambil foto yang banyak. Tidak lama setelah itu wanna one berjalan menuju gate pass dan aku pun ikut berlarian dan naik ke atas kursi tangga milikku. Dan banyak juga fansite yang tidak memakai kursi dan hanya berlarian kea rah wanna one

Entah mungkin ini hari sialku disaat teman teman masternim sedang berlarian ada salah satu masternim lain lari dan tidak sengaja menyenggol kursi tangga ku dan bbrrrruuuaaakkkkk aku terjatuh dari kursi tangga setinggi 60cm dan sempat membuat heboh suasana disana. Aku dan yena sempat berpencar saat itu. Yena tidak tahu kalau aku terjatuh. Karena masternim disini semua ganas mereka hanya melihatku sesaat lalu segera berlari menuju wanna one untuk mengambil gambar. Ada yg menginjak kaki ku yang terkilir dan aku hanya terduduk membungkuk menutupi kameraku agar tidak rusak terinjak oleh masternim lain

Setelah kerumunan piranha berlari ke arah depan aku masih terduduk kesakitan menahan kaki kiri ku yang terkilir. Tak lama ada seorang pria yang datang menghampiriku dan membantuku bangun tapi sayangnya kaki kiri ku yang sudah terkilir akibat jatuh tidak bisa menahan untuk berdiri karena tadi sempat ada yang menginjak kaki kiri ku ini. Akhirnya aku di gendong oleh lelaki itu untuk di bawa ke ruang P3K bandara Incheon

“terimakasih sudah menolongku kesini kalau tidak, aku tidak tahu jadi apa tadi” senyumku saat lelaki itu membaringkanku di ruang P3K
“sama-sama lain kali kau harus berhati-hati wanna one juga ingin kalian memperhatikan keselamatan kalian, ngomong-ngomong kau suka siapa di wanna one” tanya nya seakan ingin mengajakku berbicara banyak
“eoohhh aku suka kang Daniel” jawabku
“baiklah nanti akan aku beri salam untuk Daniel dari fans nya yang sedang sakit” jawabannya membuat aku terdiam sejenak, setelah meninggalkan jawaban penuh arti lelaki berumur sekitar 35 tahun itu pergi meninggalkanku tanpa aku mengetahui apa jawaban darinya atas pertanyaanku berikutnya. Dering ponsel ku memecahkan lamunanku ternyata yena menelponku karena aku yakin dia pasti mencari ku
“iya yena kau dimana” tanyaku
“aaaiissshhh harusnya aku yang bertanya kau dimana” yena
“aku diruang P3K, kau kesini biar aku jelaskan” ku tutup telpon ku dari yena supaya anak itu tidak banyak bicara di telpon. 5 menit setelah yena menelponku datang wanita mungil itu ke ruang P3K
“aiiggooooo gwenchana, kau kenapa” yena terlihat panik bukan main melihat perawat yang sedang membalut kaki kiriku
“aku tadi jatuh dari kursi tangga dan ada orang yang menginjak kaki ku saat aku terjatuh” aku menceritakan kembali kejadian 30 menit lalu
“kau sudah telpon lucas?” tanya yena sambil memegang perban luka ku. Aku sampai lupa memberitahu lucas tentang kejadian ini. Akhirnya aku pun menelepon lucas. Karena memang jarak rumah tantenya lucas dari bandara tidak jauh, 20 menit kemudian lucas datang dengan tergesa-gesa
“are you okay baby, neo gwencana?” tanya lucas panic sambil memegang dahiku dan melihat sekeliling tubuhku
“aku tidak apa-apa lucas hanya saja kaki kiri ku terkilir”aku menjauhkan tangan lucas di dahiku karena sebenarnya badanku tidak demam
“baiklah ayo kita kerumah sakit, aku khawatir denganmu” lucas
“aniyo aniyo aniyo kita pulang saja dan aku mohon jangan beritahu ibu dan ayah ya” aku menahan tangan lucas yang hendak menggendongku
“aaaiihhh kau tidak berubah ya di saat kondisimu seperti ini saja kau tidak ingin ayah dan ibu tahu, kasihan mereka pasti cemas karena perasaan khawatir menghampiri mereka” lucas menghela nafas dalam karena kecewa denga sikap ku yang tidak pernah berubah. Justru dengan aku tidak memberi tahu ayah dan ibu itu tidak akan khawatir padaku

Aku pun pulang diantar lucas dan yena pulang sendiri. Sesampainya di rumah, nenek panic bukan kepalang melihat kakiku yang sudah di perban. Dan akhirnya nenek memanggil dokter kerumah untuk memeriksa ku. Dokter bilang aku tidak ada luka yang serius hanya saja kaki ku terkilir dan membutuhkan istirahat setidaknya 3 hari agar kaki ku bisa kembali normal lagi.

Selama 3 hari aku tidak kuliah dan lucas datang hanya hari ini padahal ini sudah hari kedua aku dirumah. Aku sangat bosan karena aku tidak bisa kemana-mana aku berharap ada lucas yang bisa menemaniku tetapi ternyata sehari kemarin lucas tidak datang. Aku bingung kenapa lucas sedikit berubah, lucas juga tidak banyak mengirimku pesan hanya pesan-pesan penting seperti jangan lupa makan dan minum obat. Lucas tidak memberitahuku tentang kegiatannya hari ini

Aku sama sekali tidak ingin menaruh curiga pada lucas tapi hatiku terus saja gelisah. Baru sore lucas datang kerumahku membawakan ku beberapa buah kesukaan ku. Tanpa banyak basa-basi akupun segera bertanya tentang kegelisahanku pada lucas
 “lucas kenapa kau baru datang hari ini, eohhhh?” tanyaku manja pada lucas
“kemarin seharian aku ada latihan band di kampus dan tidak sempat memberitahukanmu, maaf ya, kau jangan lupa makan dan minum obat agar kau cepat sembuh” lucas mengupas apel merah untukku
“kau sepertinya berubah entah perasaanku saja atau memang ini kenyataan” aku
“kalau ada wanita lain yang lebih perhatian padaku dan aku meninggalkanmu bagaimana?” lucas mendekatkan wajahnya ke wajahku dan kita hanya berjarak kurang dari 1cm
“uummhhhhhh itu berarti aku bodoh karena Daniel tidak akan pernah jadi kenyataan untukku” tanpa aku sadari air mataku jatuh dan aku terhanyut dalam suasana ini
“jawabannya ada dua ada dan tidak akan pernah” lucas telah selesai megupas apel dan memakannya sambil menunjukkan smirk evilnya
Setelah 3 hari tidak masuk kuliah akhirnya aku kembali kuliah walau dengan kaki yang masih tergopoh-gopoh untuk berjalan. Baru saja masuk kelas suara cibiran teman-teman kelasku sudah memenuhi telingaku. Padahal mereka tau aku baru saja sembuh dari sakit, apakah ternyata sekolah korea se-jahat ini. Ingin menangis saja rasanya pagi ini
“sudah selesai mengejar oppa yang tidak pernah bisa jadi milikmu” seru seseorang dari kursi paling belakang
“sekalian saja tidak usah masuk kuliah dan urus idola kalian sampai mereka menjadi kaya dan kalian berdua menjadi miskin hahahahahaha” hampir setengah kelas menertawaiku dan yena
“kalian berhak mencibirku sepuas yang kalian mau kalian boleh mencibir idola ku tapi aku juga berhak untuk tidak mendengarkan omongan kalian” yena menggebrak meja kelas dan sukses mebuat seisi kelas terdiam dan akupun ikut kaget dibuatnya
“sudah yena sudah jangan terpancing emosi” aku mencoba menenangkan yena
“hahahaha belum saja si cantik bodoh itu diambil pacarnya oleh sejong”  tiba-tiba aku terdiam setelah mendengar kata-kata barusan dari anak paling nakal dikelas, aku langsung teringat kata-kata lucas yang kemarin dia bilang padaku. Siapa itu sejong apakah aku terlalu sibuk sampai aku sama sekali tidak tahu siapa saja teman lucas dengan siapa lucas dekat, aigooo bodohnya diriku selama ini aku hanya focus Daniel yang hanya ada dalam imajinasiku

Setelah cukup lama menjadi bucin wanna one terutama Daniel hari ini adalah hari pertama aku mengikuti fansign wanna one. Rasa senang bercampur deg-degan menjadi satu karena aku bisa melihat Daniel sedekat nadi. Oh my god apa yang harus aku lakukan agar aku bisa ternotice oleh Daniel. Tenang saja aku sudah menyiapkan budget untuk fansign kali ini. Aku akan membeli 100 buah album agar aku bisa mendapatkan tiket fansign karena ini fansign pertamaku

Berbeda dengan yang lain aku tidak memberikan kado apapun untuk Daniel melainkan aku memberikan catatan curhatku tentang hubunganku dan lucas. Karena aku bingung harus cerita kepada siapa tentang masalahku. Setelah aku membeli 100 album aku sangat takut jika aku tidak mendapatkan tiket fansign, sampai akhirnya di album ke 98 aku mendapatkan nomor cantik yang akhirnya mengantarkanku pada fansign pertama ku. Awalnya aku sudah hopeless karena nomor yang aku dapat tidak ada yang mendapatkan tiket tapi syukurlah akhirnya aku bisa bertemu dengan Daniel sedekat nadi

Walaupun aku menjadi peserta terakhir yang bisa mengikuti fansign tetapi aku sangat antusias meski wanna one sudah terlihat lelah akibat jadwal mereka yang padat. Saat ini Daniel berada di tengah tengah, waktu berbicara dengan wanna one hanya satu menit pada setiap member. Jadi aku harus memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin untuk mendapatkan notice dari Daniel. Fansign pertama dimulai dari jisung, jinyoung, daehwi, minhyun, ong dan yasshhhhh Daniel. Jujur saat ini aku hanya focus pada Daniel aku ingin Daniel bisa menjadi penyemangatku disaat aku sedang gelisah saat ini.

“hai my name is Choi Ahri from London” aku mengawali obrolanku dengan Daniel
“oohhh hai nice to meet you” Daniel memang salah satu English speaker di wanna one hahaha rasanya ingin tertawa melihat Daniel berbicara bahasa inggris
“hai Daniel aku sangat mengidolakanmu, tolong dibaca ya ini, dan tunggu chapter ke dua di fansign berikutnya” aku memberikan notes kecil yang sudah aku persiapkan dari rumah. Dan Daniel hanya memasang wajah bingung atas sikap ku tadi hahahaha

Acara fansign pun selesai aku pulang dengan hati yang sangat senang walaupun dalam lubuk hati kecilku aku masih memikirkan tentang lucas terlebih sudah satu hari full ini lucas tidak menghubungiku. Rasanya ingin aku hubungi lucas tetapi aku merasa gengsi pada diriku sendiri. Tetapi atas saran yena akhirnya aku menelpon lucas
“yeoboseo lucas” aku membuka percakapan yang sepertinya sedikit canggung malam ini. Padahal dulu kita berdua bisa telponan sampai tengah malam bahkan menjelang pagi
“yeoboseyo ahri-ah how was your day is it happy or very very happy” tanyanya dari sebrang telepon
“lucas aku rindu padamu” entah kenapa tiba-tibak mulutku berucap seperti ini
“simpan rindumu sampai kau selesai dengan Daniel dan yena ya hahahaha” lucas meledek ku dengan kata-kata yang sebenarnya akan membut fikiran ku tambah kacau
“aiiggoooo yasudah nanti aku telpon lagi ya aku sedang di perjalanan pulang bersama yena” aku menutup telpon ku

Di perjalanan pulang aku terus memikirkan lucas dan wanita bernama sejong siapa dia sampai aku bisa menemukan siapa dia baru hatiku bisa lega. Yena menyadari aku yang terus berjalan dengan tatapan kosong dan sangat berbeda dengan yena yang sangat ceria bahkan tidak ada hentinya memutar-mutar ulang video fancam dirinya yang sedang berbicara dengan ong
“yyaakkk kau kenapa diam saja dan tidak senang hari ini” tanya nya sambil memukul pundakku untuk menghancurkan lamunanku
“aku masih kefikiran tentang sejong, apa benar yang di ucap youngmin itu benar bahwa sekarang lucas sedang dekat dengan sejong” aku menghentikan langkahku yang sudah benar-benar lemas jika pada faktanya lucas benar-benar sudah jatuh cinta pada wanita lain
“baiklah besok senin kita akan cari tahu siapa itu sejong, kajaaa bus nya sudah datang” yena menarik tanganku seperti biasa
Senin ini yena janji akan menjadi detektif dadakan untuk membantuku mencari tahu siapa sejong. Yena bilang aku tidak usah ikut turun lapangan untuk mencari info, yena bilang biar dia saja yang mencari tahu dan aku tinggal terima beres. Hhmmm baiklah aku tidak pernah meragukan kemampuan si kecil centil yena. Hhuuhhhh dia sangat baik sekali padaku sampai mau membantuku menyelesaikan masalahku
“hai aerin aku butuh bantuan mu sekarang” yena datang ke kelas art 1B yaitu kelasnya lucas. Aku tidak pernah tahu bahwa yena memiliki teman selain aku dan dia berada di kelas yang berbeda
“ada apa yena tumben sekali kau kesini, apa kau ingin menawarkan slogan, atau fankit?” tanya aerin seraya menghampiri yena yang berdiri di depan pintu kelasnya
“mari kita bicara di taman” yena menarik tangan aerin, hal yang biasa ia lakukan terhadapku
“kau ada perlu apa denganku” aerin dan yena memulai pembicaraan detektif di taman belakang kampus yang sepi
“aku mau tanya apa kau kenal sejong, anak art tapi aku tidak tahu dia di kelas mana?” yena
“sejong teman sekelasku, memangnya ada apa dengan sejong” aerin yang mulai bingung dan bertanya mendalam yena
“eeoohh tidak, aku hanya ingin tahu dia itu bagaimana di kelas” yena bertanya lebih dalam lagi seperti polisi yang sedang mewawancarai seorang saksi
“sejong itu anak pintar yang mendapat beasiswa di Sunmusic University, semua anak di kelas tahu tentang kehidupannya. Dia anak broken home, ayahnya meninggalkan ibu dan kedua adiknya begitu saja dan membuat sejong hidup dengan ketertekanan. Ibunya sangat jahat padanya, dia sering datang ke kampus dengan tubuh ataupun wajah yang lebam, karena kondisi ekonomi yang sulit membuat ibunya sangat emosional dan sering memukuli sejong dan adik adiknya” cerita aerin panjang dikali lebar tentang hidup sejong
“jinjjayeo, aaiihhh aku jadi merasa kasihan pada sejong” Yena
“kau pasti mencari informasi tentang sejong untuk ahri ya?, ahri itu terlalu sibuk dengan wanna one sehingga membuat dia lupa dengan lucas” tukas aerin 
“sebenarnya ini sulit untuk ahri aku kasihan dengan dia, aku tahu betul bagaimana masa lalu nya” curhat yena kepada aerin
“sejong itu wanita yang cantik, baik dan pintar banyak laki-laki yang menyukainya, ahri harus berhati-hati dengan itu bisa saja lucas jatuh hati pada sejong” ucapan aerin membuat yena merasa ikut panik karena apa yang dibilang aerin itu bisa jadi benar
“iya aku tahu, hhuuhhh aku jadi semakin kasihan dengan ahri, sayang jika akhirnya lucas dan ahri berpisah karena aku” wajah yena terlihat sangat murung
“lucas juga laki-laki tampan banyak sekali teman sekelas maupun di luar kelas yang suka pada lucas, pasti ahri tidak tahu kan tentang hal itu, bahkan lucas memiliki secret admirer dari kelas musical 3B setiap hari lucas mendapatkan surat cinta dari secret admire-nya”  tambah aerin
“baiklah terimakasih ya atas informasinya, dan aku harap jangan beri tahu siapapun tentang pertemuan ini, bonusnya kau akan aku berikan slogan 2 pcs, byee” yena melaimbaikan tangannya pada aerin dan bergegas menuju kelas

Di kelas seperti biasa aku hanya membaca komik sambil mendengarkan music saat jam istirahat tiba, kebetulan sekali aku sedang mendengarkan lagu always wanna one. Suaraku tidak buruk jadi terkadang aku mendengarkan sambil menyanyikan kecil lagu yang sedang aku dengarkan. Tiba-tiba datang yena dengan tergesa-gesa menuju mejaku
“tidak usah lari-lari memangnya ada apa sih?” aku mencopot headset di telingaku
“kau harus tetap bersama lucas apapun yang terjadi jangan sampai ada orang lain yang masuk di hubungan kalian, aku akan merasa sangat bersalah kalau kalian berakhir” nafas yena masih tersengal-sengal akibat berlari dari halaman belakang sampai ke kelas karena jaraknya lumayan jauh
“maksudmu apa aku tidak mengerti” aku semakin bingung dengan perkataan yena, walaupun aku tahu ini pasti tentang lucas dan sejong. Akhirnya menceritakan informasi yang dia dapat dari aerin pagi ini. Aku kaget bukan main belum ada setahun aku kuliah disini sudah banyak hal terjadi padaku dan lucas, dan bodohnya aku sampai tidak tahu banyak wanita yang menginginkan ada di posisi diriku saat ini. Aku terus memaki diriku sendiri perasaan ku kacau, kalut dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Siang itu aku memutuskan untuk tidak mengikuti kelas berikutnya aku pergi mengikuti kaki ku melangkah

Aku terus berjalan dengan tatapan kosong sambil terus meratapi hubunganku dan lucas kedepannya. Aku sudah pasrah jika nanti pada akhirnya lucas akan jatuh hati pada wanita lain entah itu sejong ataupun yang lain. Aku tidak memberitahu yena kalau aku pergi dari kampus, ponsel aku matikan karena saat ini aku hanya ingin menyendiri. Kaki ku terus berjalan melewati trotoar sepanjang jalan dan berhenti di pinggir sungai han. Aku duduk di pinggir sungai han sambil sesekali melempar batu, ingin rasanya aku menangis tapi tidak bisa semua begitu sesak tertahan di dada. Tidak ada yang kulakukan disini selain hanya terdiam melempar batu sambil mendengarkan lagu-lagu wanna one

Aku duduk di tepi sungai han sampai pukul 7 malam. Setelah langit sudah mulai berubah menjadi gelap akupun pulang. Aku belum makan dari tadi pagi karena nafsu makan ku seakan hilang begitu saja. Aku lemas sekali aku berjalan pulang sendirian dengan tubuh yang gemetar. Sesampainya di busway aku nyalakan ponselku. Dan banyak sekali pesan masuk maupun panggilan tak terjawab dari yena, nenek dan tentunya lucas. Aku semakin malas mengecek isi pesan mereka

Baru aku membuka pintu rumah lucas sudah duduk di kursi tamu dan blank tiba tiba semua pandanganku gelap. Dan saat aku terbangun aku sudah ada di kamar. Aku melihat wajah lucas, nenek dan yena. Kepalaku sangat pusing sekali dan tubuhku seakan tidak memiliki tenaga untuk bangun
“ada apa ini kenapa yena ada disini?’ tanyaku sambil memastikan bahwa itu benar yena atau hanya halusinasiku saja karena kepala pusing ini
“kau tadi pingsan, sudah sekarang kau istirahat saja dulu” lucas mengelus kepalaku sambil tersenyum. Aku bahagia sekali melihat moment ini, moment dimana lucas sangat perhatian padaku
“ya ampun ahri seharian aku khawatir mencarimu” yena duduk di tepi ranjangku
“mianhe, aku tadi hanya pergi sebentar saja kok” senyumku

Karena ke-egoisanku aku jadi merasa bersalah pada nenek, nenek terlihat sangat khawatir, lucas juga menasehatiku untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi. Sepanjang hari menunggu kabarku nenek selalu mondar-mandir di depan pintu sembari lucas menunggu balasan dari ku. Sebenarnya jika aku ada masalah dengan lucas aku harusnya menyelesaikan dengan lucas bukan dengan cara seperti ini. Sampai saat ini aku masih menutupi alasanku kenapa aku pergi begitu saja tanpa kabar. Aku yakin lucas pasti tahu dari yena tentang keresahanku

Sore ini aku dan yena ada janji untuk kumpul dengan wannable di seoul. Kami membicarakan tentang project yang akan kita buat untuk wanna one. Aku dan yena pergi ke salah satu café di pusat kota seoul. Kami kumpul sampai sekitar jam 8:30 malam. Aku lewat jalan yang tidak biasanya aku lewat tapi tenang ada yena yang hafal jalanan ini. Saat melewati taman kecil aku melihat lelaki yang terlihat sepintas mirip dengan lucas dengan seorang wanita disebelahnya. Awalnya aku tidak mau berburuk sangka bahwa itu adalah lucas dan sejong. Tapi karena rasa penasaranku yang tinggi akupun mendekati pasangan itu

Dan benar saja feeling ku itu adalah lucas dengan sejong. Aku melihat lucas sedang mengompres sejong di bagian sudut bibir kanan. Aku tidak tahu lagi harus apa saat itu aku hanya diam di tempat sambil berkata lirih
“lucas” ucapku dengan sangat lirih
“eeoohhhhh ahri” lucas terkejut melihat aku berada di belakangnya
Tanpa bicara lagi aku langsung lari melewati yena sambil menangis. Akhirnya aku melihat sendiri lucas dengan sejong dan ini pertama kali aku melihat wajah sejong. Aku sadar kalau lucas jatuh hati pada sejong karena aku tidak ada apa apanya di banding sejong. Aku mrasa sangat buruk saat itu, aku yang selama ini merasa lucas tidak akan pernah berpaling dariku ternyata salah besar. Aku terlalu terbuai dengan kehidupanku sehingga aku lupa bahwa harus ada yang aku jaga. Karena aku sangat mencintai lucas aku begitu sangat terpukul melihat kejadian ini.

Beberapa hari ini aku sengaja tidak ingin bertemu lucas dulu, tujuannya agar pertengkaran tidak semakin memperkeruh keadaan. Aku mengirim pesan terakhir pada lucas untuk jangan temui aku dulu sampai aku siap. Ya siap dalam arti kata aku siap untuk mendengar lucas ingin putus denganku lalu berpacaran dengan sejong. Sudah 3 hari ini aku terus murung, aku selalu datang ke kelas tepat waktu tidak seperti dulu setengah jam sebelum kelas dimulai aku sudah ada di kelas menggosip tentang wanna one dengan yena. Dan setiap pulang aku juga langsung pulang kerumah. Setiap yena mengajakku jalan aku selalu menolaknya. Sampai yena bingung karena melihat sikapku yang berubah 360 derajat

Yena memang paling tahu cara ampuh untuk membuatku tersenyum kembali. Yena mengajakku datang ke fansign wanna one yang di adakan oleh salah satu makanan fast food di korea. Yena memberitahu ku tentang rules untuk mendapatkan tiket fansign. Aku sedikit senang karena aku akan bertemu wanna one walapun dengan hati yang sedang kalut.

Karena yena ingin masalahku dengan lucas selesai, yena membantuku untuk mendapatkan informasi tentang kejadian malam itu pada sejong. Sebelumnya yena sudah meminta nomor ponsel sejong pada aerin dan mereka berdua pun sudah janjian untuk bertemu di ruang music.
“hai aku yena temannya ahri” yena mengajak berjabat tangan dengan sejong
“hai aku sejong” sejong membalas jabat tangan yena dengan sangat sopan dan pemalu
“sebenarnya pertemuan ini hanya bermaksud untuk mendapatkan klarifikasi darimu tentang kejadian malam itu, kau paham kan” yena
“iya aku sudah tahu cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Sejujurnya malam itu ibuku sedang kacau, usaha ibuku hampir mengalami kebangkrutan dan malam itu aku meminta uang untuk membeli alat alat lukis untuk ujian. Tapi karena ibuku yang temperamental akhirnya aku dipukuli habis-habisan oleh ibuku. Aku hanya bisa meminta tolong pada adik ku yang kecil untuk menelpon siapapun yang ada di panggilan terakhir ku. Dan akhirnya adikku menelpon lucas karena saat jam istirahat aku sempat menelepon lucas untuk datang keruang dosen karena dosenku ingin bertemu dengan lucas jadi lucas lah yang ada di daftar panggilan terakhir di ponselku” ujar sejong dengan wajah yang menunduk
“uummhhh aku minta maaf ya” yena menjadi merasa bersalah pada sejong karena pernyataan sejong barusan
“terserah kau dan ahri mau percaya atau tidak, tolong sampaikan maaf ku untuk ahri. Aku tahu lucas dan ahri sudah berpacaran sejak mereka masih di London. Semua orang tahu kalau lucas sudah punya pacar dan mereka juga tahu kalau pacarnya adalah salah satu fansite terkenal di korea. Lucas sangat mencintai ahri jadi sangat mustahil jika lucas akan berpaling darinya. Aku memang menyukai lucas tapi aku sadar kalau cinta lucas pada ahri jauh lebih besar daripada cintaku untuk lucas” sejong
“terimakasih ya atas waktumu sudah mau memberikan klarifikasi ini padaku, aku tidak bisa melihat ahri terus-terusan murung jadi aku ingin masalah ini cepat selesai, sekali lagi aku minta maaf jika perkataan ku tadi menyinggung atau membuatmu sedih” yena pun meninggalkan sejong dan pergi ke kelas untuk mencari lucas. Tampaknya usaha yena tidak berhenti sampai disini saja
“aerin apa kau melihat lucas?” yena menyapa aerin yang sedang berada di depan kelas sambil bersenda gurau dengan teman kelasnya
“eoohh yena, ummhhh sepertinya tadi lucas sedang berada di ruang seminar, lucas sedang latihan untuk ujian besok” jawab aerin
“baiklah aku segera kesana terimakasih atas informasinya” yena melambaikan tangan dan berlalu meninggalkan aerin. Setelah mendapat informasi yena langsung pergi menuju ruang seminar
“hello permisi, lucas-si aku ingin bicara sebentar padamu” kepala yena mengintip sedikit dari pintu luar ruang seminar
“eohhh baiklah, aku keluar sebentar ya” ucap lucas pada teman-teman nya
“kapan kau akan berbicara dengan ahri sepertinya semakin hari ahri semakin kacau, dia selalu datang telat dan pulang lebih dulu, aku kasihan melihatnya, dia juga jarang sekali makan. Sampai ketika aku beritahu tentang fansign wanna one saja ahri tidak se antusias biasanya” yena mengajak lucas mengobrol di kursi depan ruang seminar
“sebenarnya aku ingin sekali berbicara dengan ahri karena aku ingin menjelaskan semuanya, ahri pasti salah paham dengan ku. Aku tau aku salah tapi setidaknya ahri tau kebenarannya. Ahri bilang jangan temui dia sampai dia siap bertemu denganku. Aku percaya padamu tolong buat ahri tersenyum dulu ya, bawa ahri temui Daniel dengan begitu ahri akan sedikit lebih bahagia” Lucas
“aku sudah tahu semuanya dari sejong, tujuanku kesini hanya untuk menanyakan hal ini padamu. Aku harap kalian cepat segera baikan ya. Aku akan merasa bersalah jika kalian sampai putus” yena menundukkan kepalanya karena sangat merasa bersalah
“iya terimakasih ya yena kau sudah mau membantu ahri untuk segera menyelesaikan masalahnya. Bilang padanya kalau aku sangat mencintainya no matter what happen” lucas tersenyum
Setelah pertemuan singkat yena dengan lucas dan sejong. Yena mengajakku untuk bertemu wanna one secara dekat untuk yang kedua kalinya. Perbedaannya adalah aku tidak se antusias seperti sebelumnya aku tidak berharap lebih kali ini. Karena memang aku juga masih terus kefikiran tentang masalahku. Tapi yena selalu bilang untuk aku melupakan sejenak masalahku dan enjoy hari ini. Tidak lupa aku menyiapkan notes kecil yang berisi curhatanku part 2 untuk Daniel. Entah dibaca atau tidak yang pasti aku ingin memberikan ini pada Daniel.

Seperti dewi fortuna hari ini aku beruntung mendapatkan tiket untuk fansign lagi. Aku cukup senang dan tidak sabar untuk memberikan ini untuk Daniel. Berbeda dengan sebelumnya kali ini aku menjadi 5 dari urutan pertama. Jadi waktu untuk berbicara dengan Daniel tidaklah lama. Satu persatu member wanna one aku datangi. Kali ini aku bukan meminta tanda tangan lagi pada mereka. Melainkan aku ingin sekali memegang tangan semua member wanna one. Pada saat aku memegang tangan daehwi tba-tiba aku menangis padahal aku belum sampai di meja Daniel
“uljimaa, kenapa kau menangis eoh” tanya daehwi lembut padaku
“aniiyoooo aku hanya sedang ada sedikit masalah entah kenapa ketika aku melihatmu aku jadi menangis” aku menyeka air mataku sambil tertawa
“jangan menangis kau pasti bisa melewati semua ini, kami semua wanna one sangat menyanyangimu” ucap daewi sambil menggenggam erat tanganku. Setelah daehwi aku pindah ke meja minhyun. Dan ketika aku sampai di depan minhyun aku bertanya sesuatu padanya
“jika tidak ada orang lain di dunia ini yang mau menemaniku apakah kau mau menemaniku?” tanyaku pada minhyun
“saat kau merasa semua orang menjauhimu ingatlah ada aku dan wanna one yang akan selalu bersamamu” minhyun tersenyum sambil menatap dalam wajahku. Aku merasa sangat terharu mendengar jawaban dari minhyun. Setelah melewati beberapa member wanna one akupun sampai tepat di depan Daniel. Baru saja aku duduk di depan Daniel, ia langsung mengucap kalimat
“mana part 2-nya aku sangat menunggu” Daniel tersenyum manis padaku dan seketika membuat jantung ku terasa ingin copot mendengar Daniel berbicara seperti itu
“aigooo kau membacanya aku fikir kau terima lalu langsung kau buang hahahaha, ini kelanjutan dari part 1” aku tertawa seraya memberikan notes yang sudah aku siapkan. Aku melihat Daniel menulis sesuatu di kertas lalu memberikannya padaku “aku boleh meminta nomor ponselmu?, tapi berikan aku di fansign ketiga” tulis Daniel
“aku mungkin akan pindah ke London, jika aku tidak datang berarti aku sudah di London, see u when I see u” ucapku lalu meninggalkan Daniel dan pindah ke meja sungwoon. Di meja sungwoon aku ingin sungwoon berjanji padaku dan sungwoon sebagai perwakilan dari wanna one
“maukah kau berjanji sesuatu padaku?” tanyaku
“hhmm boleh kau ingin aku berjanji apa?” tanya nya sambil kedua tangannya menyangga wajah kecilnya
“if you promise to stay I promise to never leave, cukup ucapkan itu saja” kelingking ku mengajak sungwoon untuk berjanji
“okee okee if you promise to stay I promise to never leave” sungwoon membalas janji kelingking ku yang pertanda sudah ada perjanjian antara aku dan wanna one hahahaha

Hari ini aku sangat senang aku benar-benar melupakan sejenak tentang masalahku. Aku masih tidak menyangka Daniel bisa memperhatikanku dan yang paling aneh adalah Daniel meminta nomor ponselku. Aku belum cerita kejadian yang tadi aku alami selama fansign terutama tentang Daniel pada yena, aku hanya bercerita tentang janjiku pada sungwoon dan percakapanku dengan minhyun. Aku tidak mau ada orang lain yang tahu kalau idol sekelas Daniel sangat penasaran dengan kisah cintaku si anak wannable yang biasa saja dengan pria idola siswa kampus

Sudah hampir satu minggu aku tidak mengirim kabar ataupun bertemu dengan lucas. Tapi rasanya jika seperti ini terus hubunganku dengan lucas semakin tidak jelas. Akhirnya aku putuskan untuk bertemu dengan lucas. Aku bertemu dengan lucas di sebuah café fine dining di daerah seoul. Ini sekaligus memperingati hari anniversary ku dengan lucas yang ke 4 tahun. Sebenarnya yang merencanakan ini semua adalah yena, aku tidak enak jika harus menolak ini. Aku harap akan ada hal baik untuk hubunganku dan lucas. Kami janjian pukul 7 malam. Aku sampai sekitar pukul 6:45 dan ternyata lucas sudah duduk di meja yang sudah di pesan oleh yena

“sudah menunggu lama ya” ucapku canggung karena melihat lucas yang begitu tampan malam ini dengan kemeja putih dan jas hitam membalut tubuh tingginya. Aku merasa sangat biasa saja saat ini, aku merasa kalah cantik jika aku membayangkan wajah sejong
“ummhhh tidak, kau cantik malam ini” puji lucas sambil menatapku tersenyum. Aku tidak memakai baju yang cukup formal malam ini. Aku hanya menggunakan dress putih dengan heels berwarna senada. Dan rambutku ku biarkan menjuntai
“gumawo” lucas menarik satu bangku untuk ku duduk
“maafkan aku ya soal kejadian malam itu, sebenarnya aku hanya ingin menyelamatkan sejong dan maaf kalau kau jadi salah paham dengan semuanya. I will love you no matter what happen ahri” lucas menggenggam kedua tanganku dan menatapku dalam
“iya lucas aku juga minta maaf sudah seminggu ini aku tidak ada kabar, karena jujur perasaan ku sangat kacau kemarin. Dan sepertinya aku akan kembali ke London untuk melanjutkan sekolah disana” ucapku sedih
“apaaahhh kau ingin kembali ke London setelah apa yang kau dapat disini kau ingin pindah lagi ke London” terlihat mata lucas yang sudah berkaca-kaca mendengar perkataan ku
“aku merasa semakin tidak pantas untukmu, aku melihat kau bahagia dengan sejong. Aku merasa belum bisa jadi yang terbaik untuk mu lucas. Selama ini aku hanya menyusahkanmu saja” aku menangis kala itu karena aku benar-benar merasa down
“tidak ahri aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku janji aku akan menjauhi sejong. Jika kau pergi ke London lagu bagaimana dengan hubungan kita” lucas semakin terlihat sedih ketika melihatku menangis
“lupakan aku, kau bisa bahagia dengan wanita yang lebih bisa menghargaimu” aku tak kuasa menahan tangis dan pergi meninggalkan lucas begitu saja. Lucas berusaha mengejarku tapi aku bersembunyi di semak-semak dan menangis di pinggir danau dekat café

Aku meluapkan seluruh tangisanku di tepi danau. Saat itu aku hanya berharap lucas tidak berusaha mencariku karena aku benar-benar ingin menangis sendiri. Aku sadar selama ini aku bukanlah orang yang tepat untuk lucas. Bahkan aku sangat tidak ingin jika lucas ikut ke korea, aku selalu egois, dan ketika aku melihat sejong yang begitu menyayangi lucas aku jadi semakin tidak berarti. Lucas pantas mendapatkan wanita seperti sejong. Aku masih belum bisa terima kenyataan bahwa lucas bukan lagi milikku. Perjalanan 4 tahun yang aku lalui dengan lucas berakhir sia-sia begitu saja

Rasanya aku harus benar-benar memutuskan apakah aku akan tetap tinggal di korea atau kembali ke London. Tapi aku malu jika aku harus kembali lagi ke London. Aku harus kuat aku harus bisa melewati semua ini. Jangan hanya karena masalah ini aku jadi menyerah, aku harus ingat tujuan ku datang ke korea, yaitu aku ingin menjadi produser lagu.

Mulai hari ini hariku terasa berbeda, aku rasa seluruh siswa kampus tahu kalau aku sudah tidak ada hubungan dengan lucas. Baru saja masuk kelas suara riuh nak-anak membuatku malas. Tapi tunggu ada sebuah surat dan bunga di meja ku. Dari siapa ini, apa aku punya secrert admirer, atau ini hanya kerjaan yena. Akupun membuka surat itu karena aku ingin tahu dari siapa surat itu

“Dear Ahri,
I love you more than word


                                                                                Love
                                                                                Yours


Sepertinya ini tulisan lucas, aku yakin ini tulisan tangan lucas. Lucas masih belum bisa terima kenyataan ini sepertinya. Dia tidak berubah sedikitpun, dia masih memperlakukanku sama seperti dulu. Mengirim surat dan bunga di saat aku sedang marah besar padanya. Sejak saat itu setiap hari aku selalu mendapat surat dan Bungan dari lucas. Walaupun lucas tidak mau jujur pada yena saat ditanya tapi aku sangat yakin bahwa itu semua dari lucas.

Saat sedang membaca webtoon di ponselku, tiba-tiba ada notification bahwa wanna one akan menjadi tamu di kyunghee university. Acara ini hanya khusus untuk mahasiswa kyunghee jadi aku abaikan saja notifikasi tersebut dengan menslide clear. Tapi ya seperti biasa yena selalu memberitahuku tentang acara ini dan mengajakku untuk mencari tiketnya. Padahal sudah jelas sekali acara ini ada di kyunghee dan hanya untuk mahasiswa kyunghee, aku kadang bingung dengan jalan fikiran yena

“ahri kita harus bertemu wanna one, kau bisa bayangkan hanya ada sekitar 50 orang mahasiswa yang beruntung yang bisa mengikuti acara ini, acara ini lebih dari sekedar fansign biasa, kita bisa lebih banyak mengobrol” ucap yena yang sangat antusias
“sepertinya kau sangat paham dengan rundown acaranya, ngomong-ngomong kau dapat info dari siapa?” goda ku sambil mencolek pinggang yena
“aiihhh jelas, kau tahu kan ayahku dosen di kyunghee hehehe” yena tertawa
“hhmm pantas saja, oiya sebenarnya ada yang belum aku ceritakan padamu yena. Jadi kemarin saat fansign ternyata Daniel itu memperhatikanku, kau ingat kan tentang curhatanku yang aku berikan ke danie?” tanyaku dan yena hanya mengangguk sambil mengunyah permen karet di mulutnya
“uummhhh iya” yena mengangguk
“daniel meminta part ke 2 dari curhatanku itu dan karena aku sudah menyiapkannya ya aku berikan saja. Dan kau tahu yena Daniel meminta nomor ponselku” aku
“yyaakkkk jinjayeo, kau serius kau tidak sedang berbohong kan” yena terbelalak kaget mendengar ceritaku sampai sampai yena bangun dari duduknya
“iya aku akan memberikan nomor ponselku di fansign berikutnya. Aku sempat bilang pada Daniel kalau aku akan pindah ke London, jadi jika aku tidak datang maka Daniel menganggap aku sudah berada di London” sebenarnya sedih sih kalau aku masih harus menunggu fansign berikutnya
“oke kalau begitu kau harus datang ke acara kyunghee, tenang saja ayahku dapat satu tiket untuk bisa masuk ke acara itu, dan kau harus pergi kesana ya” senyum yena sangat tulus yang rela memberikan tiket hanya untukku
“aniyoooo tidak itu kan milikmu jadi aku tidak mau, biarkan aku menunggu sampai fansign beikutnya ya” aku menolak tawaran yena yang begitu baik
“tidak ahri kau harus tetap datang, kalau tidak nanti Daniel mengira kau sudah ada di London” yena mencoba meyakinkan ku

Setelah perdebatan yang cukup panjang aku dan yena pergi ke kyunghee university. Tidak terlalu banyak fansite disini mungkin karena acara nya tertutup. Aku dan yena bisa dengan mudah masuk ke sini karena yena membawa id card ayahnya yang seorang dosen sedangkan aku membawa tiket masuknya. Awalnya aku tidak yakin akan masuk ke ruangan tersebut tapi yena selalu mengatakan dirinya tidak apa tidak bertemu ong kali ini.

“yena apa kau yakin ingin memberikan tiket ini padaku” tanyaku dengan wajah yang murung
“iya ahri masuklah, jadikan Daniel itu nyata untukmu. Dan berhenti berfikir Daniel hanyalah imajinasimu. Sekarang one step closer kau bisa dekat dengan Daniel” yena memegang pundakku dengan ke dua tangannya
“ttaappiii, sampai kapanpun Daniel itu hanya imajinasiku dan tidak akan pernah menjadi nyata” aku sedih melihat pengorbanan yena yang begitu besar padaku, padahal kita baru kenal saat aku masuk kuliah
“sekarang masuklah acara sudah dimulai, nanti kau terlambat” yena memutar badanku dan mendorong aku untuk segera masuk ke ruangan

Dengan bercampur rasa sedih dan bahagia aku pun masuk ke ruang aula tempat dimana diadakan acara tersebut. Sebenarnya inti dari acara ini adalah untuk sharing antara wanna one dan mahasiswa kyunghee. Karena kyunghee juga salah satu univeristas music di korea jadi kyunghee mengundang wanna one sebagai bintang tamu mereka. Saat aku masuk semua orang sudah duduk rapi di bangku yang telah di sediakan. Suasana saat itu sedang kondusif dan tenang, ketika aku membuka pintu 12 orang yang ada  di stage, hanya Daniel yang melihat siapakah orang pertama dari yang terakhir yang masuk. Karena memang hanya ada sisa dua bangku di paling belakang

Aku tidak pernah membayangkan Daniel akan tersenyum saat melihatku datang walaupun dari kejauhan. Senyumnya seakan berbicara padaku dan ingin menagih janji yang aku ucap saat pertemuan terakhir kita. Dalam hati aku hanya berusah untuk tenang dan jangan berbesar hati. Selang 15 menit aku masuk aku kaget melihat yena masuk dan duduk di sebelahku. Aku sempat heboh tapi di tahan oleh yena karena pasti akan menimbulkan perhatian dari seluruh orang di ruangan ini

Setelah acara selesai pembawa acara berkata bahwa kita akan mengadakan sesi foto bersama wanna one. Karena jumlah penonton 50 orang maka akan di bagi 5 kali sesi foto sesuai urutan duduk. Karena aku duduk di bangku paling terakhir

“yena bagaimana caranya aku bisa memberikan nomor ponselku pada Daniel” tanyaku bingung pada yena karena ini bukanlah event fansign dimana kita bisa berhadapan langsung dengan wanna one
“tulis nomor mu disini dan berikan pada saat kau berjabat tangan dengannya” yena memberiku pulpen dan secarik kertas untuk menulis nomor ponselku disana
“waaahhh terimakasih yena, kau benar-benar ajaib” aku menulis nomor ponselku dan menggulung kertasnya menjadi kecil. Setelah 40 orang sudah berfoto bersama wanna one sekarang giliran 10 orang terakhir termasuk aku dan yena. Selesai foto aku meminta kepada mc untuk bersalaman dengan Daniel guna memudahkan ku memberikan nomor ponselku pada Daniel
“permisi pak bolehkah aku bersalaman dengan Daniel, ini pertama kalinya aku bertemu dengan kang Daniel” tanyaku pada seorang paruh baya yang menjadi pembawa acara hari ini
“ohiya jika Daniel mau silahkan” lelaki itu memberika kode kepada Daniel dan dibalas anggukan kepala oleh Daniel dan mengisyaratkan “IYA”
“it’s yours Daniel” aku menjabat tangan Daniel sambil memberikan kertas yang berisi nomor ponselku dan Daniel hanya tersenyum kikuk karena malu dan takut ketahuan oleh member lain apalagi managernya hahahahahahaha

Aku tidak tahu apa motif Daniel meminta nomor ponselku, entah hanya untuk iseng atau sekedar memberikan harapan palsu atau memang benar Daniel ingin mengenalku. Tapi setidaknya aku senang hari ini, aku selalu menanamkan mindset aku tidak boleh menunggu pesan atau telpon dari Daniel anggap saja yang kemarin hanya halusinasiku saja.

Sudah seminggu tidak ada pesan, ataupun telpon dari nomor yang tidak aku kenal. Berarti benar dugaanku kalau Daniel meminta nomor ponselku hanya untuk main-main saja. Dan aku saja yang berharap terlalu tinggi, padahal masih banyak wanita cantik sesama idol maupun fans Daniel yang lebih cantik dariku masa iya Daniel lebih memilih aku. Dasar khayalan babu kau ahri, ingat Daniel itu hanya imajinasimu yang tidak akan pernah menjadi nyata untukmu

Malam ini seperti biasa aku membaca komik sambil mendengarkan lagu di ponselku, tidak lupa permen lollipop memenuhi mulutku. Ini adalah hal sederhana yang bisa membuatku nyaman, tidak perlu keluar rumah untuk shopping untuk membuatku bahagia. Cukup dengan membaca komik seharian atau marathon film horror seharian. Saat sedang membaca di pertengahan tiba-tiba ponselku berdering panggilan masuk video call dari nomor yang tidak aku kenal. Aku fikir ini yena karena yena juga sesekali menelponku dari nomor ibunya, ayahnya, adiknya bahkan yena pernah menelpon ku dari nomor tetangganya. Aaiisshhh memang anak itu yang terbaik. Setelah aku angkat wajah si penelepon tidak langsung terlihat karena masih menyesuaikan dengan sinyal. Awalnya aku takut karena ketika aku ucap halo belum terlihat wajah si penelepon
“ummhh hai” terlihat wajah Daniel yang terlihat seperti bangun tidur dengan rambut yang messy dan tersenyum kepadku lewat video call
“yyaakkkk” aku terbelalak kaget dan reflek melempar ponselku kedepan
“ahri apa kau baik baik saja” suara Daniel masih terdengar karena headset masih terpasang di telingaku
“ya aku baik-baik saja”aku mengambil ponselku kembali dan make sure bahwa apa yang aku lihat itu benar dan bukan hanya mimpi
“aaiisshhh syukurlah aku fikir kau kenapa sampai melempar ponselmu seperti itu” Daniel tertawa meledek ku yang barusan kaget mendapat video call masuk darinya
“eeemmmm ada apa kau menelpon ku malam-malam, memangnya kau tidak takut ketauan member lain atau manager mu ya” tanyaku gugup karena melihat Daniel yang hanya menggunakan sleeve less dan bisa dibayangkan otot-otot kekar tanganya terlihat jelas saat ini
“lihat sekarang sudah jam berapa kenapa kau masih terbangun, tenang saja teman-teman ku sudah tidur dan sekarang aku di loteng” setelah Daniel bilang seperti itu aku langsung melihat jam di ponselku yang sudah menunjukkan pukul 13:45 tengah malam
“iisshhh kebiasaan jika aku sudah membaca komik pasti akan lupa waktu” aku memaki diriku sendiri dan di balas tawaan oleh Daniel, ternyata memang benar kalau Daniei itu anaknya mudah sekali tertawa karena selera humornya yang sangat bobrok
“aku sengaja menelponmu tengah malam ingin memastikan bahwa tidak ada orang lain yang mengetahui kencan butaku malam ini dengan mu“  Daniel mengacak-acak rambutnya yang sudah sangat berantakan. Oh god ini benar-benar membuatku sulit bernafas
“uummhhh aku bingung ingin bicara apa yang pasti aku sangat kaget melihatmu menelpon ku tengah malam seperti ini” sudah beberapa kali bicara aku masih saja gugup
“oiya perempuan tidak bagus tidur terlalu malam bahkan menjelang pagi seperti ini, sebenarnya aku ingin mengajamu pergi besok malam, karena besok aku libur” ucapan Daniel barusan membuat jantungku serasa berhenti sejenak
“aaappppaaaaa?, are you crazy niel?” tanyaku bingung
“iya aku serius tenang saja ini aman kok, aku juga manusia biasa seperti dirimu, kita bertemu di tepi sungai HAN jam 8:30 malam ya, see u” Daniel memberikan finger heart lalu menutup video call. Sedangkan aku disini masih terdiam sambil mulutku menganga karena melihat fanservice Daniel barusan. Karena besok aku ada janji dengan Daniel jadi aku harus pastikan tidur yang cukup agar aku tidak terlihat seperti zombie saat “kencan buta” pertama ku dengan Daniel. Yaaahhh anggap saja aku menang satu undian dan di perbolehkan untuk kencan sehari bersama Daniel besok xixixixixixi

Akan aku pastikan aku tampil cantik dan menarik hari ini. Aku tidak memakai dress seperti ingin dinner tapi aku memakai jumpsuit jeans celana pendek dengan Sabrina top untuk baju dasarnya. Rambut aku biarkan terurai dan aku sedikit curly di bagian bawah. Sepatu kets berwarna putih menutupi kaki mungilku. Tidak lupa aku memakai lotion dan parfum terbaikku. Aku dan Daniel janjian di tepi sungai HAN pukul 8:30 malam. Aku sudah sampai sejak pukul 8 malam. Aku menunggu Daniel di kursi tepat di dekat bibir sungai HAN. Tak berapa lama datang seorang laki-laki memakai hoodie lengkap dengan penutup kepalanya, masker hitam menutupi sebagaian wajahnya menghampiriku
“sudah menunggu lama” tanya nya lalu duduk di kursi sebelahku
“nugu ya?” aku menoleh melihat siapa lelaki yang duduk disampingku
“all I wanna do anyeonghaseyo kang Daniel center imnida” Daniel memperkenalkan dirinya seperti dia sedang berada di suatu acara di televisi dan membuatku tertawa
“yyaakkkk lalu selanjutnya kita mau kemana?, apa kau yakin tidak ada dispatch yang mengikutimu saat keluar dorm” hal seperti ini adalah hal basic yang harus ditanyakan saat kita pergi berkencan dengan seorang idol
“tenang saja kau tidak perlu khawatir, ayo kita pergi” Daniel menarik tanganku dan mengajaku jalan yang entahlah kemana
“kita mau kemana, kau harus pastikan tidak ada fans mu yang melihat kejadian ini ya” sejujurnya aku masih takut dan was was karena jika sampai ada orang lain yang tahu ini bisa berakibat fatal untuk karir Daniel dan juga untuk ku
“aku akan membawamu ke sebuah tempat makan yang tidak ada orang yang tau, lokasinya tidak jauh dari sini, kau harus kuat berjalan ya” Daniel mengajakku berjalanke tempat yang semakin lama semakin sempit. Bahkan ini terasa asing bagiku. Aku heran kenapa Daniel yang seorang idol dengan aktifitas yang padat tahu jalanan sempit dan setapak ini. Sedangkan aku yang kebanyakan hanya di rumah malah tidak tahu tentang jalanan ini. Aku dan Daniel terus menyusuri jalan yang benar-benar sempit dan hanya bisa dilalui oleh 2 orang saja. Ini tengah malam tiba-tiba fikiranku berubah menjadi sangat buruk aku takut di jebak oleh Daniel.  Fikiran itu terus terbayang difikiranku, seperti pembunuhan, penculikan atau pemerkosaan. Aku takut kalau aku di perkosa lalu di bunuh dan di mutilasi. Tapi sangat tidak mungkin jika Daniel melakukan itu padaku
“Daniel tunggu sebenarnya kita mau kemana?” aku menghentikan langkahku yang otomatis membuat Daniel ikut berhenti karena Daniel memegang tanganku sedari tadi
“sudah ikut saja, tenang aku tidak akan berbuat hal aneh padamu, percaya aku ini kan center korea masa aku tega berbuat hal jahat kepadamu” aiihh Daniel membual padaku. Aku dan Daniel pun melanjutkan perjalanan kami yang sempat terhenti. Sekitar 15 menit kami berjalan akhirnya aku dan Daniel sampai di sebuah taman yang sangat luas, mungkin mirip seperti hutan mini. Disana ada sebuah food truck dengan mobil vintage yang menjual makanan ringan, minuman dan soju. Aku bingung bagaimana caranya mobil ini bisa masuk ke tempat seperti ini. Aku rasa mobil ini sudah ada sebelum kawasan ini menjadi padat karena terlihat dari bentuknya yang sudah sangat usang
“ahjusi aku pesan soju satu dan hot coklat satu ya” Daniel memesan minuman pada seorang lelaki yang berada di balik makanan-makanan yang ia jual
“kau tau tempat ini dari mana?” aku masih bingung memandangi sekitarku
“dulu sebelum aku menajdi idol dan saat aku pertama kali ke seoul, aku sering kesini bersama jisung hyung. Saat itu aku masih menjadi seorang trainee, jisung hyung yang memberitahuku tentang tempat ini, eoohh terimaksih ahjusi” Daniel memegang 2 gelas yang berisi soju dan hot coklat
“waaahhh tempat ini menakjubkan” aku masih terus memuja tempat yang sama sekali aku bingung kenapa ada tempat seperti ini di tengah kota seoul
“sudah diminum dulu coklatnya nanti keburu dingin” Daniel memberikan hot coklat itu padaku
“gumawo, oh iya sebenarnya apa tujuan utama mu meminta nomor ponselku, aku harap kau berkata jujur ya” aku menyeruput hot coklat yang hampir mau dingin karena cuaca cukup berangin
“sejak pertemuan pertama kita kau menarik perhatianku dengan ceritamu itu, sebenarnya aku ingin tahu tentang kelanjutan hubunganmu dengan pacarmu, lucas, benar kan nama pacarmu lucas?” Daniel bertanya sambil memandangku dari arah samping
“iya benar namanya lucas, ternyata kau ingat ya tentang ceritaku, tapi aku sudah tidak ada hubungan dengannya, entahlah tapi setiap hari lucas selalu mengirimkan bunga sebagai permintaan maaf padaku” Daniel mengingatkanku pada kejadian itu lagi padahal aku ingin kita membahas yang lain
“kenapa kau putus, apa wanita yang kau ceritakan di part 2 itu merebut lucas darimu?” Daniel terlihat semakin penasaran dengan kisah cintaku yang rumit ini
“mmhhh bukan tapi aku yang memilih untuk mundur karena merasa tidak pantas untuk laki-laki sebaik lucas” jawabku dengan lemas karena sedih mengingat lucas kembali
“ummhh maafkan aku ya ahri sudah membuatmu sedih, tunggu aku 9 tahun lagi ya” goda Daniel mencolek pinggang ku dan membuat kami bercanda tawa. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Aku yakin pasti nenek akan marah padaku tapi tak apalah yang penting hari ini aku bahagia bisa melakukan kencan buta dengan Daniel. Daniel mengantarku sampai ke depan rumah nenek, aku yakin sudah se larut ini pasti tetangga-tetangga sudah tidur dan tidak ada yang curiga padaku.

Pagi ini aku datang ke kampus sedikit lebih awal seperti saat pertama kali baru masuk kuliah aku selalu datang awal bahkan 30 menit sebelum jam pertama mulai. Seperti biasa jika yena memiliki gossip baru dia pasti akan datang tergesa-gesa sambil berlari menuju kelas
“yyaaakkkk ahri jujur padaku, kau semalam pergi dengan siapa, ada salah satu anak di kampus yang bilang kalau kau semalam sedang kencan buta dengan laki-laki mirip kang Daniel” yena yang baru datang langsung mengintrogasiku dengan tatapan tajam
“siapa yang bilang seperti itu” tanya ku santai untuk mengurangi kecurigaan anak-anak sekelasku yang mencoba menguping pembicaraanku dengan yena
“kau lupa ya aerin itu kan rumahnya dekat dengan rumah nenekmu, tentu aerin sangat hapal dengan postur tubuh member wanna one” astaga aku lupa kalau aku memiliki tetangga yang juga satu kampus dengan ku yaitu aerin. Ya aerin teman sekelas lucas yang aku kenal sejak yena mencari informasi tentang lucas pada aerin
“akan ku ceritakan nanti dan tolong sekarang kau diam jangan bertanya apapun nanti orang lain akan curiga” aku berbisik pada yena
Pada jam istirahat aku pun bercerita pada yena tentang kencan buta ku semalam dengan Daniel. Berkali-kali aku mengehentikan yena yang sangat antusias mendengar ceritaku. Karena beberapa kali ekspresi yena sempat membuat orang di kantin menatap kami aneh. Hanya yena yang tau tentang kejadian ini aku harap aerin tidak akan mencaritahu lebih tentang apa yang dia lihat semalam
Siang ini Daniel kembali menghubungi ku lewat pesan telepon. Ya aku tahu pasti jika dia menghubungiku lewat aplikasi pesan online pasti akan mudah di ketahui oleh orang lain
Daniel   : hai ahri doakan aku ya, hari ini wanna one akan terbang ke singapur untuk hallyu pop fest
Ahri       : Daniel take care of your health ya, aku baca berita kau sedang tidak fit akhir-akhir ini
Daniel  : ahhh aku tidak apa kau tidak perlu khawatir, aku janji sepulang dari sini aku akan bawakanmu coklat, byeee sampai ketemu nanti

                Jujur aku sangat khawatir pada kondisi Daniel dan member wanna one saat ini. Mereka memiliki jadwal yang sangat padat sehingga membuat mereka kelelahan bekerja. Aku melihat beberapa informasi di online membuatku khawatir tentang keadaan mereka. Aku harap mereka tetap baik baik saja dan mendapat istirahat yang cukup

                Saat dekat dengan Daniel aku sama sekali tidak merasa hal yang special justru aku selalu gelisah saat Daniel menghubungiku. Karena aku tau Daniel itu milik korea bisa habis dihujat aku jika ketahuan dekat dengan Daniel. Aku selalu menganggap Daniel bukan kenyataan untukku. Sebenarnya aku masih mengharapkan lucas untuk bisa kembali padaku, tapi aku yakin lucas sudah bahagia bersama sejong. Sejak pertemuan terakhirku dengan lucas aku tidak pernah berkomunikasi lagi, tetapi lucas selalu berusaha menanyakan kabar ku lewat nenek ataupun yena. Aku tahu itu semua tapi aku pura-pura tidak mau tahu lagi tentang keadaan lucas

                Setidaknya satu minggu dua kali Daniel selalu mengirimkan ku pesan di tengah-tengah kesibukannya. Setelah Daniel pulang dari singapur aku mendapat informasi dari salah satu teman fansite ku bahwa Daniel sakit. Lantas berita tersebut membuatku sangat khawatir di tambah yena juga cerita kalau ong sedang flu. Aku segera mengirim pesan pada Daniel tapi tidak di balas. Kelemahan pesan ponsel adalah kita tidak bisa melihat apakah pesan kita sudah di baca atau belum. 2 hari kemudian aku mendapat pesan dari Daniel
Daniel   : ahri kita bertemu di tempat kemarin ya jam 7 malam aku punya sesuatu untukmu
Ahri       : jika kau masih sakit aku tidak ingin bertemu *emot pout
Daniel   : jangan khawatir, ayo kita bertemu

                Aku ragu untuk pertemuanku malam ini dengan Daniel, tapi kalau Daniel benar ke sana aku semakin tidak enak. Apalagi Daniel bilang dia ingin memberikan sesuatu untukku. Aku harap Daniel benar-benar sudah sembuh dan setidaknya lebih fit hari ini. Aku hampir lupa jalan menuju tempat menakjubkan itu, tetapi untungnya aku sampai walaupun sempat meraba-raba sendirian. Aku yang meminta untuk kita langsung bertemu di sana ya tujuannya untuk menghindari terlihat oleh orang lain seperti saat kencan pertama kami
                “yakkk Daniel-ahh kau masih sakit kan” aku marah melihat Daniel berwajah pucat sambil melipat kedua tangannya karena dingin yang menusuk badan nya yang sedang sakit
                “anieyoo aku baik baik saja aku hanya sedikit kedinginan” Daniel menghampiriku dan membuka penutup hoodie-nya
                “kau jangan bohong ini buktinya” aku memegang dahi Daniel yang demam
            “ini aku bawakan coklat singapur untukmu” Daniel memberikan milk coklat kepadaku. Bukan ini yang aku mau tapi aku ingin kau sehat, sudahlah niel berhenti memikirkan orang lain fikirkan kesehatanmu sendiri
                “terimakasih, ayo kita pulang kau harus istirahat” aku mengajak Daniel pulang tapi Daniel memegang tanganku erat dan memutar badanku sampai aku berhadapan dengan nya. Aku tidak bisa berkata apa-apa aku hanya terdiam sambil merasakan jantungku berdetak sangat kencang saat ini. Tubuhku gemetar karena jarak aku dengan Daniel hanyalah tidak lebih dari 5cm
                “bisakah kita seperti ini terus?, aku senang bisa dekat denganmu, tapi aku sadar dengan ststusku saat ini. Aku baru saja berhasil menjadi idol, dan aku juga tidak ingin kehilanganmu. Tapi aku tahu cintamu kepada lucas sangat besar iya kan” Daniel tersenyum tipis
                “kau ngomong apasih, ingat niel aku hanyalah seorang fangirl dan kau seorang idol yang dicintai banyak orang. Kau tidak akan pernah menjadi nyata untukku. Aku senang kita bisa sedekat ini, tapi setiap kali kita bertemu, atau kita saling balas pesan saat itu pula aku merasa takut. Bukan hanya reputasi mu yang akan hancur tapi hidupku juga. Tentang lucas memang agak sulit untuk melupakannya, tapi” belum selesai aku bicara Daniel meletakkan jari tangannya di depan bibirku
                “kau mau kan kembali pada lucas, aku yakin dia pasti sangat merindukanmu, aku juga merasa berdosa telah mengambil mu darinya hehehehe. Kalau kau tidak berjodoh dengan lucas kau mau kan bersamaku?” Daniel tertawa
                “memangnya harus ya aku kembali ke lucas?” aku mengernyitkan dahiku keatas
                “iya kembalilah ke lucas, mulai semuanya dari awal, terimakasih atas waktunya selama ini walaupun hanya sebentar. Setelah lulus dari wanna one aku akan bekerja lebih keras lagi. Dan kau harus tetap menjadi fansite kang Daniel ya” Daniel mencubit pipku gemas
                “aigooo sakit” aku cemberut karena kesal pipiku di cubit Daniel
                “ayo kita pulang, aku antar kau sampai rumah lagi ya” Daniel kembali menggodaku
                “jjjjaaangan nanti kita akan kepergok lagi, aku bisa pulang sendiri, by the way terimakasih coklatnya. Coklat ini tidak akan aku makan anggap saja ini kenang-kenangan darimu” aku tertawa. Mungkin ini adalah kencan buta terakhirku dengan Daniel. Walaupun kami tidak akan bertemu seperti ini lagi setidaknya aku akan tetap mendukung Daniel dengan menjadi fansite kang Daniel.

                Aku terus memikirkan omongan Daniel waktu itu tentang kembali kepada lucas. Aku memang masih masih menaruh perasaan pada lucas. Tapi aku malu jika harus kembali pada-nya. Sekarang aku hanya duduk di taman kampus sendirian sambil sesekali menenggak soda kaleng. Tiba-tiba ada seorang lelaki dengan seorang wanita menghampiriku, aku sedang tidak pakai softlens jadi aku sama sekali tidak bisa melihat siapa itu. Maklum lah mataku minus parah kalau tidak pakai softlens aku tidak bisa melihat dari jarak jauh

                      “nugu-yaaa?” tanyaku sambil menyipitan kedua mataku
                “hai ahri apa kabar” sapa sesorang yang agak asing suaranya, semakin lama semakin terlihat bahwa itu sejong
                “sejong, lucas” ucapku kaget. Apa jangan-jangan mereka ingin memberitahuku kalau mereka sudah resmi berpacaran. Kalau iya berarti dugaan Daniel salah kalau lucas masih mencintaiku
                “hai ahri bagaimana kabarmu, sudah lama sekali kita tidak bertemu atau bertegur sapa” lucas tersenyum manis padaku. Sesuatu yang sudah lama sekali tidak aku lihat, tiba-tiba dadaku terasa sakit saat melihat lucas dengan sejong. Tapi aku harus meyakinkan diriku sendiri bahwa aku kuat aku tidak boleh menangis di depan mereka

                “kalian mau apa kesini, kalian ingin memberi tahu ku kalau kalian sudah resmi berpacaran ya” tanyaku sambil menahan tangis padahal mataku sudah berkaca-kaca
                “tidak ahri aku kesini hanya ingin meminta maaf soal kejadian waktu itu, dan satu lagi aku tidak berpacaran dengan lucas. Justru aku kesini ingin mengembalikan hubungan kalian berdua” sejong
                “ahri aku juga ingin meminta maaf padamu aku yakin kau pasti sudah tahu kejadian yang sebenarnya walaupun itu tidak terucap dari mulut ku. Aku masih mencintaimu ahri setiap hari aku masih menunggumu, aku mohon kita mulai lagi dari awal ya” lucas menggenggam tanganku dan berlutu di depanku dengan wajah penuh harapan

                “iya ahri aku memang suka pada lucas tapi aku sadar kalau lucas sangat mencintaimu dan tidak akan pernah bisa berpaling darimu. Bagaimanapun caranya aku mencoba merebut hati lucas, dan sejauh apapun kalian saling melangkah berjauhan, pasti akan tetap kembali satu sama lain” ini pertama kalinya aku melihat sejong menangis dengan wajah yang sangat merasakan sakit hati

                “sejujurnya aku juga masih mencintaimu lucas. Kau adalah kenyataan untuk ku sedangkan Daniel hanya imajinasi yang tidak akan pernah menjadi nyata. Maaf kalau selama ini aku selalu mengecewakanmu, maaf jika aku lebih perhatian pada Daniel dibanding dirimu” tak terasa pipiku sudah basah berlinang air mata

                “iya ahri aku sudah memaafkan semua nya mari kita mulai lagi dari awal” mata lucas terlihat berkaca kaca. Sepertinya ini adalah awal yang baru untuk hubunganku dengan lucas
                “aku bahagia melihat kalian kembali lagi” sejong memeluk aku dan lucas sambil menangis haru

                Akhirnya aku dan lucas kembali membangun semuanya dari awal. Aku tetap menjadi choi ahri si wannable dan kang Daniel fangirl. Aku juga masih aktif mengikuti kegiatan wanna one, sambil sesekali Daniel menghubungi menanyakan kabarku dengan lucas. Lucas tahu jika aku sedang berbalas pesan dengan Daniel, bahkan kita pernah video call bertiga. Kami bertiga saling tertawa dan bercanda. Pernah sekali sebelum wanna one kontraknya berakhir aku, lucas dan Daniel bertemu, kami mengobrol banyak saat itu. Aku merasa bahagia sekarang, aku dan lucas saling transparan. Jika lucas ada keperluan kuliah dengan sejong lucas bilang begitu pula sebaliknya jika aku ingin menjadi fangirl
                Pada saat timeslip wanna one yang terakhir di seoul. Lucas menamaniku selama menonton konser. Sepanjang konser lucas tidak berhenti memegang tanganku dan ikut bernyanyi bersama ku dan meneriakkan fanchat saat lagu wanna one. Ini adalah kebahagiaan yang paling murni selama hidupku. Aku bisa bebas dan aku juga bisa merasakan indahnya cinta bersama lucas




-  THE END    -